
"Kalian siap!"
"Siap! Sahut keempat pasangan yang ada di hadapan Larry.
"Kimby. Ingat pesan kakak, jaga emosimu dan tetaplah tenang. Satu lag, jangan pernah jauh dari kami. Apa kau mengerti.!? Pesan Larry kepada Kim yang hanya mengangguk.
"Tenanglah, aku akan menjaganya." Arthur menyahuti perkataan Larry.
"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang." Ajak Larry.
"Jenny ka, …"
"Dia akan aman bersama ku, aku pastikan kacamata nya tidak akan terlepas sejenak pun." Nathan menyahuti pesan Larry untuk Jenny.
"Ck! Jenny menyikut perut Nathan dan berdecak pada pria yang baru saja menjadi kekasihnya itu.
"Baby! Kau menyakiti perut seksiku," asuhnya dengan nada manja.
"Menggelikan! Timpal Arthur dengan raut wajah jijik.
"Baiklah, kita berangkat sekarang."
Kelimanya pun keluar dari ruangan utama mansion, menuju mobil mereka masing-masing. Sedangkan para anak buah Arthur dan Larry sudah terlebih dahulu ke tempat para musuh.
Kim dan Arthur hanya menggunakan sepeda motor. Pun Jenny dan Nathan. Mereka ingin lebih mudah dan cepat tiba di area musuh. Sebentar Larry menggunakan mobil sport mewahnya berwarna merah hitam, Larry yang sudah bersiap melaju dikejutkan oleh sosok wanita yang berdiri menjulang di depan mobilnya. Larry pun menginjak padel rem dengan kasar, membuat keningnya terbentur di setir mobil miliknya.
"Sial! Umpat Larry sambil mengelus keningnya yang sakit. Belum hilang rasa sakit di keningnya, tiba-tiba Larry terloncat kaget saat kaca pintu mobilnya di ketuk dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Oh sial! Umpamanya yang kedua kalinya. Pria itu menurut kaca pintu mobil, ia pun menarik nafas saat Lusi dengan wajah kesal namun terlihat imut itu membuat Larry mengerang tertahan.
"Buka! Ketus Lusi.
"Menyingkirlah. Aku tidak ada waktu berdebat denganmu." Tolak Larry.
"Buka! Pekik Lusi.
"Maaf! Ujar Larry dan ia pun menekan tombol untuk menutup kaca pintu mobilnya.
Lusi yang tidak terima ditinggal, menaiki jok depan mobil Larry. Ia kesal karena semua orang mengajukan dirinya sejak kemarin, apa lagi sudah tiga hari dirinya tidak bertatap muka dengan Julio.
Larry membunyikan klakson mobilnya berkali-kali. Tapi Lusi tidak mengindahkan suara klakson yang membuat gendang telinga berdengung kencang.
Larry yang hanya bisa mengerang kesal. Ia pun turun dari mobil mewahnya dengan wajah menahan kekesalan kepada gadis imut yang selalu membuatnya susah.
Larry hanya mampu melongo, melihat kelakuan bar-bar Lusi. Larry menghirup udara sebanyak-banyaknya dan melepaskannya secara acak-acakan. Dengan mimik wajah tak bersahabat, Larry menyusul Lusi masuk kedalam mobil.
"Lusiana.! Geram Larry.
Lusi masa bodoh dengan wajah kesal Larry, ia membuang pandangannya serta wajah imutnya kearah luar kaca pintu mobil.
"Turunlah, Lusi.!" Perintah Larry penuh nada tekanan rendah.
Lusi segera memalingkan wajah imutnya kepada Larry. Ia menatap Larry dengan wajah merah, hidung kembang kempis, mata melotot dan bibir mungilnya yang mengerucut tiga senti.
"Oh sial.! Erang Larry frustasi saat melihat wajah imut menggemaskan Lusi.
__ADS_1
"Aku mau ikut kalian." Ujar Lusi sambil berkacak pinggang.
"Oh Tuhan, berilah aku ketahanan batin." Monolog Larry dalam hati.
"Tinggallah disini, Lusi. Ada yang harus kami lakukan dan itu sangat berbahaya." Imbuh Larry dengan nada lembut.
"No. Aku tetap ingin ikut,!" Tolak Lusi dengan memasang wajah puppy eyes.
"Oh God. Dosa kah, kalau aku membungkam mulut gadis ini dengan bibirku." Batin pria itu frustasi.
"Lu, …,"
"Shut! Diamlah. Kau berisik sekali," sela Lusi membuat ucapan Larry, lagi-lagi hany mengudara.
"Ta, ….,"
"Ayolah kita berangkat. Apa kau ingin kita terlambat.?!
"Lusi.!!
"Ayolah, tuan. Aku hanya kesepian di mansion sendirian, apalagi aku sedang delima. Aku merindukan pria melambai.?" Ujar gadis itu dengan raut wajah sendu.
Larry hanya mampu bergeming di tempatnya. Tiba-tiba pria ini tidak tega melihat wajah sedih gadis imut plus bar-bar ini.
Akhirnya Larry terpaksa membawa Lusi untuk mengikuti misi penyerangan mereka. Meskipun ia harus mengawasi gadis ini. gadis ini, mengira mereka akan bersenang-senang ke club', tapi kenyataannya mereka berlima ingin mendatangi musuh.
__ADS_1