
"Akhhh.!!!
Teriakkan kesakitan terdengar disalah satu ruangan di mansion Kato. Gadis yang masih beringsut di sudut ruangan itu, berteriak dan meringis kesakitan, saat sebuah benda merupakan gunting, melukai kulit jari-jari lentik dan lembutnya. Jari kukunya yang cantik itu terlihat mengerikan. Di setiap jari tangan Clara mengalir cairan merah segar menetes ke bawah lantai. Clara hanya mampu berteriak memanggil mommy nya dan juga sang asisten Malika yang hanya tertegun di ambang pintu melihat keadaan nona muda-nya.
"Ahkkkk!!
"Hentikan. Ini sangat sakit, bedebah.!!! Hardik Clara dengan wajah yang sudah berantakan.
"Hentikan, wanita sialan.!" Maki clara lagi.
"Sabarlah, nona muda. Tiga jari lagi." Ujar Kim dengan senyum miring.
"Aku mohon! Hentikan ini sakit, aku sudah tidak kuat.!" Mohon Clara dengan wajah pucat dan lemah.
"Asal kau tahu, nona. Ini adalah hukuman buat seorang wanita murahan yang mencoba menggoda suamiku. Kau beruntung hanya kulit jari mu saja yang menjadi mainanku. apa Kau mau, wajah cantik mu ini menjadi daftar untuk bahan percobaan ku.?" Pungkas Kim penuh kata-kata mengerikan.
Kim menatap Clara dingin dan dia sengaja memotong kuku-kuku Clara sangat dalam sehingga kulit jari Clara ikut terpotong. Lagi dan lagi. Clara berteriak sakit.
"Mommy!! Teriak Clara memanggil sang mommy.
"Ck! Kukira kau suhu ternyata cupu.!" Cibir Kim dan memberikan dua kali tamparan di wajah Clara yang berisik.
"Bukankah dimana-mana Upik abu akan berubah cantik? Tapi kenapa kau dari Cinderella berubah Upik abu? Apa tujuanmu nona muda.!" Ujar Kim penuh penekanan.
Clara tidak mampu lagi menyahuti ucapan pedas Kim. Ternyata wanita ini sangat mengerikan. Satu lagi mulut wanita ini sangatlah tajam.
"Katakan. Apa tujuanmu berada di sini? Apa itu karena suamiku yang begitu tampan.?" Kim menyoroti gadis yang terlihat menyedihkan itu.
"Jangan menangis. Karena ini salah mu mengganggu wilayah ku dan milikku. Beginilah caraku memberi efek jera pada bibit pelakor." Sarkas Kim dingin.
"Aku hanya menginginkan Arthur menjadi milikku dan menyingkirkan mu.!" Jawab Clara penuh keberanian kepada Kim. Dia menyemangati dirinya untuk tidak direndahkan oleh wanita di depannya. Ia adalah keturunan dari Lincoln dan Caroline yang terkenal kejam dan licik.
"Wow. Aku suka keberanianmu, nona.!" Cibir Kim.
"Aku pasti bisa mendapatkan Arthur dan menjadikan milikku.!" Tantang Clara penuh keberanian dan tatapan percaya diri.
"Wow! Sayang. Apa kau dengar itu? Ternyata dia sangat tergila-gila padamu, suamiku.!" Kim menoleh ke arah suaminya yang hanya terdiam melihat kengerian sang Istri. Ayolah sejak tadi tangannya sudah gatal ingin ikut bermain-main dengan sang istri. Tapi ia harus menahannya. Demi menjaga titelnya sebagai suami manis dan polos.
"Arthur hanya memberi ciuman jarak jauh pada sang Istri. Dan dibalas pula oleh Kim.
__ADS_1
Mommy dan Amber hanya terdiam sejak tadi, mereka terlalu malas ikut menimpali kegiatan mengerikan Kim. Mereka juga tidak peduli jeritan kesakitan Clara. Mommy bahkan merekam kegiatan mengerikan Kim kepada Clara.
"Ternyata. Kau berani dan nekat juga, nona." Sela Kim pelan.
"Karena aku diajarkan untuk berani dan bermain cantik." Sengit Clara. Sakit di jari-jarinya tidak ia hiraukan. Tetesan darah dari jari-jari lentiknya tidak dipedulikan. Ia harus melawan wanita mengerikan ini. Yang sudah berani melukainya dan menyakiti fisik dan hatinya. Ia selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya, kalau dia harus melawan musuhnya kalau perlu lenyapkan saja musuh yang berani menantang mu. Kelebakan nasehat orang tuanya membuat keberanian Clara muncul.
Clara menatap Kim tajam. Dengan tertatih Clara bangkit dan membuka tampilan culunnya. Terlihat wajah asli wanita itu yang terlihat cukup menarik.
Asistennya di ambang pintu hanya bisa berdoa dan memberi peringatan kepada majikannya itu melalui gelengan dan lirikan mata.
Kim bersiul sambil melipat tangannya didepan dada. Dia menyeringai melihat perubahan ekspresi wajah Clara.
"Aku bersumpah akan melenyapkanmu, wanita sialan.!" Hardik Clara dengan wajah berapi-api.
"Tutup mulutmu, jaalang.!" Bentak Arthur. Suara yang paling ia benci adalah saat Istri sempurnanya dibentak dan dihina orang lain.
"Kau membentuk, Arthur.?" Sela Clara dengan tidak tahu malunya.
"Kau membentak ku hanya karena wanita ini. Wanita yang baru kau kenal? Sedang aku. Aku adalah wanita yang dari dulu menginginkan mu.!! Pekik Clara dengan wajah tidak tahu malunya.
"Cih! Ternyata dia bibit pelakor yang sangat liar.!" Batin Kim, dengan santainya melihat drama menyedihkan Clara.
Arthur hanya mengerutkan dahinya dalam. Begitu pun juga mommy dan Jenny. Mereka mengakui keberanian Clara.
"Sayang. Kau dengar itu? Dia mencintaimu dan sangat menggilaimu, honey.!"
"Ck! Keluarga tidak punya malu!" Batin mommy.
"Dasar benalu abadi! Jenny membatin dengan tatapan membenci kepada Clara.
"Hei, … wanita sialan. Jangan memanggil dan menggoda Arthurku.!! Pekik Clara yang tidak terima Kim memanggil Arthur mesra.
Hidung Kim terlihat mengkerut dan melihat Clara jengah.
"Why! Dia suamiku. Dia milikku. Jadi terserah aku mau memanggilnya apa. Bercinta dengannya pun di depan mu kami juga bisa. Siapa yang akan berani ikut campur urusan kami.!" Imbuh Kim pedas.
"Tidak! Dia bukan suamimu, dia milikku. Aku akan membunuhmu dan menjadikan Arthur milikku selamanya.!" Pekik Clara lagi, kali ini gadis itu lebih menggila.
"Aku belum membuatmu gila, kau sudah mendahului ku.!" Cibir Kim santai.
__ADS_1
"Dasar wanita sialan. aku akan membunuhmu.!!! amuk Clara, yang siap untuk menyerang Kim.
Kim mengedipkan matanya kearah Arthur, agar tetap ditempatnya.
Kim menangkis tinjuan Clara yang menuju wajah cantiknya dengan gesit. Kim tersenyum remeh ke arah Clara yang mendegus kesal.
Clara yang sudah diliputi amarah menyerang Kim dari bawah mengunakan lututnya. lagi-lagi dengan santainya Kim bisa menghindar. ia bahkan menahan kaki Clara dan membanting nya kelantai. Kim juga menginjak perut datar Clara dengan sangat kuat. Clara terbatuk dan darah segar keluar dari mulutnya.
"nona!!! pekik Malika. ia yang akan membantu nona-nya itu, di cekal oleh Jenny. ia sudah tidak sabar lagi melihat reaksi nyonya Carolina,, saat melihat putrinya dalam keadaan sekarat.
"shttt! keluh Clara, merasa amat sakit di ulu hatinya. ia mendongak dan menyoroti Kim dengan manik mematikan. meskipun keadaannya sekarang begitu memprihatinkan. bajunya pun sudah si penuhi cairan merah dari mulutnya.
Kim menekan perut Clara kuat. menahan wanita itu yang ingin bangkit. Kim lebih menekankan lagi kakinya di perut gadis itu lebih kuat. membuat Clara berteriak kesakitan.
"nona! pekik kembali Malika. ia berusaha melepaskan tangan Jenny di telapak tangannya.
"Aku mohon, nona Kim. lepaskan nona saya.!" mohon Malika. ia tidak tahan melihat kondisi nona mudanya itu.
"nona. aku mohon lepaskan nona, Clara.! pintanya lagi.
Kim tidak mengindahkan permohonan Malika. ia kembali memberi pelajaran kepada Clara.
Kim membungkukkan sedikit badannya untuk meraih rambut Clara. setelah itu Kim menarik kasar rambut kecoklatan gadis itu dan lagi dan lagi. Kim membenturkan kepala Clara kedinding. membuat gadis itu seketika tidak sadarkan diri. Clara merosot kelantai dengan keadaan mengenaskan. kepala yang bocor dan tentu saja ulu hati Clara pastilah terluka oleh tekanan kaki Kim.
"nona!!! pekik Malika. ia lantas berlari kearah nona-nya itu dan membawanya kepangkuan nya. menepuk wajah pucat Clara.
"kalian keterlaluan! teriak Malika.
"aku pastikan, kalian akan mendapatkan balasannya dari nyonya dan tuan Lincol." ujar Malika dengan tatapan permusuhan.
"bawa dia. dan kirim rekaman tadi pada wanita itu." perintah mommy kepada bibi Haruka.
"baik nyonya.!" sahut Haruka dan membungkuk hormat.
"aku ingin tau reaksi wanita itu saat melihat kegerian keponakannya sendiri.!" gumam mommy pelan.
"kalian akan membayar mahal ini semua. terutama kau.! Malika menunjuk Kim yang hanya menyerigai licik kepadanya.
"dasar wanita gila, mengerikan.! teriak Malika saat diseret oleh beberapa anak buah mommy. sedangkan Clara sudah di bawah lebih dulu. mereka akan mengembalikan Clara pada kedua orang tuanya yang licik itu. mommy sangat yakin Carolina pasti akan mendatanginya.
__ADS_1
"kita lihat bagaimana reaksi mu melihat kegerian anak dari saudara mu sendiri, Carolin?!