Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 165


__ADS_3

Arthur hanya bisa menatap nanar pada pemandangan di depannya. Pemandangan yang hanya bisa membuatnya gigit jari.


Pemandangan yang memperlihatkan gunung kembar rasa Mochi kesayangannya, harus menjadi rebutan kelima anak kembarnya.


Gunung yang kini sudah mengeluarkan lahar putih yang mengandung banyak manfaat buat kelima anak kembarnya.


Terus dirinya mendapatkan apa? Si pria sipit ini hanya bisa meneguk ludahnya dan menutup rapat-rapat bibir tipis.


Belum lagi gunung kembar rasa Mochi itu terlihat berbeda. Makin berisi, makin padat, makin membesar dan yang lebih penting makin mengalir sumber nutrisi buat kelima anaknya.


Arthur hanya bisa mengikuti gerakan mulut bayi kembarnya yang menyesap gunung yang sekarang berubah menjadi gunung bernutrisi penting dan berharga buat kelima bayi lucunya.


"Plak"


Satu tepisan pedas Arthur dapatkan saat ingin menyentuh sumber nutrisi anak-anaknya itu.


Tepisan pedas datang dari tangan sang mommy, yang sudah berubah status menjadi grandma bar-bar.


"Mom,!" Protes Arthur.


"Jangan, ganggu mereka," titah sang mommy ratu.


"Aku, hanya ingin merasakannya, mom," rengek Arthur.


"Kau sudah pintar, jadi tidak membutuhkan itu lagi," sahut mommy yang sibuk depok paha baby rose.


"Aku, masih membutuhkannya, mom,"


"Sudah diamlah, ini semua demi hasil karyamu yang sangat kau bangga itu." Mommy mencebikkan mulutnya dan mendengus kesal ke arah putranya yang sangat menyedihkan.


"Kalau, begitu aku pegang yang di bawah saja," seloroh Arthur yang sudah merasa frustasi.


"Apa? Kim beraksi.


"Boleh yah, okusan." Bujuk Arthur dengan wajah menyedihkan minta di tampol.


"Biarkan dia, nak."


"Tapi, mom,"


Arthur yang mendapat pembelaan dari sang mommy merasa di ajak terbang.


Dengan menampilkan senyum secerah musim panas di negara Jepang Arthur memeluk sang mommy.


"Mommy, memang yang terbaik," ujar Arthur.


Mommy dan Kim saling menatap dengan alis terangkat keatas.

__ADS_1


"Jadi, aku boleh memegang gua ajaib istriku, mom." Sambil bertepuk tangan Arthur mendekati Kim yang masih menyusui baby Laly.


"Gua ajaib apa," sela mommy dengan wajah penasaran.


"Benda ajaib isteriku mom, tempat untuk mencetak mereka," seloroh Arthur tanpa tahu dan tempe. Yang lagi-lagi mendapatkan sebuah tepukan keras dari sang istri.


"Cih! Dasar sipit mesum," cibir mommy.


"Berikan, saja dia. Biar si sipit ini tau rasanya memegang gua berlautan merah," cibir mommy dengan mulut yang bersungut-sungut kesal melihat kelakuan mesum putra manjanya itu.


"Gua berlautan merah," tanya Arthur binggung.


"Iya, gua ajaib istrimu lagi kebanjiran berlautan merah."


"Maksud, mommy,"


"Yang jelas kau akan berpuasa selama satu tahun," ujar mommy asal.


"What,!? Pekik Arthur yang tiba-tiba seluruh pensendia nya terasa lemas. Ia yang tadinya merasa terbang ke atas tiba-tiba ia harus mendarat lagi kebawah.


"Pelankan suaramu, anak mommy," bentak mommy Gabriela.


"Mom, apa benar aku harus berpuasa selama satu tahun," tanya Arthur dengan raut wajah sendu.


"Sepertinya," jawab mommy tidak acuh.


"Sabarlah, daddy," sela Kim dan dia terkikik tertahan.


"Oh, no." Arthur merebahkan tubuhnya yang mendadak lemas itu di atas sofa yang berada di kamar bayi mereka.


"selamat, siang semua.!" sebuah teriakan khas tiba-tiba muncul dari arah pintu.


siapa lagi kalau bukan si mantan Casanova culun dan juga sang istri bermata empat.


"Kalian datang,?" sahut mommy menyambut kedatangan keponakan dan juga Jenny.


"Hm. aku merindukan Bab, Mochi," seloroh Jenny semangat.


"Apa, para baby' mochi sudah tertidur,?" tanya Jenny mendekati satu persatu box para baby Mochi.


"Oh, mereka lucu sekali," ujar Jenny.


"Jenny,!" tegur Kim saat sahabatnya itu mengigit kecil telapak tangan baby, lion.


"Aku, suka mendengarnya menangis," kekeh Jenny.


"baby," panggil Nathan.

__ADS_1


"Duduklah, ingat kata dokter kau tidak boleh terlalu lelah," imbuhnya pelan.


Jenny pun patuh dengan perintah sang suami, Jenny menghampiri Kim dan mommy Gabriela.


wanita hamil itu juga memeluk mom Gabriela.


membuat suami culunnya mendegus dan merenggut kesal.


"Bagaimana kehamilan mu, nak." mommy bertanya sambil mengelus perut Jenny yang sudah membesar.


"Sehat, mom. aku hanya tinggal menunggu dia keluar," sahut Jenny.


"Laki-laki atau perempuan," tanya mommy penasaran.


"Kata dokter, laki-laki."


"Benarkah,?!


"Hm."


"Selamat sayang," mommy merangkul erat pundak Jenny dan memberikan kecupan di kening wanita hamil itu.


"Selamat, Jenn," ucap Kim polos.


"Kau, hanya mengucapkan selamat? tidak ingin memberikan ku sesuatu,?"


"Apa, yang kau inginkan," tanya Kim tersenyum tulus.


"10 persen saham suamimu," ungkap Jenny.


"what!! teriak mommy, Kim dan Arthur. sementara Nathan hanya bisa menggaruk kepalanya.


"kalian kenapa. aku cuma mengikuti ucapan suamiku," pungkas Jenny lagi.


dan kini semua mata menatap Nathan yang hanya bisa tersenyum kikuk.


"Aku cuma bercanda, mom, sipit dan kakak ipar. tapi istri cantik ku ini menganggapnya serius," elak Nathan.


"Bukannya, kau menyuruhku mengatakan itu pada, mommy atau Kim. kalau kau menginginkan 10 persen saham perusahaan Kato,?"


"Oh, baby. ternyata mulut mu sangat menghanyutkan," lirih Nathan sambil menatap ngeri tatapan, mommy dan Arthur.


"Dasar culun sialan,"


"JONATHAN!!!


"Oh Tuhan. begini kah rasanya, memiliki seorang istri polos dan sedikit lugu," batin Nathan.

__ADS_1



__ADS_2