Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 168


__ADS_3

"Cepatlah, paman," pekik Larry dengan tidak sabarnya.


"Baik, tuan," sahut sang sopir.


"Cepatlah, jangan sampai pria brengsek itu menikahi gadisku, kalau sampai itu, aku pastikan pria sialan itu mati." Larry begitu marah saat mengetahui kalau Kenzie memaksa Lusi menikah dengannya.


"Akan aku menghabisi pria bajingan itu, yang sudah berani membawa gadisku," gumam Larry dengan raut wajah emosi.


Larry tidak hentinya memaki dan mengumpat kasar Kenzie yang sudah berani membawa kabur gadis imut kesayangannya.


Ingin rasanya Larry meminjam pintu ajaib Dorakemon atau balik-balik bambu si Dorakemon, untuk lebih cepat sampai ketempat dimana, Lusi disekap dan lebih parahnya lagi dipaksa menikah.


"Seharusnya, aku memiliki koleksi mobil super  cepat di Mansion," gerutu Larry.


"Paman, cepatlah," perintahnya lagi. Ia merasa laju mobilnya semakin kesini semakin lambat.


"Oh Tuhan, kapan aku bisa sampai," monolognya dengan perasaan gusar.


"Cepatlah, mobil sialan," maki Larry.


"Seharusnya, aku memilih mini helikopter di Mansion," gumam Larry, yang tiba-tiba ingin mengisi Mansion Hugo dengan alat-alat canggih.


"Bukankah, adikku memiliki pesawat pribadi? Sial, seharusnya aku memakai itu," geram Larry frustasi. 


Tiba-tiba pikiran Larry dipenuhi oleh barang-barang mewah yang berharga fantastis.


Sang sopir hanya bisa menghela nafas panjang, melihat kelakuan majikannya, yang tiba-tiba jiwa sultan nya keluar.


Kita sud, …."


"Brak!


Ucapan sang supir pun berhenti, saat sang majikan keluar dengan tidak sabar dan menutup pintu mobil dengan kasar. Membuat sopir tua itu hanya bisa memegangi dadanya yang tiba-tiba nyeri.


"Aku, tidak akan mengampuni sialan," gerutu Larry melangkah memasuki sebuah rumah sederhana.


Dada bidang nan lebar Larry terlihat naik turun, hidung pria itupun kini sudah mulai kembang kempis akibat amarahnya yang menggebu-gebu.


mata Larry membola saat mendengar jeritan sang gadis imut kesayangannya berteriak histeris dengan menyebutkan namanya.


Larry yang namanya di sebut sebanyak tiga kali merasa terpanggil dan amarahnya semakin manjadi.

__ADS_1


bagaikan seorang kesetanan jin Aladin yang bila di sebut sebanyak tiga kali maka dia akan muncul tiba-tiba.


begitupun dengan Larry yang kini sudah berada di depan pintu rumah kayu sederhana itu.


ia pun dapat mendengar jelas jeritan sang gadis yang memanggil namanya sebanyak mungkin


Bagaikan sebuah kotak bayam Popeye yang bila di minum maka, sang Popeye akan bertambah kuat. maka begitu juga Larry yang namanya di sebut sebanyak mungkin, membuat kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.


wajah Larry kini berubah merah padam. rahang tegasnya bahkan kini membengkok, akibat gigi Larry yang saling bergesekan sehingga menimbulkan nada yang membuat orang yang mendengarnya ngilu.


"brakk! dengan kekuatan super Larry menendang pintu kayu di depannya dengan kuat, sehingga hanya satu kali tendangan pintu itupun terbuka.


"huuaa, daddy," jerit gadis kesayangannya yang tampak meringkuk di ujung sofa dengan menampil berantakan, namun terlihat sangat menggemaskan bagi Larry.


"honey," lirih Larry, yang dadanya tiba-tiba berdenyut nyeri melihat lelehan air mata Lusi.


"Daddy, dia mau menciumiku," adu gadisnya sambil menghapus air hidungnya dengan gaun pengantin yang gadis itu pakai.


"brengsek!


"Aku, aku akan membunuhmu, sialan," amuk Larry saat mendengar aduan sang gadis.


"berani-beraninya kau membawa kabur, gadis imut ku dan kau ingin melecehkannya," bentak Larry.


"honey, maaf," bisik Larry yang kini merentangkan kedua tangannya untuk menyambut tubuh mungil kesayangannya.


"Daddy," Lusi pun ingin melangkah ke arah Larry, tapi tiba-tiba Kenzie memeluk pinggang Lusi dari belakang dan membawanya pergi dengan mudah.


"Daddy," teriak Lusi.


"tidak semudah itu, anda membawa wanitaku, tuan," cibir Kenzie.


"brengsek! Larry pun mengeluarkan senjata apinya dan membidikkan nya ke arah kedua kaki Kenzie.


"dor."


"dor."


"akh,


"brakkk!

__ADS_1


"honey,"


tubuh Lusi dan Kenzie jatuh bersamaan di lantai kayu itu, ketika Larry berhasil melumpuhkan Kenzie dengan membidik tepat sasaran di kedua kaki Kenzie.


"honey, bangunlah." Larry meraih tubuh mungil kekasihnya yang ikut terkapar di lantai bersama Kenzie yang sudah tidak sadarkan diri.


"hey, bangunlah, honey,"


"honey," panggil Larry sambil menepuk-nepuk pipi cabby Lusi.


"Astaga, kau kenapa, honey. bangunlah," pekik Larry dengan nada khawatir.


"tuan," seru anak buah Larry.


"bawa, dia ke markas dan lemparkan dia ke dalam hutan gelap," perintah Larry.


"siap tuan," sahut sang anak buah.


"Jangan lupa bakar tempat ini," perintah Larry lagi. setelah itu ia pun membawa tubuh lemas Lusi ke dalam mobil.


"kita, ke rumah sakit," suruh Larry, kepada sang sopir.


"baik tuan."


Larry kembali memandangi wajah imut gadisnya yang begitu dia rindukan setiap hari.


wajah imut menggemaskan yang menjadi obat rasa jenuh Larry.


Larry mengeratkan pelukannya kepada Lusi. di masukkan nya tubuh mungil gadisnya ke dalam mantel tebalnya, untuk memberikan kehangatan pada tubuh dingin Lusi.


"Aku sangat merindukanmu, honey," bisik Larry di atas bibir mungil Lusi.


Larry pun meninggalkan jejak bibirnya di sana, hanya meninggalkan jejak tidak ada acara ******* atau menyesap.


Larry hanya sekedar mengecup bibir mungil, yang sangat dia rindukan.


"Aku hampir gila kehilanganmu, honey," bisiknya lagi, kali ini di telinga Lusi, dan Larry lagi-lagi meninggalkan jejak kecupan disana.


"Syukurlah, aku datang dengan sangat tepat, honey. sebelum pria kaparat itu menyentuh tubuhmu," gumam Larry dengan tatapan mengerikan.


"aku, berjanji. akan membuat pria itu menjadi santapan para binatang liar di hutan gelap." Larry yang begitu geram akan membuat Kenzie menjadi santapan binatang peliharaannya yang terdapat di hutan gelap. yang terletak di belakang markas Larry.

__ADS_1



__ADS_2