
"You pregnant.!!!
Teriakan seorang wanita setengah baya menggelegar di ruangan makan di Mansion Hugo.
Membuat semua orang yang berada di meja makan tersedak kaget, atas teriak mommy Gabriela, setelah membuka sebuah amplop putih yang diberikan Kim sebelum mereka sarapan.
"Really? Tanya Larry kepada sang adik.
Kim hanya mengangguk di rangkulan suaminya dengan wajah penuh haru.
"Are you seriously pregnant.?" Mommy Gabriela yang masih merotasi matanya pada hasil pemeriksaan Kim.
"Hm! Gumam Kim sambil mengangguk.
"Really?
"Are you kidding me.?"
"Serius, mom. Istri ku sedang hamil. Apa mommy tidak bisa membaca hasil pemeriksaan itu." Ketus Arthur. Sejak tadi telinganya mendengung mendengar teriakkan mommynya.
"Akhh!! Akhirnya aku akan menjadi seorang nenek," heboh mommy Gabriela lagi sambil bergerak kegirangan.
"Mommy. Ingat umur." Sela Arthur yang merasa ngeri melihat reaksi sang mommy.
"Mommy merasa bahagia, son." Senyum bahagia mommy tidak lepas dari wajahnya.
"Selamat nak, dan terima kasih atas kabar bahagia ini.?" Mommy Gabriela menghampiri Kim dan memeluk menantunya itu dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih, kau membawa kebahagiaan dan juga kehangatan di keluarga ini, nak." Ucap sang mommy dengan menangis haru atas berita bahagia pagi ini yang ia terima.
"Terimakasih juga buat, mom. Sudah bersedia menerima ku sebagai bagian keluarga kalian. Terimakasih juga atas bantuan mommy kepada ku. Aku sangat menyayangimu, mom.!" Ujar Kim dengan air mata ketulusan yang mengalir deras membasahi pipinya.
"Mommy, juga menyayangimu, nak." Balas sang mommy.
"Okusan, jangan menangis nanti mereka ikut menangis," sela Arthur sambil mengusap lembut perut Istrinya yang masih rata.
"Mereka? Tanya mommy pelan.
"Hm. Apa mommy tidak melihat hasil USG nya.!? Sahut Arthur.
Mommy Gabriela terlihat mengambil kembali amplop putih yang ada di atas meja makan.
"Selamat, kimby." Larry berdiri dari kursinya dan menghampiri sang adik dan memeluknya.
"Terimakasih, kakak." Jawab Kim, dengan tersenyum bahagia.
"Akhirnya, aku akan menjadi, paman." Ujar Larry dengan tersenyum.
"Lihatlah, mom dan dad. Sebentar lagi kalian akan menjadi, nenek dan kakek." Larry menghampiri kedua orang tua mereka dan Larry menunjukkan perut Kim.
"Apa kalian senang? Mendengar berita bahagia ini, mom, dad." Kedua kakak, beradik itu berlutut di hadapan kedua orang tuanya.
Larry mengambil tangan sang mommy dan mengecup lembut. Setelah itu ia meletakkan telapak tangan mommynya di perut Kim.
"Di sini ada calon cucu, kalian." Ucap Larry lirih, sedang Kim hanya bisa menangis dan terisak dengan tangannya menggenggam tangan sang daddy.
"Kami, berharap kalian bisa bermain dengan cucu kalian." Sela Kim dengan isakan.
__ADS_1
"Semoga, kalian bisa menggendong, cucu-cucu kalian nanti."
"Pasti, mereka senang memiliki, kedua nenek dan kakek yang hebat." Ujar Kim kembali.
"Aku, menyayangi kalian, dad, mom," Kim memberi ciuman di kening kedua orang tuanya pun Larry melakukan hal yang sama seperti sang adik.
"Okusan. berhentilah bersedih, ingat kata dokter," Arthur yang terdiam sejak tadi kini membawa sang istri kedalam pelukannya.
"Ini, hanya tangisan bahagia, sayang." Elak Kim.
"Hum." Gumam Arthur yang menuntut kembali sang istri duduk di kursinya.
"Di mana foto USG nya." Mommy yang sejak tadi sibuk mencari lembar foto USG Kim.
"Mungkin terjatuh, mom." Sela Lusi.
"Oh, kamu benar sayang." Mommy meraih sebuah foto USG yang terjatuh di bawah meja.
"Kakak, Kim selamat," ucap Lusi tulus.
"Terimakasih, Lusi." Balas Kim ramah.
Larry meraih telapak tangan Lusi yang berada di atas meja makan dan menautkan jari-jari mereka dengan lembut, tidak lupa ia memberikan kecupan di sana.
Membuat wajah kekasih imutnya itu merona.
" Daddy lepaskan," bisik Lusi.
"Aku suka suara bisikanmu, honey." Sahut Larry sambil mengecup telapak tangan Lusi.
"Aku, suka menggoda mu, honey.!"
"Daddy!! Rengek Lusi.
"Oh honey, ingin rasanya aku sarapan bibirmu saja."
"Cih! Dasar kakak ipar mesum." Potong Arthur seperti biasa mengganggu acara romantis Larry dan Lusi.
"Dasar pengganggu." Cibir Larry.
"Apa ka, …" ucapan protes Arthur terjeda saat mendengar suara lengkingan sang mommy.
"LIMA JANIN.?!!!
"Akhh!! AKU AKAN PUNYA CUCU LIMA."
"Oh, Tuhan. Terimakasih kau memberikan ku lima cucu sekaligus.
"Menantu ku, sayang. Terimakasih." Mommy Gabriela tidak menduga dia akan mendapatkan lima cucu sekaligus.
"Berhentilah berteriak, mom. Dan jangan memeluk istriku seperti itu, kau akan membuatnya sesak nafas." Sela Arthur sambil menarik Istrinya.
"Mommy, hanya merasa bahagia, son." Mommy Gabriela mencium kedua pipi putranya.
"Ternyata, kau anak mommy yang paling hebat. Bisa mencetak calon bayi langsung lima." Seloroh mommy.
"No, mom. Ini hasil kesabaran ku dalam berpuasa."
__ADS_1
"Puasa?
"Iya. Puasa di ranjang."
"Oh iya. Kau memang hebat." Sang mommy hanya bisa mencengir dan melirik menantunya yang hanya bisa menepuk jidat.
"Ck! Decak Larry.
"Aku juga bisa membuat anak kembar, iyakan, honey." Bisik Larry.
"Daddy!
"Aku ingin mencetak anak juga," ujar Larry.
"Kau mau mencetak dimana.?" Arthur menimpali ucapan kakak iparnya.
"Disini.!" Larry menunjuk Lusi yang hanya bisa menunduk.
"Cih, dasar ayah gula mesum." Decak Arthur.
"Sudah. Kalian tidak boleh berdebat hari ini, karena mommy lagi bahagia. Dan kau Larry. Nikahi Lusi baru kau bisa mencetak adonan bersama Lusi." Imbuh mommy.
"Baiklah, mom." Sahut Larry.
"Secepatnya!
"Iya mom."
"Bagus. Jangan sampai Kenzie lebih dulu melamar Lusi."
"Itu tidak akan terjadi," tiba-tiba raut wajah Larry berubah merah. Ia menggenggam tangan Lusi dengan sangat erat.
"Cih!
"Damian, Caroline, lihatlah kita akan mempunyai lima cucu." Mommy Gabriela menatap wajah kedua besannya.
"Semoga, kita bisa bermain dengan kelima cucu kita nanti." Ujar mommy Gabriela lagi, yang hanya di balas tatapan kosong dari kedua besannya.
"Tenanglah! Bisik Arthur kepada Kim, saat istrinya itu kembali menangis.
"Hm!
Kim dan Arthur tidak percaya dan menyangka, mereka akan memiliki bayi kembar Lima.
tentu saja kabar kehamilan Kim membuat pasangan ini merasa bahagia apalagi terdapat lima janin sekaligus.
membuat keduanya merasa berkali-kali lipat bahagianya.
Kim bahkan tak henti-hentinya mengeluarkan air mata bahagianya, saat mendengar berita tentang kehamilannya dan ia dibuat tercengang saat, dokter mengatakan ada lima janin di dalam rahimnya.
Kim hanya bisa terdiam dengan linangan air mata bahagia dan haru meluruh dari kelopak matanya.
sebuah berita bahagia yang tidak di duga-duga hadir membawa kebahagiaan di tengah keluarga besar mereka.
Kim dan Arthur hanya bisa mengucapkan syukur dan saling berbagi kebahagiaan dengan menghabiskan waktu sepanjang malam.
__ADS_1