
Mobil Rolls-Royce boat tail, berwarna biru Dongker itu kini memasuki pintu gerbang tinggi dan kokoh yang berwarna hitam dengan campuran emas. Dari jarak puluhan meter kita bisa melihat sebuah bangunan megah dan mewah di dominasi oleh warna putih dan crem. Sebuah bangunan mansion megah dan mewah yang memiliki, ciri khas sendiri dan di kelilingi oleh pilar-pilar kokoh nan tinggi.
Di samping kanan-kiri mansion terdapat banyak sekali bunga khas Jepang yaitu, sakura yang mengelilingi pengarangan mansion itu.
Seorang pria tinggi dan kekar turun dari mobil mewah tersebut setelah salah satu penjaga mansion membukakan pintu mobil buat tuan mudanya.
Pria itu merapikan jas-nya dan melangkah menaiki tangga menuju pintu mansion.
"Selamat siang, tuan muda." Sapa seorang kepala pelayan yang sudah tua.
"Selamat siang juga paman, hitaru." Balas pria itu dengan senyum lembut khas pemuda itu.
"Nyonya, menunggu anda di ruang baca, tuan.? Lapor kepala pelayan .
"Hm. Oh iya paman, bawakan aku jus jeruk.!"
"Baik tuan muda."
Arthur Cedrik kato, pun melanjutkan langkah kaki panjangnya menujuh arah belakang rumah dimana sang mommy berada.
"Mommy," seru Arthur dengan senyum khasnya yang begitu menawan.
Dengan wajah tanpa bersalah, Arthur mendekati sang mommy yang menatapnya tajam.
"Selamat siang, mommy ku yang cantik." Sapa pria itu dan mendekati wajah sang mommy dan memberikan ciuman sayang di pipi mulus wanita yang tidak muda itu lagi.
Sang mommy yang tadinya ingin memarahi, sang putra manis dan kesayangannya itu menjadi luluh. Mommy Gabriela membalas senyuman sang putra dan memberikan ciuman di kening Arthur.
"Anak mommy yang tampan." Puji sang mommy sambil membingkai wajah putranya.
"Katakan pada mommy, apa yang kau lakukan pada uang sebanyak itu, son.?" Pertanyaan sang mommy, membuat senyum di wajah Arthur hilang berganti wajah cengengesan dan segera menghindar dari jangkauan sang mommy saat tangan mommy hampir saja menarik telinganya.
"Arthur Cedrik kato," geram mommy, menatap anaknya itu tajam.
"Aku, mengunakannya untuk membeli sebuah mobil, mom." Jawab Arthur sambil menggaruk dagu lancipnya.
"Mobil.?" Sang mommy membeo.
"Hu'um, mobil buat kekasihku." Lanjut pria itu lagi.
"APA,!! Pekik sang mommy.
"Mom, jangan teriak. Kau membuat telingaku sakit." Keluh pria tinggi itu.
"Dasar anak kurang ajar. Bisa-bisanya kau menghambur-hamburkan uang mommy, hanya untuk wanita tidak jelas itu, Arthur.! Hardik sang mommy dengan wajah yang sudah merah.
"Ayolah, mom. Uang segitu tidak ada artinya buat, mom. Aku hanya ingin membahagiakan Calista kekasihku, mom." Ujar pria itu dengan nada suara manja dan wajah menyedihkan.
"Tetap saja Arthur, … uang sebanyak itu tetap ada artinya, mom lebih baik memberikan uang sebanyak itu pada orang tidak mampu daripada pada wanita murahan dan tidak jelas itu." Marah mommy yang tidak terima uang yang bisa ia belikan sebuah mansion megah harus terbuang sia-sia.
"Mom. Dia wanitaku yang begitu manis dan lucu." Rengek Arthur tidak terima sang kekasih di hina.
"Mommy tidak peduli. Dan mommy tidak akan menyetujui hubunganmu dengannya, putuskan dia. Bisa-bisa uangku habis di kuras oleh wanita materialistis itu." Marah mommy lagi, yang tidak pernah setuju pada kekasih sang anak.
"Tapi, aku sangat mencintainya, mom." Ucap pria itu manja.
"Kamu harus memutuskan wanita itu, sebelum dia mempengaruhi kepolosan mu dan juga kesucianmu." Sarkas sang mommy lagi.
__ADS_1
"Mom." Rengek Arthur tidak terima.
"Dia tidak pernah melakukan macam-macam padaku, mom.!? Belanya pada sang kekasih.
"Apa kau yakin,?" Tanya mommy dengan meneliti raut wajah sang putra yang tiba-tiba merona merah.
"Oh putraku yang polos dan suci." Keluh mommy terduduk lemas dan mengelus dadanya.
"K-kami hanya ciuman bibir, mom, itupun hanya beberapa kali." Cicit Arthur pelan.
"Astaga." Seru sang mommy.
"Mom, percaya sama Arthur. Kalau aku cuma sebatas ciuman bibir itupun hanya beberapa detik." Lanjut pria itu lagi.
"Apa kau yakin? Cuma ciuman? Tidak ada hal lain yang kalian lakukan.?" Telisik mom intens.
Arthur kelabakan dan salah tingkah di tatap seperti itu oleh sang mommy. Diapun duduk dengan gusar di sofa santai itu.
"Apa kau pernah melakukan sesuatu selain ciuman.?" Tanya sang mommy dengan wajah serius.
"Jawab Arthur! Sentak sang mommy.
"I-itu, ...m-mo, ….!! Cicitnya gugup.
"ITU APA, HAH." Bentak mommy.
"Apa, kau menyemburkan benih berharga pun di dalam rahim wanita Matre itu." Bentak sang mommy sambil berdiri dan berkacak pinggang.
"Ayo, katakan." Bentak mommy lagi yang tidak sabar, saat melihat putranya hanya terbengong bodoh, untung tampan.
"Why." Tanya mommy dengan alis menyengit tajam.
"Milikku, tidak bisa bangun, mom." Lirih pria itu dengan wajah merah.
"Whatt." Teriak mommy, dengan wajah kaget.
"C-coba jelaskan pada, mom." Perintah mommy yang kini duduk di dekat sang putra.
"Berjanjilah, mommy tidak akan marah." Pinta Arthur dengan wajah memelas.
Sang mommy pun mengangkuk patuh dan menatap wajah lesu putranya.
"Iya, mom, janji."
"Malam pesta ulang tahun, Calista, d-dia … ! Arthur menghentikan kalimatnya.
"Dia kenapa.! Sentak sang mommy dengan wajah penasaran.
"Dia mau memberikan mahkotanya padaku, mom." Cicit Arthur pelan, bahkan nyaris tidak terdengar.
"APA.!!!! Teriak mommy dengan raut wajah garang.
"Mommy, tenang dulu. Aku belum selesai bicara. Bukankah mommy sudah berjanji tidak akan marah.!? Ujar Arthur sambil menenangkan sang mommy.
"Apa kau bilang, tenang.!? Hardik mommy.
"Setelah wanita itu hampir menodaimu, kau menyuruh mommy tenang." Sentak mommy emosi.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan wanita Matre itu, menodai dirimu dan pikiran polos ini." Geram mommy.
"Tapi, kami belum sempat melakukannya, mom. Dan Calista merasa terhina, karena benda ajaibku tidak bisa bangun, meskipun kekasih ku berusaha membangkitkannya tapi benda ajaibku tidak terpengaruh sedikit pun." Lirih Arthur pelan dan menghempaskan punggungnya kesadaran sofa santai itu.
"WHATT." Teriak mommy lagi dengan wajah sock-nya.
"Really." Tanya mommy, dengan wajah tidak percaya.
Arthur hanya mengangguk pelan dengan wajah menyedihkan.
"Astaga, putraku yang malang," ucap mommy dan mendekati sang putra kesayangannya dan segera memeluk putra manjanya itu.
"Bersabarlah, mungkin benda ajaibku belum menemukan lawan yang tepat." Ujar mommy, yang berusaha menghibur putranya dengan jawaban ambigo.
"Lawan.?"
"Iya lawan buat benda ajaibku di atas ranjang."
"Begitukah."
"Iya."
"Berarti Calista bukan lawan tepat untukku.?!
"Yap. Dan bukan wanita yang tepat untuk mu, son."
"Tapi aku sangat mencintainya, mom.!?
"Percaya sama, mom. Tiba saatnya kau akan meninggalkan wanita Matre itu, setelah kau menemukan kawat yang tepat buat benda ajaibku."
"Itu tidak akan mungkin, mom. Karena aku sangat mencintai, Calista."
"Terserah. Yang penting, mom, lega karena kau tidak akan bisa membuang benih berharga mu kepada wanita itu."
"Jadi, mom, senang benda ajaibku tidak berfungsi.!?
"Yap, mom senang sekali."
"Mommy jahat."
"Apa, mommy tidak ingin memiliki cucu.?"
"Tentu saja, mommy mau, tapi bukan dari rahim wanita Matre itu, tapi mommy sudah menyiapkan lawan yang sangat wow untukmu. Mom, yakin benda ajaibku akan berfungsi."
"Apa maksud, mommy.?"
"Kita liat saja besok, ok."
"Terserah."
Begitulah obrolan santai penuh anu, antara putra manja dan sang mommy baik hati.
Siapakah lawan yang di maksud sang mommy? Dan apa yang di maksud lawan dan benda ajaib.?🤔 😂😂
Ok kita lanjut nanti malam sahabat-sahabat pencinta noveltoon, terimakasih atas dukungannya dan terimakasih karena dengan tulus dan iklas, sabar dan semoga mata kalian tidak sakit melihat tulisan saya ini. Sayang selalu buat kalian sahabat-sahabat pencinta noveltoon Indonesia 😊😊😊😊😊
Selamat kehalu, apa jadinya kalau seorang pria manja bertemu dengan wanita dingin dan datar.😂😂😂
__ADS_1