Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 145


__ADS_3

"Apa kau yakin baik-baik saja, sayang," mommy Gabriela bertanya dan memeriksa keadaan menantu kesayangannya itu.


"Hu'um. Cuma pusing sedikit, mom.!"


"Nanti juga hilang sendiri," sahut Kim yang kini berada di dalam pelukan Arthur.


"Kemarikan, menantuku.!" Pinta mommy, yang ingin menarik Kim dari pelukan Arthur.


"No, mom. Aku tidak akan melepaskan istri ku." Elak Arthur yang kini memunggungi sang mommy.


"Arthur Cedrik Kato.!" Geram sang mommy.


"Mommy! Sahut Arthur dengan nada manja.


"Sini.!" Mommy menarik lembut tangan Kim dan mendudukkannya di sampingnya.


Kim seperti seorang bayi yang menjadi bahan rebutan mommy dan sang anak.


"Ck! Dasar sipit anak mommy." Cibir Larry dengan senyum yang mengejek kearah adik ipar sipitnya itu.


"Kau! Geram Arthur tanpa suara.


"Apa? Tantang Larry tanpa suara juga.


Arthur memberi sebuah gepalan tangannya kearah Larry, melalui udara.


Dan dengan santainya Larry menangkap tinjuan udara Arthur dan memasukannya kedalam saku celananya.


Arthur memberi tatapan permusuhan kepada kakak ipar melambainya itu. Dan Larry hanya memberi Arthur sebuah kiss jauh dan berkedip nakal. Membuat Arthur tiba-tiba mual.


"Owek!


"Kau kenapa.?" Tanya mommy, menjeda obrolan hangat bersama menantu kesayangannya.


"Menjijikkan! Gumam Arthur.


"Apa yang kau katakan anak, nakal.!" Hardik sang mommy.


"Tidak ada yang aku katakan, mom.!"


"Dasar anak kurang di hajar.!" Hardik mommy kembali.


"Aku kurang nutrisi dan imun ku, mom." Sahut Arthur lesu.


"Apa?


"Aku lagi menjalankan puasa, mom.!"


"Puasa? Mommy menukik alisnya heran dan bingung dengan ucapan ambigu sang putra.


"Puasa di ranjang, mom.!"


"Itu sangat menyiksa batin dan juga benda ajaib ku, mom." Adu Arthur.


"APA.!" Pekik mommy dan Larry.


Sementara Kim hanya bisa merebahkan punggungnya di belakang sambil memijat keningnya


"Oh Tuhan.!


Sedangkan mommy dan Larry tertawa renyah, mendengar keluh kesah Arthur. Arthur hanya bisa mencebikkan bibir tipisnya ke arah, mommy dan Larry.


"Okusan!


Arthur menyingkirkan sang mommy dengan pelan dan membawa istrinya itu kedalam pelukannya.


"Apa masih sakit.?" Tanya Arthur lembut.


Kim menggeleng di dalam pelukan Arthur.


"Apa kau butuh dokter.?" Kembali Arthur merasakan istrinya menggeleng.


"Yang kau butuhkan apa, Okusan ku.!" Tanyanya dan memberikan kecupan bertubi-tubi di kening Kim.


"Aku, hanya butuh pelukanmu, sayang," lirih Kim dan ia mengeratkan pelukannya di tubuh kekar sang suami.


"Dengan senang hati, aku akan memelukmu, okusan." Bisik Arthur di kening sang istri.


"Ck! Mommy dan Larry berdecak melihat adegan romantis pasangan suami-istri yang tidak tau tempat itu.


*

__ADS_1


*


*


"Mommy.! Pekik Nathan saat melihat sosok mommy Gabriela.


"Oh putra, mommy yang mesum." Sahut mommy dan membalas pelukan keponakan dari suaminya itu.


"Ck! Decak Nathan.


"Halo, Jenny sayang." Sapa mommy kepada Jenny yang terlihat lelah.


"Lihatlah, wajahmu di penuhi oleh darah," ujar mommy.


"Ternyata, kekasihku ini sangat lah mengerikan, mom," Nathan menyela ucapan mommy.


Nathan terlihat bergedik mengingat kesadisan bidadari kacamata nya dalam membantai Lucas dengan samurai.


Hampir saja Nathan mendapatkan tebasan belati Lucas. Untung saja Jenny dengan gerakan lincah mengayunkan samurainya di lengan Lucas.


Membuat Lucas kehilangan lengannya di saat itu juga.


Nathan yang tidak terlalu menguasai benda tajam kalah oleh kekuatan Lucas dan soal sobek menyobek kulit manusia. Terlihat beberapa luka sobekan di bagian perut keras Nathan.


Nathan hanya bisa tercengang dan membelalakkan matanya saat kekasih bermata empatnya menyayati tubuh Lucas.


Nathan hanya bisa menahan rasa mual nya. Ketika Jenny menebas tangan Lucas yang satunya lagi. Dan terakhir Jenny menebas leher Lucas. Membuat Nathan mengeluarkan isi perutnya.


"Kekasih.?" Mommy terdengar membeo.


Nathan tersadar dari lamunannya ketika Jenny menyikut lengan kekarnya.


"Hm! Gumam Nathan lembut, jangan lupa tatapan pria itu membuat wanita akan menyerit meskipun terhalang oleh mata kaca alias kacamata.


"Kekasih! Ujar sang mommy.


"Ia mommy sayang! Jenny adalah bidadari ku yang datang dari mommy dan menyentil hatiku," sahut Nathan dengan nada usilnya.


"Dasar anak kurang di kutuk." Sungut mommy Gabriela.


"Ayolah, mom. Aku dan bidadari ku ini saling mencintai." Ujar Nathan.


"Benarkah, sayang?" Kali ini mommy Gabriela bertanya kepada Jenny.


"Serius! Pekik mom Gabriela.


"Iya, mommy cantik." Jawab Nathan.


"Mom, bertanya pada Jenny anak, nakal." Mommy menepuk kuat lengan keras Nathan.


"Sama saja, mom. Bibir Jenny adalah bibirku, dan bibirku adalah bibir Jenny." Celetuk Nathan yang lagi-lagi mendapatkan tepukan kali ini di kepala.


"Mom, tidak setuju!


"Apa?


"Jenny menjadi kekasih mu."


"What!


"Pelankan suaramu, Jonathan.!" Pekik mommy Gabriela.


"Kau dan Jenny tidak cocok."


"Di sebelah mana, mom. Aku dan Jenny tidak cocok."


"Kami, sama-sama memiliki empat mata dan kami sama-sama suka berciuman, jadi disebelah mana yang menurut, mommy tercinta, tersayangnya dan tercantik, kami tidak cocok." Imbuh Nathan.


"JHONATAN!"


"Yes, mom."


"Apa perlu aku menghamili, kekasihku dulu baru kami cocok,?" Cerotos Nathan.


"JHONATAN!! Pekik mommy Gabriela.


"Yes, mom."


Sementara yang lain hanya menyimak dan menikmati wajah frustasi Nathan yang menjadi korban pelampiasan Omelan mommy Gabriela.


Jenny meraih jemari kekasih mesum nya dan menggenggamnya erat. Ia bahkan menyadarkan kepalanya di bahu Nathan.

__ADS_1


"Baby! Adu nya manja.


"Love you."


"Love to, baby.!


Masih di ruangan utama Mansion Lincol.


"Nyonya." Haruka datang dari arah luar dan menyapa sang nyonya.


"Kau, menemukannya.?"


"Iya, nyonya."


"Hm!


"Bawa kami ke sana.!"


"Siap, nyonya."


"Kalian semua ikut, mommy.!" Perintah mommy Gabriela.


Semua yang ada di sana saling menatap dengan wajah penuh tanda tanya. Arthur menggeleng saat Kim menatapnya.


Mommy  dan Haruka melangkah lebih dulu dan diikuti kelimanya.


"Tunggu! Seru Larry.


"Apa? Tanya Jenny binggung.


"Lusi kemana.?" Tanyanya lagi.


"Entah! Sahut Jenny sambil mengangkat bahunya.


"Tunggu! Teriak Lusi dari arah ruangan belakang.


Semua orang menoleh ke arah Lusi yang terlihat pucat.


"Apa yang terjadi dengan mu.?" Kim mendekati Lusi yang nampak terlihat lesu.


"Tidak, aku hanya sedikit mual." Jawab Lusi.


"Mual? 


"Hum. Aku mual melihat kakak, Jenny membunuh pria itu." Keluh Lusi.


"Ck! Lemah." Decak Jenny.


"Kalian. Cepatlah.!" Sentak mommy.


Mereka pun melanjutkan langkah mereka menuju keluar mansion. Dan terlihat Haruka dan mommy berjalan ke arah samping mansion Lincol.


Ke enam pasang mata itu hanya saling melirik. Dan mereka merasa penasaran. Entah dibawa kemana kah merek oleh mommy Gabriela.


Mereka terus berjalan di sebuah jalan rahasia yang terdapat di bawah tanah yang begitu pengap dan kurang penerangan.


"Kami, mau dibawa kemana, mom.?" Nathan yang sudah mulai lelah bertanya kepada mommy Gabriela.


"Diamlah dan ikuti saja, mommy." Bentak mommy pelan.


"Menyebalkan! Sungut Nathan.


"Baby, apa kau tidak lelah.?"


"Sedikit!


"Apa kau ingin aku, menggendongmu.?"


"Tidak." Tolak Jenny.


"Kau yakin.?


"Hum!


mommy terus berjalan dengan Haruka didepan memimpin jalan.


Entah kemana mommy Gabriela membawa mereka. 


Mereka terus berjalan di jalanan rahasia yang remang-remang itu.  Hanya ada dengusan dan decakan yang keluar dari mulut Nathan dan Arthur.


"tahanan, bawah tanah.?"

__ADS_1


"mommy, daddy.!!!!


🌹 lanjut nanti malam yah🌹 seperti biasa diriku harus menyiapkan takjil duloe gais🤣


__ADS_2