Istri Kecilku Yang Manja

Istri Kecilku Yang Manja
Penawaran Gio


__ADS_3

Prince mendekati Gabriel bahkan dia mengelus perut sang Kaka sambil tersenyum


"Kamu bikin kaget Prince"Ucap Gabriel karena Prince tiba-tiba mengelus perut Gabriel


"Aku bahagia Kaka sekarang udah hamil dan harapan Kaka udah terkabul kan?"Ucap Prince


Gabriel tersenyum dan mengelus-elus rambut Prince


"Berkat doa kamu juga Prince"Ucap Gabriel


"Sehat-sehat ya ka,kalau dia udah lahir nanti Prince mau ceritain betapa nakalnya Mamahnya"Ucap Prince


"Prince?"Ucap Gabriel


"Kenapa?"Ucap Prince


"Nanti dia bully Kaka"Ucap Gabriel


Prince tertawa kecil


"Bercanda ka"Ucap Prince


"Kamu kapan nikahin Tiara de?"Ucap Gabriel


"Tiara gak ka kalau gak direstui Papah"Ucap Prince


"Oke nanti Kaka bantu oke"Ucap Gabriel


"Gimana caranya?"Ucap Prince


"Tenang aja Prince,tentunya bantuan calon ponakkan kamu"Ucap Gabriel


Prince tersenyum karena dia paham maksud Gabriel


"Tapi ini usaha terakhir yah"Ucap Gabriel


"Makasih ka Riel"Ucap Prince dan Prince meraih tangan Gabriel dan menciumnya


Gabriel tersenyum dan mengelus rambut adiknya Willy datang sambil membawa kue ditangannya


"Ada apa?"Ucap Willy


"Biasa bisnis memakmurkan keluarga by"Ucap Gabriel


Prince tersenyum pada Willy dan pergi begitu saja


"Kalian ini pasti ada sesuatu kan?apa sayang?jangan buat aku khawatir"Ucap Willy


"Gak ada kok by"Ucap Gabriel


"Yakin?"Ucap Willy


"Iyah"Ucap Gabriel


Willy menganggukan kepalanya dan menyuapi Gabriel kue yang ada ditangannya


Disisi Gio


"Apa yang kamu katakan sama Gabriel hah?jadi sampai dia dorong kamu kaya tadi?"Ucap Gio


"Aku cuma bilang semoga anaknya sehat sampai lahir kedunia ini"Ucap Jihan


"Bohong!"Ucap Gio


"Aku gak butuh kamu percaya juga"Ucap Jihan

__ADS_1


Gio mengepalkan tangannya karena dia sangat jengkel dengan Jihan


"Kenapa marah?siapa suruh menikahi aku?bahkan membuatku hamil"Ucap Jihan


Gio ingin sekali menampar Jihan tapi dia tidak bisa karena masih banyak tamu


"Setelah anak ku lahir! ingatlah kau akan ku ceraikan"Ucap Gio


"Dan mungkin nyawa mu tidak akan baik-baik saja"Ucap Gio


"Saya katakan sekali lagi berusaha lah bersikap baik dan saya akan berpikir untuk mempertahankan pernikahan kita Jihan"Ucap Gio


"Aku mencintai Willy bukan kamu Gio"Ucap Jihan


"Willy?tapi Willy bahkan ingin sekali membunuhmu Jihan,apa kamu masih mengharapkan dia hah?berusaha menerima takdir jika kau adalah istriku"Ucap Gio


Jihan diam tapi dia membuang muka tak mau menatap Gio


"Demi anak yang kau kandung itu Jihan,jika kamu tidak bisa menerima pernikahan ini berusaha menerima anak yang kamu kandung"Ucap Gio


Jihan hanya diam tapi tangannya mengelus perut nya yang sudah sangat besar


"Kamu memang sangat baik Gio,bahkan kamu selalu baik padaku,disaat aku sakit kamu selalu menjagaku, walaupun kamu tak mencintaiku tapi kamu begitu tulus merawatku demi anak ini"Batin Jihan


"Beberapa bulan ini aku sudah berusaha membuka hati untuk kamu gio tapi rasanya sulitnya,aku merasa aku bukan wanita pantas untuk lelaki baik seperti kamu"Batin Jihan


"Nyawa ku aman ketika bersama mu"Batin Jihan


Tiba-tiba Gio mengelus rambut Jihan membuat Jihan terkejut dan menatap Jihan sedangkan Gio tersenyum tulus pada Jihan membuat Jihan jadi serba salah


"Belajarlah jadi istri yang baik Jihan jika anak kita lahir tidak mungkin kan dia selalu melihat kita bertengkar"Ucap Gio


Dada Jihan berdebar kencang karena ucapan lembut dari Gio bahkan perlakuan manis Gio


"2 Bulan lagi Jihan anak kita akan lahir,apa kamu tidak ada niatan memperbaiki pernikahan kita demi dia?"Ucap Gio


"Aku sudah mulai belajar mencintai mu Jihan apa kamu tidak ada niatan seperti ku?"Ucap Gio


Jihan hanya diam dan lagi Gio menggenggam tangan Jihan membuat Jihan menatap dalam-dalam suaminya


"Ingat kata-kata ini Jihan ,Gio Abraham adalah suamimu dan anak yang kamu kandung adalah calon Abraham selanjutnya"Ucap Gio


Air mata Jihan menetes begitu saja dan Gio langsung buru-buru mengambil sapu tangannya dan menghapus air Jihan


"Kenapa menangis jika aku berbicara lembut?berbeda jika aku berbicara kasar dan membentak mu malah kamu akan melawan ku"Ucap Gio


"Kenapa kau mau berbaik hati pada wanita jahat seperti ku?"Ucap Jihan


"Wanita jahat?tapi kamu tetap istriku"Ucap Gio


"Aku akan menjadikan mu ratu Jihan jika kamu mau patuh pada ku dan berhenti berniat jahat pada Gabriel"Ucap Gio


"Kita sama-sama buka hati kita Jihan ,aku memang belum mencintaimu tapi aku akan berusaha menjadi suami idaman mu"Ucap Gio


Air mata Jihan semakin deras membasahi pipinya dan untuk pertama kalinya Gio memeluk Jihan sambil mengelus rambut Jihan


"Sttttt jangan menangis lagi"Ucap Gio dan Jihan membalas pelukan Gio


"Ku kira kau wanita yang tidak bisa menangis Jihan tapi aku bisa lihat kau sangat butuh kasih sayang"Batin Gio


"Aku akan berikan itu"Batik gio lagi


Disisi Gabriel


Gabriel dan Willy sudah menuju pulang karena Gabriel mengeluh pusing jadi Willy segera membawanya pulang

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Willy terus mengelus kepala Gabriel


"By aku mau coklat"Ucap Gabriel


"Iyah kita beli di supermarket dekat rumah yah"Ucap Willy


"Emang ada disana?"Ucap Gabriel


"Ada dong sayang,kan coklat aja kan?"Ucap Willy


"Gak by aku mau coklat Merlion asal Singapura by"Ucap Gabriel


"Hah?kamu yang benar sayang?"Ucap Willy kaget


"Iyah aku mau itu,aku pernah makan itu dulu pas waktu liburan kesana tapi sekarang pengen by"Ucap Gabriel


"Beli di online ada kan sayang?"Ucap Willy


"Ada by tapi aku mau yang asal dari negaranya"Ucap Gabriel


"Aku mau kamu beliin aku dari Singapore nya langsung"Ucap Gabriel


"Sekarang banget?"Ucap Willy


Gabriel menganggukan kepalanya


"Pulang perginya bisa 3 jam sayang"Ucap Willy


"Belum aku belanja cari-cari disana bisa 4 jam lebih"Ucap Willy


"Gak papa by aku mau"Ucap Gabriel


"Beliin ya by"Ucap Gabriel dengan manjanya


"Iyah-iyah aku beliin tapi kita pulang dulu yah"Ucap Willy


Gabriel kesenangan dan mencium pipi Willy


Willy menelpon anak buahnya untuk menyiapkan pesawat pribadinya menuju Singapore


Mereka sampai dirumah Willy mengantarkan Gabriel kekamarnya


"Selama dirumah jangan keluar dari kamar,dikamar aja!kalau mau apa-apa telpon pelayan"Ucap Willy


"Siap by"Ucap Gabriel


"Langsung tidur aja yah"Ucap Willy


"Aku mau bersih-bersih dulu by"Ucap Gabriel


"Oke kamu bersih-bersih dulu aku tungguin,setelah kamu tidur baru aku berangkat"Ucap Willy


"Siap suamiku"Ucap Gabriel dan memberikan hormat pada Willy


Willy tertawa kecil melihat tingkah istrinya Willy duduk disisi ranjang sedangkan Gabriel Menganti bajunya dan juga membersihkan makeup setelah selesai dia langsung naik keranjang


"Hati-hati ya by"Ucap Gabriel


Willy menganggukan kepalanya dan Gabriel memejamkan matanya tak butuh waktu lama dia pun tertidur


"Selamat mimpi indah sayang"Ucap Willy dan mencium seluruh wajah Gabriel


Willy juga mencium perut Gabriel dan berbicara pada anaknya


"Permintaan kamu cuma coklat ya?tapi belinya jauh banget sampai luar negeri sana"Ucap Willy dan Willy tertawa kecil

__ADS_1


"Gak papa,untuk Papah sayang ke kamu jadi Papah bakal turutin kemauan kamu yah"Ucap Willy


"Papah berangkat ya"Ucap Willy dan mencium perut Gabriel dan dia pergi


__ADS_2