
"Kau Sangat cantik, nona," puji Lincol kepada Kim dengan memamerkan wajah mesum menjijikkannya.
"Tutup mulutmu, brengsek,!" Bentak Arthur. Dia tidak akan pernah terima istrinya dipuji oleh pria seperti Lincol.
"Tenanglah, tuan muda, Kato. Aku hanya memuji Istrimu,!" Sinis Lincol.
"Bukankah begitu, Lucas.?" Tuan Lincol memalingkan wajahnya ke arah samping dan disana terlihat siluet seorang pria dengan perawakan tinggi.
Kim dan Arthur mengikuti arah pandangan tuan Lincol. Dan mata Kim dan Lucas berserobok. Keduanya saling menatap tajam, bagaikan seorang binatang buas yang akan saling menyerang.
Lucas bahkan tak sedikit pun memalingkan wajahnya dari Kim sejak tadi. Pria ini begitu terobsesi dengan Kim. Sejak pertama melihat Kim, Lucas sudah tertarik dan menyimpan perasaan pada Kim. Kim yang periang dan penyayang itu membuat Lucas menaruh hati seorang Kimberly.
Meskipun usia mereka terbilang sangat jauh. Tapi karena rasa ingin memiliki Lucas akhirat berani melakukan pelecehan kepada Kim. Dan sekarang Lucas bertemu lagi dengan wanita yang sudah membuat dirinya menghabiskan waktu di penjara cukup lama. Dan satu yang tidak bisa Lucas terima saat Kim membuat inti tubuhnya tidak dapat berfungsi. Sehingga setiap nafsu yang datang padanya maka Lucas akan melampiaskan dengan menguliti para wanita sewaannya.
Manik tajam mengerikan Lucas tak lepas dari seluit tubuh indah Kim. Lucas berdiri dan melangkah kearah Kim. Ia menajamkan tatapannya ke arah tangan Kim dan Arthur yang saling bertautan. Hatinya tiba-tiba memanas, emosi dan jiwa mengerikannya bangkit. Ia tidak akan pernah bisa membiarkan tubuh Kim disentuh oleh orang lain.
Lucas menatap wajah Arthur yang juga menatapnya tajam. Arthur bahkan merangkul pundak Kim. Membuat gigi Lucas bergemeletuk ngeri.
Lucas ingin mendekati Kim dan Arthur, tapi Lincol mencekal tangannya.
"Lepaskan! Perintahnya dingin dengan wajah yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Kendalikan emosi, Lucas,!" Bisik Lincol.
"Keluarlah!" Perintah Lincol kepada para wanita sewaannya.
Para wanita itu pun memakai pakaian mereka kembali, dan bersiap meninggalkan ruangan yang kini mendadak horor itu.
"Dor, dor, dor." Kim memberikan timah panas kepada ketiga wanita yang melayani hasratt Lincol.
"Aku, hanya menghilangkan jejak perbuatan menjijikkan kalian." Ujara Kim yang mengerti tatapan Lincol.
"Wow. Kau sungguh keturunan Hugo. Tapi sayang mereka tidak dapat melihat kehebatanmu, cantik.!" Sinis Lincol dan diselingi oleh kekehan mengejek.
"Tutup mulutmu, keparat." Pekik Arthur lantas mendekati Lincol dan memberikan sebuah pukulan di wajah sebelah kiri, Lincol.
"Cih! Tuan Lincol berdecih dan ia bangkit.
"Aku, tidak akan rela istri mendapatkan pujian dari makhluk menjijikkan sepertimu." Pungkas Arthur yang terlihat geram.
"Seharusnya kau senang anak muda karena Aku memuji Istrimu,"
"Dasar brengsek.!" Arthur menyerang kembali tuan Lincol. Tapi pria tua itu dapat menghindari serangan Arthur.
__ADS_1
Arthur pun kembali menyerang tuan Lincol dengan sebuah tendangan yang pas mengenai ulu hati tuan Lincol. Tubuh tuan Lincol terlihat mundur ke belakang dengan kasar ketika mendapatkan tendangan mematikan dari Arthur. Arthur pun tidak memberikan kesempatan kepada tuan Lincol, ia kembali mendekati pria menjijikkan itu dan memberikan sebuah tinjuan bertubi-tubi.
Lincol terlihat menghapus jejak cairan merah di sudut bibir dan hidungnya.
"Cih! Tuan Lincol berdecih.
"Kali ini aku tidak akan menghabiskan mu, tuan Lincol. Malam ini kau akan merasakan, apa yang daddyku rasakan. Malam ini aku akan menghabisimu. Seperti kau menghabisi nyawa, daddyku," ujar Arthur yang maniknya menyoroti tuan Lincol tajam.
"Apa kau yakin, kalau aku yang membunuh, Cedrik.?"
"Apa, maksud mu, sialan.!"
"Hahaha" tuan Lincol terkekeh licik.
"Kau, tau siapa dalang dari pembunuhan, Cedrik.?!
Arthur yang sudah muak mendengarkan celotehan busuk Lincol, kembali memberikan tendangan di dadanya.
"Hukh! Tuan Lincol terbatuk-batuk dan dia pun mengeluarkan muntah cairan merah.
"Kau serius tidak ingin mengetahui dalang dari pembunuhan, Cedrik.? Lincol meskipun sudah terlihat lemah, pria itu masih mencoba mengalihkan perhatian Arthur.
__ADS_1
"Tutup mulutmu, brengsek! Aku tidak akan mendengarkan tipu busuk darimu. Asal kau tau, aku melihat dengan mataku sendiri, kau tega menghabisi dan membantai habis seluruh bawah, daddy. Kau tidak akan mencoba mengkambing hitamkan seseorang lagi, tuan Lincol."