
Dahi jenny mengerut saat melihat, Kim yang baru tiba di ruang makan, dengan wajah tertekun heran dan binggung dengan melihat penampilan Kim pagi ini.
Bagaimana semua orang yang ada di mansion itu, tidak heran saat melihat penampilan aneh Kimberly pagi ini.
Kimberly, yang perpenampilannya jauh kata sempurna bagi seorang wanita karir yang sukses dan juga bagi kalangan sosialita.
Kim memakai pakai kaos ketat tanpa lengan berwarna hitam dan bawahan celana jeans hitam yang terdapat banyak robekan dari lutut hingga paha, dan Kim melapisi atasan kaos tanpa lengannya dengan jaket demin berwarna hitam.
Rambut pendek super cepak-nya yang berponi samping itu di biarkan berantakan.
Meskipun penampilan Kim, begitu celeneh tidak menghilangkan wajah cantiknya, malahan wajahnya terlihat seksi dan fres.
"Kau, mau kemana.?" tanya jenny sambil menelisik penampilan Kim dari atas sampai kaki.
"Kantor." jawab Kim. pendek, jelas dan sesingkat-singkatnya. membuat jenny berdecak kesal.
"Kau, ke kantor dengan penampilan seperti ini.?" tanya Jenny dengan menunjuk penampilan Kim, yang jauh dari kata sempurna bagi kalangan wanita karir seperti dirinya.
"Ada yang salah dengan penampilan ku.?"
"Kita, mau kekantor Kimberly. bukan untuk tauran."
"Terus apa hubungannya dengan penampilan ku.?"
"Kimberly ligh Hugo, yang super cantik. kita mau ke kantor untuk bertemu klien kita? bukan bertemu musuh Kimberly.!! geram jenny yang tidak habis pikir dengan pikiran nona boss-nya ini.
__ADS_1
"Klien? siapa.?" tanya Kim sambil memulai menyesap minuman coklat panasnya.
"Dubai." jawab jenny pendek.
"Ck. jadi aku harus bertemu lagi dengan pria mesum, brengsek itu. apakah tidak ada pria lain selain dia yang ingin berkerjasama denganku? aku muak berada di dekat pria brengsek." decak Kim kesal.
"Dia, klien kita yang sangat penting Kim. jadi jaga sikapmu," ok." pesan jenny.
"Aku, tidak yakin." balas Kim dengan wajah datar.
"Terserah." keluh jenny pasrah.
" Cepatlah, makan sarapanmu dan ganti pakaian jelek mu ini." perintah jenny galak.
"Kimberly, kita akan ke kantor dan bertemu klien kita." terang jenny frustasi.
"Terus masalahnya dimana? bukankah perusahaan itu milikku, yang menggaji karyawan aku dan kalau pria mesum itu ingin membatalkan kerjasama it,s ok. aku tidak masalah, malahan aku akan merasa senang." jawaban cuek Kim, membuat jenny lemas tak berdaya.
"Oh God. untung aku menyayangimu Kim. kalau tidak aku pasti sudah lama meninggal mu." ujar jenny.
"Pergilah, kalau kau ingin pergi. tidak ada yang melarangmu." saut Kim enteng dengan wajah lempengnya.
" Lama-lama, bersamamu aku bisa cepat tua." keluh jenny.
"Bukankah, kau memang sudah tua.?" sindir Kim dan mencebikkan mulutnya yang terisi makanan.
__ADS_1
"Karena ulahmu, aku cepat tua." desis jenny.
"Cepatlah, habisi sarapanmu. kita akan ada pertemuan setengah jam lagi." ujar jenny dan melihat jadwal Kim yang di kirimkan Julia tadi.
Merekapun melanjutkan sarapannya dalam keheningan, jenny yang berdoa supaya Kim tidak berulah. sedangkan Kim, menerawang tajam kedepan sambil memakan sarapannya.
*
*
*
"Ingatlah, Kim jangan membuat masalah." pesan jenny sesaat setelah tiba di basement perusahaan Kim.
"Hm." gumam Kim santai.
Jenny hanya bisa menarik nafasnya pelan dan membuangnya kasar.
Mereka turun dari mobil yang terparkir di parkiran khusus CEO dan menaiki lift khusus untuknya juga.
Kim menyadarkan punggungnya ke dinding, dengan bergaya bak seorang pemuda tampan dan cool.
Kim, tidak mempedulikan pendapat kliennya saat melihat penampilan buruknya. ia hanya ingin memakai pakaian yang ia mau dan nyaman untuknya
Kim ingin menjadi dirinya sendiri, tanpa di atur oleh orang lain, seperti malvin yang sering menyuruhnya untuk memamerkan tubuh indahnya dulu dan menyuruhnya menjadi wanita anggun.
__ADS_1