
Mobil Bugatti hitam milik Arthur, kini sudah terparkir di parkiran salah satu restoran termahal dan terkenal di kota metropolitan itu.
Kim dan Arthur, berjalan memasuki pintu restauran dengan tangan yang saling bertautan. Arthur tidak sedikitpun melepaskan genggaman tangan istrinya sejak tadi. Dia memperlakukan istri layaknya barang yang sangat berharga.
Mereka melangkah ke salah satu ruang VVIP di restoran itu. Keserasian pasangan ini menjadi pusat perhatian para pengunjung restauran. Mereka begitu terpesona atas ketampanan dan kecantikan, pasangan suami-istri ini.
"Selamat siang, tuan dan nona." Sapa maneger restoran tersebut.
"Selamat siang." Balas Arthur dingin, yang masih setia menggenggam tangan mulus istrinya.
"Tuan, Keanu Andrian Adam, sudah menunggu anda, tuan."
"Hm. Tunjukkan kami ruangannya.!"
"Silakan. Ikuti saya, tuan."
Arthur dan Kim, melanjutkan langkah mereka untuk menemui klien Arthur dari Dubai. Sedangkan Kim hanya mengikuti kemana pun suaminya dalam diam. Tidak ada rasa gugup ataupun ragu untuk menemui sosok pria yang pernah melecehkannya dan dia sengaja memamerkan hubungannya dengan Arthur agar pria gila itu, sadar kalau dirinya tidak akan bisa ia miliki sekenanya saja.
"Silakan, tuan Keanu Andrian Adam sejak tadi menunggu anda, tuan muda Kato." Ujar sang maneger restoran ramah.
"Hm, terimakasih." Sahut Arthur datar dan dingin.
Maneger itupun mempersilahkan pasangan suami-istri itu masuk setelah membukakan pintu untuk mereka dan menutupnya kembali.
Disinilah mereka di ruangan VVIP mewah yang sangat luas dan nyaman.
Dari balik pintu, pasangan itu disajikan pemandangan yang sangat menjijikkan yang dilakukan oleh, tuan Keanu sendiri bersama seorang wanita yang kini dalam keadaan setengah telanjang.
Arthur menyembunyikan wajah istrinya di balik dada bidangnya. Dia tidak akan membiarkan mata indah sang istri tercemar oleh pemandangan ampas mesum di hadapannya.
"Menjijikkan." Batin pria bermata sipit nan tajam.
"Tuan." Seru asisten Austin, menghentikan Keanu dari kegiatan panasnya.
Keanu menatap tajam kearah asistennya, tanpa menyadari keberadaan, Arthur dan Kim di sana.
Asisten Austin, menundukkan dan memberitahukan keberadaan, Arthur dan Kim.
"Tuan muda, Kato dan istrinya sudah datang, tuan." Lapor asisten Austin sambil menunduk hormat.
Keanu menyengit kaget, dia lalu mengintip kearah pasangan, suami-istri itu di balik tubuh wanita yang setengah telanjang diatas pangkuannya.
Keanu lalu menyingkirkan wanita seksi itu dari atas pahanya.
"Rapikan pakaian mu,!" Perintah Keanu dingin.
Pria Arab Eropa itupun bangkit dan mendekati pasangan yang masih saling merangkul itu. Keanu hanya bisa mengertakkan giginya dan mengepalkan sebelah tangannya di balik saku celana kain yang ia kenakan. Dadanya tiba-tiba begitu panas, melihat sikap manja Kim pada pria sipit itu.
"Selamat siang, tuan muda, Kato." Sapa Keanu sambil mengulurkan tangan untuk berjabatan.
Arthur menyambut tangan Keanu yang menggantung di udara dan membalas sapaan, Keanu tak kalah ramahnya.
"Selamat siang juga, tauan Keanu." Balas Arthur.
Kini manik abu-abu, Keanu beralih menatap Kim, yang hanya menampilkan mimik wajah santai tanpa menghiraukan tatapan Keanu padanya. Dia seakan-akan tidak mengenali pria tampan di depannya.
"Selamat siang, nona muda Kato." Sapa Keanu dengan suara berat dan tatapan tajam, ia juga mengulurkan tangannya bermaksud bersalaman dengan wanita yang sudah menghancurkan mahkota kejantanannya.
__ADS_1
Kim tak berminat menyahuti sapaan Keanu, apalagi menyambut tangan menjijikkan pria itu.
"Maaf tuan. Istri saya sangatlah berharga, jadi dia tidak bisa di sentuh oleh orang lain, hanya saya yang bisa menyentuh istri saya yang sangat berkilau ini. Bukan begitu, okusan.?" Ujar Arthur, yang tidak rela tangan menjijikkan Keanu mengotori kulit indah dan berharga istrinya.
"Oh, suamiku yang manis." Sahut Kim dan memberikan kecupan di bibir tipis suaminya, yang disaksikan oleh Keanu.
Keanu hanya bisa diam dengan sorotan tajam menghunus kearah Pasangan yang saling bermesraan.
"Ehem." Asisten Austin, berdehem untuk menghentikan suasana yang mulai memanas itu, tentu saja bagi tuan mudanya, kalau bagi Arthur dan Kim mah, ibarat dunia seakan milik berdua yang lain mah cuma numpang.
"Silakan duduk tuan dan nona." Sela asisten Austin.
"Hm, silakan." Keanu mempersilahkan rekannya itu duduk.
*
*
*
Kini mereka sudah duduk di meja bundar dengan empat pasang kursi. Keanu duduk di sisi kiri dengan wanita yang dikenalkan kepada Arthur dan Kim adalah sekestarisnya. Sementara di sisi kanan ditempati oleh pasangan yang masih memamerkan kemesraan mereka, itu terlihat Arthur yang dengan manisnya membantu istrinya, memotong kecil-kecil daging stek pesanan sang istri.
Jangan tanya bagaimana perasaan Keanu si pria Arab Eropa ini sekarang. Tentunya ia ingin menghancurkan tempat ini sekarang juga.
Keanu memberi kode kepada sekestarisnya, entah apa yang akan direncanakan pria Arab Eropa ini.
"Tuan Arthur, kita mulai meetingnya." Ujar wanita seksi itu dengan suara melambai sarat akan goda sahwatt.
Arthur hanya mengangguk tanpa melihat kearah wanita yang mencoba menggodanya itu.
Kim menurut dia hanya pokus pada makan siangnya, tanpa menimpali urusan pekerjaan sang suami. Dia juga tidak mempedulikan tatapan Keanu padanya dan juga godaan kaki Keanu di bawah sana. Ia lebih baik menghindar daripada mencari keributan yang bisa membuat suaminya malu.
Hanya satu yang menjadi pusat perhatian Kim. Yaitu wanita model ulat keket yang berusaha menggoda suami polos bin oon-nya.
Kim menikmati makan siangnya dengan ekor matanya yang tak lepas dari gerak-gerik, sekestaris Keanu yang kini, berusaha menggoda suaminya dengan memperlihatkan kematangan dua buah dadanya.
Kim makan dengan seringai yang terus terukir di wajahnya, dia tahu ini adalah rencana licik pria yang terus saja meliriknya itu.
"Cih." Decih Kim pelan.
"Baiklah, meeting kita selesai dan kami perlu memeriksa ulang kembali berkas kerjasama anda, tuan Arthur Cedrik Kato." Ujar sekestaris Keanu dengan nada yang di buat semenggoda mungkin.
"Oke. Kami tunggu tuan Keanu." Sahut Arthur tanpa mempedulikan wanita yang kini sedang memamerkan bongkahan belakangnya.
"Kami akan mengabari anda cepak-nya tuan." Jawab Keanu dengan senyum miring.
"Baik." Balas Arthur singkat.
"Kau, sudah selasai, okusan.?"
"Hum, sudah."
"Baiklah. tuan Keanu, kami pamit dan semoga anda tertarik berkerjasama dengan perusahaan kami." Pamit Arthur, saat melihat makan siang istrinya telah habis.
Keanu mengedikkan pelan kepalanya kearah sekestarisnya. Yang di balas kedipan mata oleh wanita itu.
Sekestaris Keanu kembali berdiri dan mendekat kearah Arthur, wanita itu sedikit membungkukkan badannya sehingga memperlihatkan aset berharganya. Ia merapikan semua berkas-berkas yang ada di atas meja. Wanita itu dengan sengaja menyenggol gelas yang berisi air putih dan tepat mengenai celana Arthur yang diatas benda ajaibnya.
__ADS_1
Ekor mata Kim tidak luput sari gerak-gerik wanita itu, ia hanya tinggal menunggu kapan wanita ini bisa mendapatkan sesuatu darinya.
"Upz, maafkan saya tuan." Ujar wanita itu dengan suara yang menggoda.
"Biarkan saya membersikan nya, tuan." Ucap wanita itu lagi dan wanita itu meraih tissue, bermaksud membersihkan letak celana Arthur yang basah. Tangan wanita itu sudah mulai mendekat dan tidak berapa lama pekikan kesakitan terdengar nyari dari mulut wanita yang sejak tadi, sudah memancing singa betina yang kelaparan ini.
"Akhh.!! Teriak wanita itu dengan ringisan sakit, saat Kim menusuk telapak tangannya yang ingin menyentuh benda ajaib suaminya.
"Akh, sakit." Ringis wanita itu lagi, saat Kim masih menancapkan garpu itu dengan dalam di telapak tangan sekestaris Keanu.
"Mau mencoba menggoda suami ku, yah, heheh." Kekeh Kim, dengan masih memperdalam tusukan garpu di tangan sekestaris Keanu yang kini sudah memucat.
Kim mencabut garpu itu dari tangan sekestaris Keanu dengan kasar membuat wanita seksi itu berteriak nyaring. "Akhhh, sakit." Keluhnya dengan derai air mata. Wanita itupun menjauh dari pasangan yang hanya tersenyum melihatnya meringis kesakitan.
"Aku rasa dia bukanlah seorang sekestaris? Dia lebih mirip dengan wanita jaalang." Sarkas Kim dengan tersenyum sinis kearah Keanu dengan wajah shock-nya.
"Apa dia salah satu peliharaan anda tuan, Keanu Andrian Adam.?" Tanya Kim dengan tatapan mengejek.
"Aku rasa suamiku tidak membutuhkan, jawaban atas kerjasama anda. Karena suami saya tidak tertarik bekerjasama dengan perusahaan anda yang memiliki efek samping." Ujar Kim sinis.
"Bukankah begitu, sayang.?" Kini Kim beralih menatap suaminya yang hanya terdiam.
"Apapun keputusanmu adalah perintah buatku, okusan." Sahut Arthur dan mengecup telapak tangan istrinya itu.
"Maaf tuan, Keanu. Seperti yang di ucapkan istri saya, maka kerjasama kita batal." Ujar Arthur sinis dan bangkit dari duduknya.
"Aku merasa yang di ucapkan istri saya benar, kalau perusahaan anda memiliki efek samping yang sangat berbahaya." Sambungnya lagi.
"Kami permisi dan selamat siang." Pamit Arthur ramah dan meraih telapak tangan istrinya.
"Ayo kita pulang, okusan."
"Hm, aku kangen tidur di pelukan mu, sayang."
"Aku juga merindukan Mochi ku, okusan."
Arthur dan Kim, pun meninggalkan ruangan VVIP itu dengan saling bermesraan. mereka tidak memperdulikan tatapan permusuhan yang di berikan oleh Keanu pada mereka.
sementara Keanu hanya bisa menahan amarahnya dan melampiaskannya dengan semua benda yang ada di atas meja.
"akhhh." teriaknya.
"aku tidak akan membiarkanmu bahagia, Kimberly. kau harusnya menderita dan itu hanya dengan ku. kau sudah menghancurkan masa depanku jadi tunggu saja kehancuran kalian."
"Austin.!
"iya tuan.?"
"aku ingin kau melakukan rencana kita sekarang. culik paksa dia dan bawa kepada ku."
"baik tuan."
"malam ini kau akan menerima hukuman dariku, Kim sayang."
hai gais, ... maaf kalau diriku menyelip bab promo di sini. diriku cuma ingin saling mendukung antara sesama penulis pemula. jadi kalau berminat silakan mampir ☺️☺️
__ADS_1