
Kalau Arthur sedang memukuli Lincol dengan membabi buta. Maka lain halnya dengan Kim, yang kini manik indahnya menatap nyalang pria di depannya.
Dada Kim terlihat naik-turun dan genggaman tangannya mengencangkan di balik saku jaketnya. Ingin rasanya Kim melenyapkan manusia mengerikan yang ada di hadapannya ini.
Melihat wajah Lucas saja Kim ingin rasanya memuntahkan isi perutnya. Apalagi pria itu tersenyum miring ke arahnya. Kim memundurkan tubuhnya saat Lucas melangkah maju. Kim tidak mampu bergerak lagi, saat punggung belakangnya terbentur dinding ruangan. Kim mengeluar sebuah belati yang ia simpan di saku jaketnya.
Lucas kini berjarak dua langkah dari Kim. Kalau Kim menatap pria didepannya dengan tajam, maka lain halnya dengan Lucas yang menatap Kim penuh puja. Bila Kim ingin menghabisi pria mengerikan ini, maka Lucas ingin membawa Kim kedalam pelukannya.
Seandainya Lucas mengetahui, kalau wanita impiannya masih hidup. Dirinya akan membuat Kim menjadi miliknya. Lucas tidak memperhatikan Kim sudah mempunyai suami. Yang ia inginkan adalah, Kim menjadi miliknya.
"Menjauhlah! Ujar Kim dingin.
Lucas terlihat memejamkan matanya menikmati alunan suara Kim yang begitu mendayu di pendengaran Lucas.
"Menjauhlah! Bedebah.!" Sentak Kim.
Lucas terlihat tersenyum miring dan tangannya menggantung ingin menyentuh wajah kim. Tapi dengan segera Kim menggores lengan pria itu.
Lucas bergeser sedikit ke samping dan ia terlihat meringis. Tapi itu cuma sejenak dan pria itu kembali ingin menyentuh Kim.
"Jangan menyentuhku,!" Teriak kim. Arthur yang mendengar teriakan istrinya segera mendekati Kim. Tapi dengan sengaja tuan Lincol menghalangi langkah pria itu.
__ADS_1
Tuan Lincol memukul punggung Arthur menggunakan sebuah stik golf, saat Arthur sedang lengah. Arthur terjatuh ke depan dan keningnya berdarah saat terbentur.
Lincol ingin menghantam kepala Arthur, memakai stik golf tersebut. Tapi suara tembakan membuat tuan Lincol mengurung niatnya.
Tiba-tiba tuan Lincol luruh ke lantai saat sebuah peluru menembus kepalanya. Arthur menengok kebelakang, ia dapat melihat Larry di ambang pintu dengan sebuah senjata api.
"Mana, Kim."
"Deg! Pertanyaan Larry membuat Arthur membeku. Ia segera bangkit dengan wajah terkejut.
"Arthur. Kim mana.?" Bentak Larry.
"Kim? Lirih Arthur seperti orang linglung.
"Sial! Umpat Larry. Dan ia segera mencari keberadaan adiknya itu.
"Cepatlah, Sialan." Larry meneriaki Arthur yang masih membeku di tempatnya.
Arthur yang tersadar lantas mengikuti Larry, menyusuri setiap lorong di lantai dua mansion Lincol. Arthur dan Larry menaiki tangga menuju rooftop, saat mendengar suara berisik di sana.
Mereka terkesiap saat menyadari sesuatu. Mereka sedang di jebak. Mereka masuk kedalam perangkat pria mengerikan itu.
__ADS_1
Larry dan Arthur segera menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Mereka tidak ingin Lucas membawa Kim. Kalau itu sampai terjadi maka mereka pasti tidak akan menemukan Kim dengan mudah.
"Okusan."
*
*
*
Sementara di rooftop mansion Lincol.
"Terimakasih." Ucapan itu keluar dari mulut Lucas kepada seorang wanita yang tersenyum miring Kepadanya.
"Aku, harap kau membawanya jauh dari sini." Sahut wanita dengan penampilan tomboi.
"Itu pasti, aku tidak akan pernah melepaskan wanita impian ku." Lucas memandangi wajah Kim yang berada di gendongannya. Kim yang sedang tak sadarkan diri, saat seorang wanita diam-diam membekam mulut Kim dari belakang dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
Kim yang lengah dan Arthur yang sibuk menghajar Lincol, tidak menyadari akan rencana Lucas dan seorang wanita yang sejak tadi bersembunyi di balik dinding.
"Lanjut nanti lagi yah BESTie, saatnya nyari takjil dulu.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak jari-jari manis kalian🥰🥰❤️
🌹Arigato, Salang Yeo 🌹