Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab pengumuman


__ADS_3

Kita mulai, sekarang?" Dengan perasaan campur aduk, Brian mengajak Lily untuk melakukan adegan intinya. Suara Brian terdengar bergetar, wajah tegang, kedua telapak tangannya terasa berkeringat.


Lily lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepala dengan perasaan gugup, ia bahkan memejamkan kedua mata sambil mencengkram kuat sprei.


Kini Brian memposisikan tubuhnya di depan inti tubuh sang istri. Lily mengangkat sedikit kepala juga tubuhnya, melihat belut jumbo suaminya kini menjulang tinggi dengan posisi melengkung, memiliki warna agak kecoklatan namun terlihat begitu seksi. Lily meneguk ludahnya sendiri, saat benda tak bertulang, namun mampu berdiri tegak, benda tumpul yang menjadi wadah tempat penyimpanan benih-benih berkualitas mereka.


"Aku akan memulainya," gumma Brian yang kini sang belut jumbo sudah berdiri dengan gagah di depan pintu kerang ajaib istrinya. Dengan tangan gemetar, Brian menyentuhkan ujung kepala belutnya di muka pintu kerang sang istri.


Jujur pria itu begitu gugup dan tiba-tiba terserang kepanikan, mengingat perkataan salah satu temannya yang wanita, bahwa awal pembukaan pasti akan terasa menyakitkan.


Brian masih membeku di posisinya dengan si belut jumbo yang masih berdiri gagah sempurna, dengan garis-garis urat yang tampak menonjol.


Pria itu memeriksa keadaan di dalam kamar, takut akan datang kembali gangguan untuk menggagalkan, dalam rangka peresmian pabrik benihnya.


"Ada apa?" Lily mengangkat sesi kepalanya, melirik sang suaminya yang tampak gelisah.


Brian menatap istrinya dan pria itu hanya bisa menggelengkan kepala. "Aku hanya mengyakin tidak ada pengganggu," ujar Brian.


Lily hanya tersenyum gugup, melirik milik suaminya yang masih mematung di depan miliknya.


"Katanya ini akan terasa menyakitkan, kalau kau tidak tahan, kita akan melakukannya dengan cara mencicil," tandas Brian sejenak mengajak istrinya bernegosiasi agar tidak menyakiti sang istri.


"Mencicil?! Lily tampak mengernyit heran dengan perkataan suaminya ini.

__ADS_1


"Hum, malam ini ujung kepala, besoknya masuk sepertiga, lalu esoknya lagi, seperempat, dan seterusnya kita akan melakukannya sedikit demi sedikit hingga semuanya bisa bebas ke dalam, kau juga tidak akan kesakitan." Jelas Brian dengan wajah yang masih terlihat gugup.


Lily hanya bisa tercengang dengan kedua matanya berkedip-kedip.


"Baiklah, mari kita mulai untuk cicilan pertama," ujar Brian yang kembali mengarahkan ujung kepala belutnya sambil menggesek sebentar, berhasil membuat Lily kembali berhasrat.


Dengan gugup, Brian mencoba memasukkan ujung kepala belutnya di dalam pintu kerang ajaib sang istri, namun ia begitu kesusahan dengan suara nafas tersengal-sengal.


mampir yuk! di kisah anak Kim dan Arthur. kisah ini tentang Daisy.



"Sungguh fisik yang membingungkan, wajah cantik, imut, tapi penampilannya begitu keren dan maskulin? Apa sesungguhnya dia?" Garvin membatin menelisik Sakura dari wajah sampai mata kaki.


"Bugh."


"Aww, hey, apa yang kau lakukan!" Pekik Garvin sambil mengerang sakit saat mendapat satu pukul di wajah.


"Itu untuk pria yang berani menatapku dengan kurang ajar," sahut Sakura dingin.


Garvin kembali menegakkan punggungnya sambil mengusap cairan merah yang terdapat di sudut bibir, tatapan pria itu kini berusaha sinis.


"Hey, manusia tidak jelas, entah kau seorang pria ataupun wanita jangan besar kepala saat aku menatapmu, itu bukan berarti aku tertarik. Dasar manusia aneh." Garvin kini mendekati di depan Sakura, berani menantang wanita itu dengan wajahnya yang begitu merah menahan emosi.

__ADS_1


Sakura menelisik wajahnya tampan Garvin, hingga tatapan wanita itu tertuju ke arah bibir sensual Garvin yang terlihat menggugah selera wanita itu yang sangat anti terhadap seorang pria.


Sakura bahkan meneguk ludahnya, saat bibir itu terlihat terus mengomel dan sesekali Garvin menggigit bibir bawahnya yang berisi dan berwarna merah. Seakan ada sebuah aliran magnet yang menariknya untuk merasai bibir menggoda itu, Sakura pun semakin dekat dengan tatapan terus tertuju kepada bibir Garvin.


Pria itu terlihat bodoh saat Sakura mendekatinya dan Garvin refleks berjalan mundur, wajah pria itu pun tampak kebingungan.


"Hey, apa yang kau lakukan, menjauhlah!" Perintah Garvin terbata, gugup saat Sakura semakin dekat.


Tanpa mereka berdua sadari, Daisy mengambil kesempatan untuk pindah ke kursi kemudi dan siap untuk meninggalkan tempat itu untuk menuju kediaman suaminya.


"Stop!" Pekik Garvin ketika tubuhnya sudah terpojok di sebuah motor besar milik pria itu.


Garvin semakin gugup dan membeku melihat Sakura semakin mengikis jarak mereka dan tiba-tiba, "cup." Bibir keduanya kini saling menempel, Sakura bahkan menyesap bibir bawah pria itu. Sungguh bibir yang sangat manis dan legit.


Garvin tidak mampu untuk berkata-kata, tubuhnya bahkan membeku, bergeming dengan wajah syok, mulutnya yang terbuka memberikan kesempatan kepada Sakura untuk ******* bibir bawahnya.


"Bibirmu sangat manis dan legit, sweetie." Bisik Sakura tepat di atas bibir Garvin yang masih mematung dengan ekspresi terkejut.


"Cup," sekali lagi Sakura mengecup bibir pria itu yang masih melongo tidak percaya.


"Tampan dan hot. Kau milikku sweetie," ucap Sakura sambil mengedipkan mata sebelum membalik badannya.


yang ini kisah Sakura.

__ADS_1



__ADS_2