
"Kimby!!!
Teriakkan Jenny menggelegar di ruangan santai di Mansion Hugo. Semua orang dibuat terkejut oleh teriakan gadis bermata empat ini.
"Baby, hati-hati." Sela Nathan yang muncul dari belakang wanita yang baru sehari menjadi istri.
Jenny tak mengindahkan seruan sang suami. Ia tetap melangkah dengan setengah berlari ke arah, Kim dan keluarga yang sedang bercengkrama.
Semua orang mengerutkan alis mereka menatap pasangan pengantin baru ini.
"Kau, pulang.?" Tanya Kim, kata sambutan yang pertama yang ia melayangkan kepada Jenny.
Jenny menatap Kim lekat dengan memicingkan matanya di balik mata kaca bulatnya.
"Kau tidak suka aku, pulang,?" Tanya Jenny balik.
"Entahlah. Aku merasa harus mengusirmu," cetus Kim sambil tersenyum miring.
"Cih! Jenny berdecak dan mendudukkan dirinya di pangkuan sang suami culunnya.
"Bukankah, kalian dalam rangka melaksanakan bulan madu atau madu bulan." Seloroh Arthur.
"Bulan madu berdarah lebih tepatnya," ketus Nathan dengan mengecupi pundak sang istri.
"Berdarah? Lirih Arthur dengan alis tebalnya yang menukik tajam.
"Hm!
"Jangan bilang kau gagal, panen." Seloroh si sipit lagi dengan tawa renyah.
"Cih! Dasar sepupu lacknat.
"Maksud kamu apa, sayang.?! Kali ini mommy menimpali obrolan anak-anaknya. Sejak tadi ia sibuk memilih pakaian buat calon cucu-cucunya di salah satu majalah ternama yang memamerkan produk terbaik dunia.
"Dia gagal merasakan malam pertama, mom." Arthur, si sipit yang menyahut.
Sedangkan Nathan hanya mendelik ke arah sepupunya.
"Katakan, apa yang membuatmu gagal berjuang.!" Mommy kini menatap serius sang keponakan dengan intens.
"Jangan katakan kalau adik tirimu tidak terbangun." Celetuk Arthur, dengan senyum penuh ejekan hakiki.
"Bukan bodoh," ketus Nathan, dengan wajah kesal.
"Jadi! Ucap Nathan dan sang mommy bersamaan.
Sementara Jenny hanya bisa menyembunyikan wajahnya di ceruk Leher jenjang sang suami.
Dan Kim malas ikut menimpali perdebatan unfaedah itu.
Jangan tanyakan daddy Larry dan Lusi, yang malah asyik bermesraan tanpa tau keadaan dan tempat.
Sementara daddy dan mommy Kim, sudah beristirahat di kamar mereka.
"Katakan culun, kenapa kau gagal berjuang.?" Arthur yang begitu penasaran terus saja mendesak sepupunya itu.
"Cih! Bukan urusanmu," ketus Nathan.
"Mommy, lihatlah. Dia membuat kita penasaran.!" Adu nya kepada mommy Gabriela.
Mommy hanya mengedikkan bahunya, tidak acuh.
"Katakan, sepupuku yang paling baik hati.?" Bujuk Arthur.
"Aku terhalang palang merah, sipit. Apa kau dengar aku terhalang palang merah untuk melakukan perjuangan untuk mencapai puncak indah." Sahut Nathan dengan wajah sendu.
"Oh kasih." Balas Arthur, mommy dan Larry.
__ADS_1
Dan tawa mereka terdengar renyah, menertawakan nasib adik tiri Nathan.
"Pasti itu sangatlah menyakitkan," ejek Arthur.
"Pastilah dia akan berdenyut-denyut ngilu." Sambung Larry.
"Aku bisa tebak. Kalau kau melampiaskannya dengan aunty Lax di kamar mandi." Seloroh Larry dan lagi-lagi pria matang ini tertawa puas.
"Dasar pria-pria lacknat." Pekik Nathan.
"Oh! Aku dapat membayangkan wajah frustasimu ." Timpal Arthur.
"Sayang! Bisik Jenny di ceruk leher suaminya.
"Diamlah. Kalian membuat istri ku malu, sialan." Cetus Nathan.
Mommy Gabriela dan Kim hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah para pria di depannya.
"Ada apa, baby.?" Sahut Nathan dengan bisikan juga.
"Aku malu.!" Bisik Jenny lagi dengan setengah merengek.
"Mau ke kamar.?"
"Hm!
"Baiklah, baby."
Nathan pun lantas mengangkat Istrinya ke gendongannya dan melangkah ke arah tangga.
"Kalian, mau kemana? Tanya Arthur.
"Ke kamar." Ketus Nathan.
"Mau apa?
"Bulan madu."
"Bulan madu dengan aunty Lax,"
Dan tawa semua orang pun meledak. Sedangkan Nathan melangkah tergesa-gesa untuk sampai ke kamar mereka dengan wajah kesal.
"Maaf! Cicit Jenny sambil menundukkan wajahnya.
Nathan tersenyum melihat wajah bersalah sang istri.
Ia lalu mendudukkan sang istri di atas ranjang dan Nathan berjongkok di depan sang istri bermata empat itu.
"Kenapa, harus minta maaf.? Bisik Nathan yang melekatkan telapak tangan sang istri di bibirnya dan dia pun mengecup telapak tangan lembut bidadari bermata empat miliknya.
"Karena, aku belum bisa memberikan hak mu." Lirihnya pelan.
"Tapi aku bisa berkenalan dengan mereka dan rasanya membuatku ingin lagi dan lagi." Ujar Nathan sambil menyentuh salah satu buah matang dan padat milik Jenny.
"Ini kenyal dan rasanya legit." Bisik Nathan di tengah-tengah buah matang Jenny.
"Dasar pria culunku yang mesum." Jenny mengacak rambut suaminya yang kini sibuk melakukan acara pertemuan kesekian kalinya di salah satu buah matangnya yang kenyal dan legit miliknya.
"baby! Nathan mendongakkan kepalanya dengan wajah merah dan alunan suara semakin serak-serak seksi.
"hm! sahut Jenny yang wajahnya tak kalah merahnya.
"Aku ingin mereka," izin Nathan manja.
Jenny hanya mengangguk, menyahuti keinginan sang suami.
ia juga sudah terbawa melayang akan permainan Indra pengecap milik suaminya itu di kedua buah matang dan legit miliknya.
__ADS_1
Skipppp ingat lagi puasa.
"istirahatlah, nak. kau tidak boleh terlalu lelah," pinta mommy kepada Kim.
"son! mommy memanggil putra kesayangannya yang sedang bermain catur dengan Larry.
"yah, mom" sahut Arthur.
"Antarkan, istri mu ke kamar nak. ia butuh banyak istirahat dan istri mu tidak boleh terlalu banyak duduk." imbuh sang mommy.
"baik, mom."
"Kau, mainlah sendiri," cibirnya kepada Larry.
"Cih!
"Ayo, okusan.?! ajak Arthur sambil mengulurkan tangannya kepada Kim.
Kim pun menerima uluran tangan suaminya. Arthur menarik lembut sang Istri dari duduk nyamannya.
"mom, aku ke kamar dulu." pamit Kim.
"hm!
"kakak! Kim pamit juga kepada sang kakak.
"iya. istirahatlah."
"Gunakan lift dan jangan sekali-kali kau menaiki tangga, nak." titah sang mommy ratu.
"Baiklah, mommy," Arthur yang menyahuti titah sang mommy dengan memutar bola matanya.
"pegang istrimu, son." pekik mommy. ketika Arthur mendahului Istrinya melangkah.
"sip! sahut Arthur sambil mengajukan jempolnya.
mommy Gabriela hanya menggeleng dan menarik nafas panjang, melihat tingkah sang putra semata wayangnya itu.
"Dasar putra Cedrik." gumam mommy.
mommy membalikkan badannya dan mendapati Larry dan Lusi yang masih tempat mereka semula.
"kalian masih disini? tanya mommy heran.
"kami masih mau di sini, mommy," jawab Larry.
sejak tadi pria setengah matang ini, menggoda Lusi.
"ingat. nikahi dulu dia, baru kau bisa membobol ladangnya juga." sarkas mommy.
membuat Larry dan Lusi menganga dan melotot.
"sudahlah. mommy mau ke kamar dulu."
"Ingat, jangan macam-macam dulu." tegur mommy.
"Yes, mom." sahut Larry dan Lusi bersamaan.
mommy Gabriela pun berlenggang menuju kamarnya yang ada dilantai bawah.
banyak hal yang wanita setengah baya ini, pikir untuk calon, cucu-cucunya.
mommy Gabriela akan memilih nama-nama para calon cucu-cucunya dulu.
ia juga akan menyiapkan perlengkapan buat kelima calon cucu-cucunya.
"OH Tuhan, aku sudah tidak sabar menanti kehadiran cucu-cucu ku,"
__ADS_1