Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 45


__ADS_3

"Hei, … pelayan, buatkan aku jus tomat tanpa gula." perintah Lotte dengan pekikan.


Pelayan itu hanya terdiam dan masih bergeming di tempatnya. dia tidak mengiyakan perintah Lotte.


"Hei, kau pelayan rendahan. apa kau dengar, aku menyuruh apa," hah." pekik Lotte kembali, sambil melangkah kearah pelayanan dengan gaya angguh.


"Dasar, pelayan rendahan tidak tau diri." maki Lotte sambil menunjuk wajah pelayan wanita tua itu.


"Cepat buatkan aku jus tomat." lengkingan Lotte memenuhi kesegala ruangan santai itu.


Pelayan yang masih bergeming itu, terlihat kebinggungan. apakah dia mengiyakan perintah nona Lotte di depannyaini, tapi dia juga takut pada nona Kim yang sudah di beri perintah agar tidak melayani istri kedua dari tuan Malvin.


"Hei, … kenapa kau diam saja, cepat kerjakan yang aku inginkan." perintah Lotte geram.


"Lakukan, apa yang diingin nona Lotte. ingat dia juga nona muda di sini." sela Mogan, menghampiri pelayan itu dan Lotte. Lotte menatap pelayan itu sinis dan cibiran jijik pada bibirnya.


"Cepat sana lakukan dan bawakan aku teh hangat." perintah Mogan dengan wajah garang. dia seperti nona besar di rumah ini yang seenaknya saja menyuruh ini itu di mansion Kim.


"Maaf, nona. tapi kami dilarang untuk melayani anda." jawab sang pelayan tua itu yang bernama bibi Mey.


"Apa katamu? jadi kau menolak perintah ku. ingat aku nona juga di mansion ini dan aku istri dari tuan Malvin jadi aku berhak menyuruh- nyuruh kalian. marah Lotte tidak terima atas ucapan bibi Mey.

__ADS_1


"Maaf, nona Lotte." saut bibi Mey sambil menunduk.


"Dasar, pelayan tidak tau diri." maki Lotte kembali dan melayangkan tangannya di udara untuk memberi bibi Mey pelajaran. Lotte pun sudah siap untuk melayangkan tangannya di wajah bibi Mey, sedang wanita paruhbaya itu menutup matanya dan menutup pipinya dengan tangan kanannya.


Dengan wajah merah Lotte bersiap menampar bibi Mey, tapi gerakan tangganya terhenti di udara saat sebuah tangan mulus menghalangi niatnya.


Lotte terkesiap saat tangan Kim sudah mencekal pergelang tangan kanannya dan kembali memelintir pergelangan tangan Lotte, membaut wanita itu menjerit sakit.


"Sakit Kim." pekik Lotte.


"Jangan, pernah memaki dan memukuli para pelayan ku disini, dan kau tidak berhak memerintah mereka, karena kau tidak ada hak di mansion ini Lotte. ingat, kau, dia dan juga pria menyedihkan itu hanya benalu di mansion ini. jadi sadar dirilah dan aku rasa kau punya banyak harga diri, kecuali kau memang tidak mempunyai harga diri dan rasa malu." sarkas Kim tajam di balik telinga Lotte dan jangan lupa pelintiran Kim di balik tubuh Lotte.


"Lepaskan, nona Kim." sela Mogan, dia tidak terima Kim memperlakukan Lotte kasar.


"Kenapa kau berada disini.?" tanya Kim heran.


"Dia tinggal disini bersamaku," sahut Lotte, wanita itu yang menjawab pertanyaan Kim.


"Kenapa dia harus tinggal disini." tanya Kim lagi , sambil menyoroti Mogan yang hanya bersikap santai. membaut jenny cegah.


"Cih, tidak tau diri." decih jenny pelan.

__ADS_1


"Karena, dia manajer ku dan juga asisten ku, yang mengurus semua keperluan ku selama melakukan pemotretan. jawab Lotte sambil mengusap-usap pergelangan tangannya.


"Haruskah dia tinggal disini.?" tanya Kim lagi, dengan alis terangkat tinggi sehingga menimbulkan lipatan halus di keningnya.


"Iya, harus diakan manajer ku." saut Lotte cegah.


"Haruskah seorang pelayan tinggal di dalam mansion ini,? dan dimana letak urat malu wanita tidak jelas ini,? sambil menunjuk Mogan dan menetap sinis," tidak seharusnya seorang pelayan, menyuruh pelayan dan juga para pelayan di sini tinggal di paviliun bukan di mansion. jadi aku rasa dia terlalu lancang, ingat kau hanya benalu di sini jadi jangan banyak bertingkah, karena bukan dirimu yang memberi upah para pelayan disini, tidak juga suamimu yang brengsek itu." sarkas Kim penuh nada hinaan dan cibiran pedas.


Mogan hanya bisa menahan amarahnya dan menyembunyikan gepalan tangannya di balik jaket tebalnya. dia begitu marah dan tidak terima atas hina Kim pada dirinya.


Sama seperti Mogan, Lotte hanya mampu menahan amarahnya. wajahnya bahkan sudah berubah merah sampai ke telinganya dan tatapan benci ia hunuskan kepada Kim.


"Apa yang kau lihat. kau ingin memuji kecantikan alamiku tanpa plastik ini,? tapi maaf itu semua tidak perlu karena aku tidak akan menerima pujian dari mulut kotor dan hina darimu." ucapan super pedas itu pun meluncur bebas dari mulut Kim, membuat drama di pagi hari ini begitu hot.


"Paman Leo." panggil Kim.


"Iya, nona." saut paman Leo.


"Kemasi, barang-barang wanita benalu ini dan bawa ke tempat para pelayan lain." perintah Kim dan menatap penuh cemoohan pada Mogan.


"Oh iya, satu lagi, siapkan dua kamar di lantai atas buat kedua temanku yang baru bebas dari penjara." perintah Kim, sambil tersenyum miring pada dua benalu di depannya.

__ADS_1


"Kau, keterlaluan Kimberly."


__ADS_2