Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 83


__ADS_3

Kediaman, salah satu keluarga billionaire terkenal di kota Los Angeles itu kini sudah di hias semewah mungkin. Meskipun Kim menginginkan pernikahan sederhana, tapi tetap saja nyonya Gabriela, tidak ingin menyia-nyiakan momen penuh sejarah buat putra semata wayangnya.


Dengan kekuatan dari dolar, kini halaman luas milik nyonya Gabriela sudah di sulap menjadi, sebuah dekorasi bertemakan outdoor, sebuah pesta pernikahan yang membuat kita merasa seperti berada di kebun bunga yang luas.


Tidak banyak tamu undangan yang mommy Gabriela undang, sesuai keinginan calon menantunya ia hanya melangsungkan pesta pernikahan secara sederhana tapi terkesan mewah.


Nyonya Gabriela, hanya mengundang beberapa keluarga dekat dan juga beberapa bawahnya yang sudah ia percayai, juga beberapa kolega bisnisnya.


Sementara Kimberly, kini sedang di hiasi oleh para make up artist terkenal dan juga mommy Gabriela menyewa khusus perancang baju pernikahan anak dan juga calon menantunya.


Kim terlihat begitu menawan pagi ini, wajahnya hanya di hiasi dengan make up natural saja. Dan baju pengantin wanita itu terlihat sederhana tapi terkesan mewah dan glamor, yang masih menyisakan kesan seksi pada diri Kim. Gaun pengantin tanpa lengan yang berwarna putih itu, memperlihatkan lekuk tubuh indah Kim dan juga memperlihatkan pundak mulus sampai pinggang wanita itu.


Sedangkan Arthur terlihat menawan dengan stelan jas berlapis tiga yang warnanya senada dengan gaun Kim. Arthur terlihat sangat tampan, bak seorang pangeran dari negeri dongeng. Dia terlihat berwibawa dan terkesan cool plus maskulin.


"Ya, ampun. Kau terlihat sangat cantik, nona Kim." Seru penata rias yang melukis wajah cantik, Kim.


"Lihatlah, meskipun make up sederhana tapi kau terlihat sangat cantik dan seksi."


"Aku, yakin semua tamu pasti terkesima padamu, nona." Seru pria melambai itu dengan kehebohan.


"Terimakasih." Balas Kim dengan tersenyum tipis.


"Astaga, nona. Bisakah anda tersenyum? Aku yakin, senyum Anda akan membuat wajah anda terlihat lebih cantik." Heboh pria melambai itu.


Kim hanya membalas kehebohan pria itu dengan senyum tipis kembali.


"Clek." Tiba-tiba pintu kamar Kim, terbuka dari luar dan jennylah yang muncul dari balik pintu.


"Apakah, kau sudah siap.?" Tanya jenny, dengan raut haru dan matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Kau, terlihat sangat cantik, Kimberly" puji Jenny tulus, sambil membawa sahabat rasa saudara itu masuk kedalam pelukannya.


"Aku, berdoa. Semoga ini adalah pernikahan mu yang terakhir, Kim. Dan semoga kau mendapatkan kebahagiaan mu bersama keluarga, Kato." Doa jenny dengan air mata yang sudah merembes membasahi kedua pipinya.


"Amin." Jawab Kim, ikut menitikkan air mata harinya.


"Semoga, kau juga menemukan kebahagiaan mu." Doa Kim untuk sahabatnya.


"Aku akan bahagia jika kau bahagia, Kim." Balas Jenny dengan nada tulus.

__ADS_1


"Oh, kau memang sahabat ku yang baik hati." Seloroh Kim dan mereka perpelukan cukup lama.


"Cepatlah, pangeran mu sudah menunggu. Aku rasa dia sudah menghabiskan cukup banyak tissue." Kekeh Jenny geli.


Yah Arthur yang begitu gugupnya, tidak bisa menghentikan keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya. Pria itu tidak henti-hentinya menghela nafas dan mengusap wajahnya. Dia bahkan sudah menghabiskan beberapa botol air mineral untuk menghilangkan rasa gugup yang melandanya.


"Berhentilah, minum son." Sentak mommy, yang memperhatikan tingkah sang putra.


"Tenanglah sayang." Hibur sang mommy.


"Kau mau, saat pengucapan janji suci. Tiba-tiba perutmu sakit dan kau akan menghabiskan waktu mu di kamar mandi.!? Ujar mommy penuh peringatan.


"A-aku, cuma gugup, mom." Sahut Arthur dengan tergagap.


"Ck, tenang dan berhentilah minum. Sebentar lagi calon istri mu akan muncul." Sentak mommy.


Tidak berselang lama, pembelai pengantin wanita kini, terlihat keluar dari pintu belakang mansion dan melangkah dengan anggun kearah Arthur.


Semua para tamu undangan di buat terhipnotis oleh kecantikan alami seorang Kimberly ligh Hugo. Dan mereka juga di buat kagum dengan lekuk tubuh Kim, yang tercetak di balik gaun pengantin yang memiliki panjang di atas mata kaki itu. Kim terlihat berkelas dan seksi.


Jangan tanyakan dengan pria yang kini membeku di depan sana, dengan mulut menganga dan pandangan memuja kepada calon istrinya itu.


"Lihatlah, son. Menantu mommy sangatlah cantik."


Arthur hanya mengangguk dan matanya kembali membola saat melihat punggung terbuka calon istrinya yang, terekspos begitu indah. Dan menjadi bahan cuci mata bagi para pria yang hadir disana.


Arthur menatap para pria yang ada disana yang menatap calon istrinya penuh kekaguman dan mata mereka tidak lepas dari lekuk tubuh Kim.


"Mom. Bisik Arthur.


"Hm. Gumam mommy yang tersenyum kepada menantunya.


"Kenapa, mommy memberikan calon istriku gaun seperti itu.?" Tanya Arthur kesal


"Kenapa.?" Tanya mommy mengalihkan pandangannya ke arah sang putra.


"Gaunnya, kurang sempurna." Sahut Arthur.


"Kurang sempurna bagaimana.?" Tanya mommy lagi dan menatap gaun yang di kenakan Kim yang begitu semangat di tubuh menantunya.

__ADS_1


"itu, punggung calon istriku terbuka. Mommy mau nanti calon istriku sakit dan kulit mulusnya nanti jadi bahan santapan nyamuk. Cerotos Arthur.


"Cih. Diamlah." Decih sang mommy.


"Lihat, pengantin wanitanya mendekat." Seru mommy, yang matanya sudah berbinar menatap menantunya kagum.


Kim berjalan yang hanya di dampingi oleh jenny dan asisten Haruka. Kim kini sudah berada di dekat Arthur dan juga mommy Gabriela. Kim mengulurkan tangannya kearah calon pembelai pria.


Arthur yang tiba-tiba gugup pun kebingungan harus melakukan apa? Saat ia melihat tangan Kim terulur kepadanya. Ia hanya bisa memandangi uluran tangan Kim dengan tubuh yang sudah berkeringat dingin dan gemetar.


Mommy Gabriela, menyenggol lengan Arthur dan mengedikkan kepalanya kearah tangan Kim.


Arthur tidak bisa mencerna apa yang mommy perintahkan padanya. Tiba-tiba otak dan seluruh tubuh Arthur mendadak lemas dan lemah.


Apalagi otaknya yang polos mendadak blong.


"Arthur." Bisik sang mommy.


"Sambut tangan Kim, son.!" Geram mommy.


"Arthur." Pekik mommy emosi.


Saat putranya itu enggan menyambut uraian tangan Kim. Dan dia juga melihat raut wajah binggung para tamu. Mommy tidak ingin semua tamu mencurigainya memaksa anaknya menikah.


Kim yang merasa tangannya mulai pengal, langsung menarik kasar tangan pria yang akan menjadi suaminya.


Arthur yang terkejut pun refleks menarik Kim kesisi nya. Dengan tangan gemetar Arthur terus menggenggam tangan, Kim.


Janji suci sudah mereka ikrarkan dan mereka kini sudah sah menjadi pasangan suami istri sah.


Pasangan itu kini sedang saling menyematkan cincin pernikahan di jari mereka secara pergantian.


Sorak tepuk tangan membuat suasana menjadi riuh. Dan sorakan para tamu kembali membuat tubuh Arthur menegang dan membeku.


"Cium, … cium … cium." Begitulah sorak para tamu undangan.


Arthur dan Kim saling berpandangan dengan mimik wajah yang kebingungan. Arthur yang kini pandangan berpusat pada satu titik yaitu, bibir seksi Kim.


"Cium, … cium … cium." Sorak kembali para tamu sambil di iringi tepuk tangan riuh.

__ADS_1


__ADS_2