Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 76


__ADS_3

Arthur, masih terhipnotis dengan manik jernih, Kim yang sangat indah ,dia bagaikan berada di lautan yang airnya biru dan kehijau-hijauan.


Pandangan tajam pria itu menyesuri semua bagian wajah, Kim. Dari bagian, kelopak mata yang begitu indah, yang terhiasi bulu-bulu panjang lebat nan lentik bermahkota, kan, alis lebat yang tercetak rapi bak, pelangi- pelangi alangkah indah mu. Pandangan Arthur menuju hidung tinggi nan lancip, terus ke dua pipi mulus, Kim dan turun ke bibir sensual, Kim yang tipis bagian atasnya dan bagian bawahnya tebal dan terdapat belah di tengah bibir dengan warna alami itu dan jangan lupa garis wajah Kim tegas dan lancip.


Arthur, membasahi tenggorokannya dengan salivanya saat tiba-tiba tenggorokannya terasa kering, saat manik coklat nan tajamnya menatap bibir seksual, Kim. Pandangannya pun tidak pernah lepas dari arah benda lembut itu. Dan pikiran kotor untuk pertama kalinya, pria itu alami, saat menatap lama bibir perempuan di depannya dan ia sedang membayangkan melumut bibir seksi Dengan warna alami itu.


"Mr." Sentak Kim dengan wajah heran.


Arthur yang mendengar suara, Kim yang lembut dan mendayu itu, tiba-tiba merasa ada sebuah ketukan nada dan musik berada di dekatnya.


"Mr." Seru Kim lagi yang hidung dan alisnya mulai mengerut kesal, saat tangannya masih berada di genggaman Arthur.


Arthur masih memfokuskan netranya kearah bibir Kim. Dia menikmati suara Kim bagaimana alunan melodi yang indah. (Ok, fix. Adegan sahlul karung dan kajoli berlanjut.)


"Honey." Hardik Calista, yang tiba-tiba menghilangkan alunan musik dan fantasi pria itu bersama, Kim.


"Apa-apa ini, honey." Sentak Calista dan melempaskan tangan Arthur yang masih setia menggenggam tangan halus dan lembut, Kim.


Arthur segera tersadar dari rasa pesonanya kepada Kim. Dia tersenyum kikuk kepada kekasihnya. Pria itu masih melirik, Kim, yang sedang menatapnya binggung.


"Honey. Aku menyuruhmu memberi wanita ini pelajaran, tapi kenapa kau hanya diam." Rengek Calista manja.


"Hm. maaf, darling." Balas Arthur sambil mengusap tengkuknya dan tersenyum kaku kepada, Kim.


"Jangan tersenyum padanya, honey aku tidak suka." Sela Calista dengan nada merajuk.


"Eh, … maaf darling." Balas Arthur lagi dengan salah tingkah. Dia akui wajah, Kim bagaikan magnet dan juga bagaikan pengawet yang sayang kalau wajah cantik, Kim di abaikan begitu saja.


"Atau, jangan-jangan dia mencoba menggoda mu yah, honey." Tuduh Calista sambil berteriak-teriak dan menunjukkan wajah, datar Kim.


"Katakan padaku, honey. Apa wanita murahan ini sedang menggoda mu." Selidik Calista, yang kembali menjadi tontonan para penggunjung mall.


"T-tid." Ucapan gugup Arthur, berhenti saat Calista berteriak di depan wajah dingin dan datar, Kim.


"Dasar, wanita penggoda. Bisa-bisanya kau menggoda kekasih ku, yang tampan ini." Maki Calista dengan suara lantang.


"D-darling, bukan seperti itu dia tidak sedang menggoda ku, darling.!? Sela Arthur, yang menyela makian Calista.


Sementara, Kim. Seperti biasa hanya terdiam dengan wajah datarnya dan tangan yang terlipat di depan dada. Pandangan, Kim hanya tertuju pada Arthur dan Calista, yang sedang berdebat itu.


"Aku, yakin dia pasti mencoba menggoda mu, honey."


"Dasar, jaalang." Maki Calista dengan wajah garang.


"Darling, jaga ucapanmu, tidak baik menghina orang seperti itu. kata mommy itu tidak sopan." Sela Arthur, atas perkataan kasar wanitanya. Ini kali pertamanya Calista memperlihatkan sifat kasarnya pada Arthur, yang biasanya dia akan bersikap manis dan lemah lembut pada kekasihnya.

__ADS_1


Mendengar nada peringatan Arthur, Calista segera memasang mode wajah imut lagi.


"Maaf, honey. Aku cuma tidak suka kau menyentuh wanita ini." Lirih Calista pelan.


"Cih, lagi-lagi aku harus menghadapi rubah licik." Batin, Kim dan tersenyum tipis.


"Maaf, Mr dan Mrs, apakah drama kalian sudah selesai? Karena saya sudah sangat muak melihat drama memalukan kalian." Sarkas Kim pedas.


" Lihatlah, honey. Mulut wanita ini sungguh kasar sekali. Adu Calista.


Arthur mengalihkan pandangannya kepada, Kim yang hanya menatap datar dan tanpa ada minat sedikitpun pada pria bermanik tajam itu.


"Maafkan kami, nona. Jika kami menghalangi jalan anda." Ucap Arthur lembut.


"Honey. Kenapa jadi kau yang berminta maaf padanya." Protes Calista.


"Tidak apa-apa, darling. Ayo, bukankah kau sudah lapar? Jadi lebih baik kita makan." Ajak Arthur, yang tidak ingin membesarkan masalah.


"Tapi, honey." Rengek Calista.


"Kata mommy, sangat tidak baik membesarkan masalah, lebih baik membesarkan yang ada di kantong celana ajaib yang akan memberikan kita, … kita ...? apa yah aku lupa, darling." Ujar pria itu sambil berpikir-pikir dengan tingkah polos dan lugunya.


Ucapan Arthur, membuat mulut Kim dan Calista menganga lebar.


"Oh, Tuhan. Untung aku sangat menyayangi hartamu." Batin Calista, yang melirik kearah, Kim yang sedang tersenyum.


Calista yang tidak ingin di permalukan dengan tingkah anak mommy ini, dia segera menarik Arthur menjauh dari, Kim yang ia lihat akan mengeluarkan kata-kata.


"Ayo, aku sudah lapar." Ajak Calista sambil menarik tangan kekar Arthur.


Pria itupun menurut dan dia meraih telapak tangan Calista dan menggenggamnya lembut. Arthur menoleh kebelakang dan dia sudah melihat punggung indah, Kim yang sudah menjauh.


"Cantik, sangat cantik." Puji pria itu dengan tersenyum sendiri.


"Astaga, apa yang aku pikirkan." Batin Artha sambil memukul pelan kepalanya.


"Kamu kenapa.?" Tanya Calista, binggung.


"Tidak apa-apa, darling." Elak Arthur cepat.


Mereka berdua pun, melangkah kearah lestauran Jepang yang ada di mall tersebut.


*


*

__ADS_1


*


Sedangkan Kimberly dan jenny, kini sudah dalam perjalanan untuk menuju kediaman keluarga konglomerat terkenal, nyonya Gabriela kato.


"Ingat, Kim, kau harus jaga mulut dan sikapmu. Jangan berbuat bar-bar di sana." Peringatan jenny membuat Kim cegah. Kim hanya bisa memutar matanya malas dan mencebikkan bibir seksualnya.


"Lakukan, apapun demi perusahaan Hugo, Kim. Ingatlah nasib karyawan kita yang sudah setia pada perusahaan Hugo dan sangat mempercayai perusahaan kita." Ungkap jenny dengan tatapan sedih.


Kim hanya mengangguk dan ia harus menuruti semua perintah, jenny kali ini.


Tidak perlu waktu lama, mereka sudah tiba di kediaman kato,yang berwarga negara campuran antara Amerika dan Jepang itu.


Kim dan jenny, langsung di sambut oleh asisten nyonya, kato di depan teras luas mansion itu.


Kim dan jenny, memberi senyum terbaik mereka dan menyalami wanita yang kira-kira berumur sekitaran 46 tahunan.


"Selamat, siang, nona, Kimberly dan nona, Jeniffer." Sapa Haruka, asisten nyonya Gabriela kato.


"Selamat siang juga nyonya, Haruka.!? Balas keduanya sopan sambil membungkukkan badan mereka mengikuti adat orang-orang Jepang saat menghormati seseorang.


"Silahkan, nona-nona. Nyonya Gabriela kato, sudahlah menunggu anda di ruang kerjanya. Tinggal saja barang-barang kalian biarkan para pelayan yang memindahkannya. Ujar, asisten nyonya Gabriela kato.


Kimberly dan Jennifer, pun menurut dan mengikuti langkah asisten nyonya, Gabriela kato itu yang menuju sebuah ruangan di lantai dua mansion itu.


"Clek."


"Nyonya."


"Kalian sudah datang rupanya.?!


"APA,"


"Aku, harus menjadi istri anak anda.!!!


"Baiklah, aku bersedia."


Ok next nanti malam lagi teman-teman pencinta noveltoon. Silakan spam komentar kalian terserah kalian mau komentar apa🤣, dan terimakasih banyak atas dukungan kalian semua para BESTie -ku yang baik hati dan yang Bu diman dan pa diman🤣 atas dukungan kalian☺️☺️


Salang Buyung, … eh maksudnya Salang ngeyo❤️❤️❤️ banyak-banyak buat kalian semua. 🥰🥰🥰😘😘


m



mampir yuk kekarya sahabat Uma, kalau mau novel bikin ngakak mampir ajah☺️☺️😁😁🥰

__ADS_1


__ADS_2