Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 69


__ADS_3

Malam pun tiba, membuat langit cerah berwarna jingga, yang tadi menyinari kota Paris, kini berganti gelap dan lampu-lampu penerangan di setiap bangunan di kota Paris kini terlihat dan juga di sepanjang jalan kota itu.


Sementara di mansion Hugo.


Terlihat empat orang wanita dengan dandanan berbeda kini, mereka siap untuk menghadiri pesta penyambutan pemilik sebenarnya hotel Paris Hugo dan models Paris Hugo.


"Kalian sudah siap.?" Kim bertanya sambil menatap satu persatu teman wanitanya itu.


"Kami siap." Jawab ke tiga wanita yang ada di sisi kiri dan kanan Kim.


"Baiklah, waktunya berpesta." Seru Kim, dan melangkah lebih dulu dengan seringai tipis.


"Berpesta apanya, paling juga kau akan berbuah sesuatunya di sana." Batin jenny mendelik kearah Kim yang tersenyum padanya Penuh arti.


"Dasar, wanita gila." Maki Jenny dengan gumaman pelan.


Kim melangkah kearah mobil mewah yang sudah terparkir di depan mansionnya. Kim yang malam ini mengenakan gaun malam yang terlihat sederhana tapi tidak menghilangkan kesan elegan dan glamornya. Gaun malam yang berwarna hitam dengan panjang selutut dan memiliki belahan yang memperlihatkan paha indah dan mulus Kim. Rambut cepak berponinya dia tatapan rapi, dengan make up tipis menghiasi wajah cantik Kim. Gaun malam itu juga memperlihatkan pundak dan leher jenjang Kim yang begitu seksi. Jangan lupa gaun itu mencetak jelas body indah dan seksi Kim.


Sedangkan ketiga wanita yang menjadi teman Kim, mengenakan gaun berbeda, kecuali Laura lebih memilih memakai jeans dan atasan yang memperlihatkan pundak mulus wanita itu yang terdapat tato disana.


Lusi dan jenny memakai gaun yang sederhana tapi terlihat mewah, mereka berdua terlihat manis dan imut.


Kini keempat nya, sudah berada di dalam mobil dan ikut melaju mengikuti kendaraan lain membelah jalanan kota Paris di malam hari, yang begitu indah dengan kelap-kelip lampu-lampu di sepanjang jalan.


*


*


*


Tak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di basement, khusus buat kendaraan Kim. Mereka berempat turun dari mobil dan langsung memasuki lift khusus buat sang pemilik hotel, yang akan membawa mereka langsung ketempat acara.


"Ting."


Lift yang membawa Kim dan kawan-kawan kini sudah berada di lantai paling atas, di mana akan di adakan penyambutan, CEO Models Paris Hugo dan juga hotel Paris Hugo.


"Selamat malam, nona." Kim yang baru keluar dari lift di sambut sapaan dari tuan Robert dan asistennya.


"Selamat malam juga, paman." Balas Kim dengan ramah.


"Apa semua sudah siap.?"


"Sudah, nona. Mereka sudah menunggu anda."


"Baik, ayo kita mulai acaranya."

__ADS_1


Tuan Robert berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Kim di tengah-tengah para, sahabat dan bawahannya.


Di dalam ballroom hotel.


"Wow." Seru salah seorang model di agensi Kim, yang begitu takjub dengan ballroom hotel yang terdapat di paling atas gedung hotel itu, yang mana ballroom itu hanya berdindingkan kaca-kaca besar tebal yang memperlihatkan langsung keindahan kota Paris di malam hari.


"Ini indah sekali." Serunya kembali dengan wajah kagum.


"Ck." Dasar kampungan." Ejek salah satu model, yang terkenal sombong.


"Kenapa, apa aku salah kalau mengagumi tempat ini? Dasar wanita sombong." Balas wanita, yang masih baru di agensi Kim.


"Apa, kau bilang.!!! Pekik wanita sombong itu.


"Apa, hah." Tantang model pendatang baru itu lagi.


"Hei, sudah, … sudah." Sela manejer mereka.


"Kalian ini, dimana-mana selalu ribut." Sentak sang manejer.


"Cih." Decih kedua model itu bersamaa.


"kembalilah ketempat kalian, sebentar lagi CEO dari perusahaan Hugo akan tiba." Manejer itu menyuruh para modelnya untuk kembali duduk di tempat mereka masing-masing.


Dengan saling menatap sengit dan saling bercibir, kedua model itu kembali pada tempat mereka.


"Kalau benar, aku akan berusaha menggodanya, pasti dia akan tertarik padaku, secara malam ini aku memakai pakai begitu menggoda." Batin wanita itu yang duduk paling depan dengan menyilangkan kaki panjangnya, dan memperlihatkan paha mulus plus dalamnya, tidak lupa dia membusungkan dadanya, memamerkan dua benda tanpa spasi yang begitu menantang untuk menggoda CEO perusahaan Hugo, yang dalam pikirannya adalah seorang pria tampan dan macho.


"Apa kau, dengar kabar kalau Lavina dan Lotte di pecat dan di keluarkan dari semua agensi model? Lebih Parahnya lagi, semua kontrak yang mereka dapat di batalkan." Gosip para model yang ada di kursi paling tengah.


"Iya, aku juga mendengarnya."


"Aku, dengar dia sedang berbuat mesum di ruangan, CEO."


"Benarkah."


"Iya, benar. Ia juga mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat CEO kita mengamuk."


"Ternyata, CEO Hugo, sangat mengerikan."


"Dasar, Lavina jaalang.!"


"Siapa yang tidak marah, kalau ruangan kita dipakai bercinta," ost, dasar Lavina murahan."


"Benar juga yah? Lavina memang sudah terkenal, selain model, dia juga seorang simpanan pria kaya."

__ADS_1


"Aku, dengar dari karyawan di gedung atas, kalau CEO kita seorang wanita dan dia ingin mendepak semua model yang berbakat jaalang."


"Kau serius.?!!


"Hu'um."


"Oh, Tuhan. Semoga aku aman."


"Memangnya kau menjadi simpanan para pria kaya juga.?"


"Sebarangan, tentu saja tidak."


"Syukurlah."


Begitulah pembicaraan gosip mereka di tengah keramaian para Model yang masing-masing dengan kaya dan dandanan mereka.


Kini semua para model di kejutkan dengan suara seorang pria yang khas melambai.


Julia alias Julio, membuka acara penyambutan itu dengan sebuah kata sambutan.


"Baiklah, para model-model akoh, mari kita sambut CEO agensi kita yang selama ini tersimpan rapat di dalam peti emas murni dan di lapisi berlian yang berkilau." Sambut Julia dengan ala lebay-nya.


"Ini, dia, … CEO kita." Ujar Julio membuat para model dan staf lain menjadi penasaran dan deg-degan.


"Hei, … pasti kalian penasaran, kan." Kekeh Julia dengan tangan yang begitu mendayu.


"Hei, cepatlah, mana CEO-nya. Jangan buat kami semua mati penasaran." Pekik model yang berada di meja paling depan.


"Hem, dasar wanita jaalang." Sungut Julia, dengan tatapan tajam yang menyerupai tatapan mengoda.


"Julia, sayang cepatlah." Sela model satunya lagi lembut.


"Sabar, beb. Dia akan datang sebentar lagi." Jawab Julia di atas panggung.


"Ok, mari kita sambuta, CEO kita yang paling seksi dan tercantik di sini." Seru Julia dengan lantang.


Kini tatapan semua Model, tertuju pada pintu ballroom yang tiba-tiba terbuka. Dan wajah para model dan staf yang ada di perusahaan Kim kini, menjadi penasaran. Dengan rasa penuh tanya mereka memutar kepala mereka kearah pintu.


Hal pertama mereka liat adalah tuan Robert, sang wakil CEO.


Kini mulut mereka terbuka lebar dan mata mereka terbelalak saat melihat sosok wanita yang ada di tengah para bawahan dan juga penjaga keamanan di perusahaan Hugo.


Mata mereka masih mengikuti setiap derap langkah Kim, hingga menaiki panggung dan berdiri di pedium dengan senyum miringnya.


"Selamat malam semua."

__ADS_1


"Kim-kimberly.!?


__ADS_2