Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 124


__ADS_3

"Ini." Jenny menyerahkan sebuah iPad yang berisi jadwal pertemuan Kim.


Kim meraih iPad yang diserahkan Jenny dan dengan wajah serius membaca jadwalnya.


Alisnya menukik tajam saat membaca, sebuah undangan pertemuan dari seseorang yang sangat Kim kenal. Wanita datar itu menatap Jenny untuk menjelaskan maksud dari wanita licik ini ingin bertemu dengannya.


Jenny menarik nafas dan membuangnya secara kasar. Ia duduk di depan kursi kerjan Kim sambil melipat tangannya di dada.


"Jelaskan.!" Perintah Kim.


"Kau, masih mengenalnya.?" Jenny balik bertanya tanpa menjelaskan kepada Kim.


Membuat Kim geram akan sikap sahabatnya itu.


"Tentu, saja aku masih mengingatnya. Dia wanita yang sudah membuat hidupku menderita." Imbuh Kim dengan wajah yang terlihat suram.


"Dia ingin bertemu denganmu." Sela Jenny.


"Maka aku terima undangannya.!" Sahut Kim datar.


"Apa kau lupa kalau dia sangat licik.?" Celetuk Jenny kembali.


"Maka kita harus lebih licik dari dia." Balas Kim enteng.


"Apa, dia ingin balas dendam padaku.? Tanya Kim dengan tatapan sulit diartikan ia layangkan kepada Jenny.


"Maksud kamu.?" Jawab Jenny sambil membuang wajahnya kesamping.


"Clara!


"Kau mengenal dia rupanya.!"


"Ck! Tentu saja karena hanya keluarga mereka yang memiliki tanda di lehernya.


"Tanda.?" Tanya Jenny binggung.


"Hm. Sebuah chip khusus." Jawab Kim.


"Chip khusus.?" Jenny membeo.


"Mereka menggunakan untuk memata-matai, lawan mereka."


"Haruskah ia juga memberikan itu pada anaknya.?


"Entahlah, tapi aku bisa melihatnya kemari."


"Apa kau tau kabar, sepupumu itu.?!


"Ck! Psikopat gila." Cibir Jenny.


"Kita juga butuh kegilaan untuk membasmi Lawan.!" Sahut Kim dengan seringai.


"Jadi kita menerima undangan, bibi mu ini.!?

__ADS_1


"Hum. Terima saja."


"Kau serius ingin datang menemuinya.?"


"Ehem.!


"Baiklah, nanti malam bersiaplah. Dia ingin bertemu denganmu secara empat mata.!"


"Oke. Ada lagi.?


"Dia juga ingin bertemu Arthur." Sela Jenny membuat Kim mengerutkan dahinya dalam.


"Why." Tanya Kim bingung.


"Entahlah." Sahut Jenny dengan pundak terangkat keatas.


"Dia ingin berkenalan dengan tuan, Arthur mungkin.!"


"Ck!


Jenny hanya tersenyum sinis melihat wajah tidak puas Kim. Sabar ada saatnya kau bisa membalas mereka. Dan, ….,"


"Apa.? Tanya Kim dengan mata memicing ke arah Jenny.


"Lupakan. Mungkin suatu saat akan menjadi kejutan buatmu.!"


"Menyebalkan! Kau membuatku penasaran, sialan.!


"Aku sudah tidak sabar melihat model, dengan bakat jaalang mereka." Sahut Kim sinis.


"Tentu kau akan senang kali ini."


"Maksud kamu.?"


"Cepatlah, kita kesana menemui mereka, agar kau tidak penasaran lagi."


"Berangkat sekarang.?


"Terserah,!"


"Ayo.!"


Kim dan Jenny, kini berjalan keluar dari ruangan CEO. Mereka akan mendatangi tempat pemotretan para model baru untuk salah satu produk pakaian dalam.


Dengan seringai puas, Kim melangkah keruangan paling ujung di lantai lima, bangunan perusahaan miliknya.


Kim membuka kasar pintu ruangan pemotretan itu dengan sangat kasar. Membuat para manusia di dalam sana terloncat kaget.


"Brakk! Pintu itu terbuka lebar seketika. pintu itu bahkan mengenai dinding. Sehingga menimbulkan suara keributan.


"Cih! Kenapa aku harus melihat adengan menjijikkan terus." Sinis Kim dan Jenny.


"MANA PRODUSER KALIAN.!" Teriak Kim mengelegar di ruangan yag dihiasi layaknya sebuah kamar pengantin baru.

__ADS_1


Membuat kedua model beda jenis kelamin itu terloncat kaget dan menghentikan akting mereka dengan, melakukan adengan intim untuk sebuah produk pengaman.


Para kru dan model tersebut menatap Kim binggung dan heran. Mereka berpikir Kim salah satu model


Di perusahaan ini. Sehingga orang-orang disana memandang Kim dan Jenny sinis. Bahkan mereka mencomooh kedua orang penting di perusahaan mereka merintih karir.


"Katakan dimana produser, kalian.!" Tanya Kim dingin. Ingin rasanya Kim membinasakan mereka semua yang sudah mengotori perusahaannya dengan pekerjaan menjijikkan seperti yang ia saksikan sendiri.


Ternyata selama Kim berada di los Angeles, Keanu, membuka penawaran kerjasama untuk para pengusaha yang berhubungan dengan dunia jaaalang alias perusahaan film biru.


Kim yang mendengar itu menjadi geram. Perusahaan yang ia dirikan harus dikotori oleh adengan para bintang film biru. Yang paling membuat Kim menggila saat ia mendengar kalau Keanu juga memakai hotelnya untuk melakukan adengan film dewasa. Ingin rasanya Kim membakar sendiri hotel dan agensinya. Tapi dia berfikir saat, melihat para karyawannya mengais rezeki di tempatnya.


Dengan terpaksa Kim dan Jenny turun langsung untuk membasmi para predator menjijikkan dari perusahaannya.


"MANA PROSEDUR KALIAN.!" Kembali Kim berteriak dan mengambil pajangan cermin disana dan melemparkannya, pada dua model yang tidak mengindahkan kehadiran Kim. Dengan kurang ajarnya mereka malah melanjutkan adengan yang tertunda tadi.


"Prangg.!


"Prang."


"Prang."


Kim menghancurkan tempat itu bagaikan orang kesetanan. Dia tidak menghiraukan makian dan teriakan para kru disana.


"Hei. Apa yang kau lakukan, nona." Bentak salah satu kru disana. Ia menghampiri Kim dan berniat ingin mencekal pergelangan tangan Kim. Tapi dengan segera Jenny menendang perut pria itu. Sehingga pria dengan tubuh tinggi kurus ru terjungkal kebelakang mengenai kamera, yang sedang mengambil adengan ranjang itu.


"prangg."


"akhhh." teriak para model yang sedang menunggu giliran mereka untuk melakukan adengan ranjang selanjutnya.


"hentikan.!" pekik seorang pria buncit dari arah kamar istirahat bersama dengan seorang wanita seksi.


"cih! mereka benar-benar sudah mengotori perusahaan ku." gumam Kim, saat melihat pria buncit yang penampilannya berantakan.


"siapa anda, nona. berani-beraninya anda berbuat kekacauan di lokasi syuting kami." hardik pria buncit tersebut.


Kim tidak menyahuti perkataan pria tersebut. hatinya terlalu panas saat ini. siapa yang akan diam saja, saat tempat usahanya dijadikan lokasi film biru dengan alasan syuting produk pengaman.


Kim meraih sebuah balok kayu yang dipakai untuk mendirikan hiasan di sekitar tempat itu. tanpa basa-basi, Kim memukulkan balok tersebut kearah pria buncit, yang baru menyadari kecantikan dan keindahan tubuh Kim. dia yang akan mengeluarkan gombalan menjijikkannya, harus tertelan kembali saat sebuah balok kayu yang lumayan besar menghantam wajahnya. bukan disitu saja. Kim juga memukulkan balok kayu itu pada tubuh pria buncit tersebut dan terakhir Kim menghantamkan balok keras itu di kepala sang produser.


para kru pun tak tinggal diam saat bos mereka melihat, kini sudah terkapar di lantai dengan cairan berbau amis keluar dari kepalanya.


"dasar wanita sialan.!" umpat salah satu kru tersebut yang memiliki tubuh kekar. ia menyerang kim dengan pukulan tangannya mengarah ke wajah Kim. tapi wanita tangguh ini dengan gesitnya menangkis serangan pria tersebut. dari arah belakang salah satu pria juga ingin menyerang Kim menggunakan, meja kayu yang di pakai sutradara mereka. tapi lagi-lagi Kim bisa menghindar dan menjadikan pria kekar itu tamengnya.


setalah pria itu sudah tumbang dan pria satunya hanya bisa bergeming, kim tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, saat lawannya lengah. Kim meraih balok kayu yang ia gunakan tadi dan segera saja memukulkan kearah, kepala pria tersebut dan akhirnya sang pria tumbang dengan percikan cairan merah keluar dari kepalanya.


Kim menoleh kearah Jenny yang juga sedang melawan beberapa pria bertubuh besar. tapi dengan kelincahan dan ilmu bela diri yang wanita itu miliki mampu, melumpuhkan semua pria itu.


setelah semua para kru pembuatan film biru itu terkapar dilantai. Kim dan Jenny menatap para model di agensinya yang mengambil peran ganda. sebagai model dan juga sebagai pemain film biru.


"kalian di pecat."


__ADS_1


__ADS_2