
Willy hanya diam sambil rebahan dikamarnya tanpa berbicara apapun dia hanya melamun meratapi semuanya
"Andai saja bisa memaksa Riel untuk menginap dirumah Arka pasti Riel masih sadar dan anak saya pasti masih selamat"Batin Willy
Lagi air matanya mengalir membasahi matanya
"Gabriel maafkan saya atas semua ini"Batin Willy
Willy menghapus air matanya entah kenapa matanya mengantuk karena meminum obat tadi dan dia pun tertidur
Prince duduk hanya diam,dia memikirkan sang Kaka Rio yang sudah datang juga ikut duduk sambil diam bersebelahan dengan Prince
Tiara duduk disampingnya Prince dan menatap Prince yang melamun
"Prince?"Ucap Tiara
Prince menatap Tiara
"Ka Gabriel pasti sembuh kok"Ucap Tiara
"Itu pasti Tiara!Kaka ku bukan orang sembarangan,tapi aku yang kutakutkan itu jika dia tahu kehilangan anak nya bagaimana?bahkan dia belum tau jika dia hamil"Ucap Prince
"Sedangkan Om saja sampai seperti itu apalagi Kaka?"Ucap Prince
"Kaka itu kalau mentalnya yang diganggu pasti dia bakal terpukul banget"Ucap Rio
"Mana Kaka itu orang nya traumaan banget"Ucap Prince
__ADS_1
"Terus gimana?"Ucap Rio
"Gua gak yakin bisa hibur kaka atau buat Kaka senang selama dia sedih"Ucap Prince
"Kita berkolaborasi aja sih"Ucap Tiara
"Kolaborasi maksudnya?Prince aja orangnya dingin dan kamu orangnya kalem gini?apa yang pengen dikolaborasikan hah?mau bikin es batu?"Ucap Rio
Tiara dan Prince tersenyum karena ucapan Rio
"Udah-udah kita aja belum tau kaka Riel sadarnya kapan,tapi ingat Kaka Papah kita juga harus waspada"Ucap Prince
Rio dan Tiara menganggukan kepalanya
"Oh ya gimana latihan kalian selama hampir seminggu ini?"Ucap Prince
"Susah-susah gampang sih Prince tapi Tiara termasuk orang mudah diajarin kok"Ucap Rio
"Kalau kamu udah jago nanti kamu lawan aku oke?"Ucap Prince
"Oke siapa takut"Ucap Tiara
Prince tersenyum tertawa
Keesokan harinya
Hari ini Gabriel sudah bisa dijenguk tapi dia berada diruangan ICU karena kondisinya yang benar-benar mengharuskan nya keruangan ICU
__ADS_1
Hana dan juga Arka sama-sama sedih melihat putri kesayangannya itu,apalagi mereka juga kehilangan calon cucu mereka
Arka baru dan Hana Baru saja menjenguk anaknya ,Hana keluar dengan keadaan lemas karena dia tidak sanggup melihat Gabriel
Willy menunggu diluar dikursi Roda disana juga Tante Lala dan juga Riko
Willy pun masuk bergantian dengan Arka dan Hana ,dengan susah payah dia memutar roda nya dengan sebelah tangannya karena tangan satunya juga masih terluka parah
Willy masuk baru saja dia melihat Gabriel air matanya jatuh membasahi pipinya
Kondisi Gabriel dengan kaki digantung dan tangan juga diperban kepalanya juga diperban bahkan banyak alat yang melekat ditubuhnya
Willy mendekati Gabriel dan Willy tak bisa membendung tangisnya melihat istri kecil dengan keadaan seperti sekarang
"Riel maafkan saya"Ucap Willy dengan gementar
"Andai saja kita tidak pulang waktu itu Riel mungkin saat ini kita masih dikamar sambil berpelukan"Ucap Willy
"Dan mungkin calon anak kita masih hidup Riel dirahim kamu"Ucap Willy
Willy menangis sambil sesegukkan sampai dia tidak bisa berbicara lagi
"Cepatlah bangun Riel,saya akan sangat tidak berguna jika kamu tidak bangun"Ucap Willy dengan terbata-bata
"Aku sangat mencintai kamu Riel ,jika kamu pergi maka cinta saya akan pergi selamanya ikut dengan mu"Ucap Willy
Willy mengelus wajah Gabriel dengan tangan kiri nya
__ADS_1
"Kenapa Riel kita harus diberikan cobaan seperti ini?baru saja kemarin kamu bilang ingin mengandung anak ku kan?dan tuhan kabul itu tapi kenapa tuhan ambil lagi Riel?kenapa Riel?"Ucap Willy
"Riel saya mohon bangun secepatnya"Ucap Willy dan dia menangis lagi sambil memegangi matanya