
Larry merebahkan tubuh tingginya di atas ranjang, pria dengan wajah rupawan ini menerawang jauh, mengingat kejadian empat bulan yang lalu.
Dimana ia dan gadis imutnya akan melangsungkan acara pertunangan yang mengikat erat hubungan mereka.
Lebih tepatnya Larry lah, yang ingin mengikat Lusi.
Larry yang sangat mencintai gadisnya tidak akan rela kehilangan gadis imut kesanggupannya.
Larry pun begitu posesif kepada Lusi. Ia tidak akan rela dan membiarkan satu pria pun menyentuh gadisnya.
Dengan setia Larry menemani sang kekasih melakukan pemotretan, dimanapun dan kapanpun.
Larry yang baru merasakan jatuh cinta tidak akan mudah melepaskan cinta pertamanya itu. Larry akan terus mencari keberadaan gadis imutnya dan ia sangat yakin akan menemukan Lusi.
"Honey, aku merindukanmu," lirih Larry sambil memeluk dirinya sendiri. Ia membayangkan di mana gadisnya sangat menyukai pelukan hangatnya.
Memeluk erat tubuh mungil menggemaskan Lusi, memeluknya dengan lembut dan penuh kehangatan.
Lusi akan menghirup aroma tubuh kekar Larry dengan tangan mungilnya melingkar di ceruk leher Larry.
"Aku mencintaimu, Daddy, sangat … sangat mencintaimu,"
"Aku juga mencintaimu, honey, dan lebih, … sangat mencintaimu,"
"Benarkah,?"
"Hm, honey."
"Cup."
"Aku menyayangimu, daddy,"
"Aku mencintaimu, honey, Cup."
"Aku sangat suka aroma tubuh, daddy, ini membuatku tenang."
"Tubuhku, hanya milikmu, honey."
"Hm. Semua yang ada pada pada tubuh, daddy adalah milikku sekarang. Tidak ada yang boleh menyentuh milikku."
"Astaga, kau begitu menggemaskan, honey."
"Aku, ingin sekali memakanmu,"
"No. Ingat kata, mommy. Harus nikahi aku, baru daddy bisa memakanku."
"Hm. Sekarang gadis imut ku ini, sudah pintar mesum rupanya,"
"Daddy geli,"
Larry menitikkan air matanya mengingat kenangan kebersamaan dengan gadis yang begitu amat dicintai.
Wajah dan tawa gadisnya selalu terngiang-ngiang di pikiran Larry.
Sikap manja Lusi, sikap menggemaskan gadis itu dan juga sikap polosnya yang begitu Larry rindukan.
"Aku, sangat merindukan, honey." Larry berbisik pada dirinya sendiri dan memandangi cincin pertunangan mereka. Cincin yang seharusnya mengikat hubungan mereka agar selalu bersama dan membawa hubungan mereka jenjang yang lebih serius lagi.
"Aku, pasti akan menemukan, honey," bisik Larry lagi yang ekor sudah basah oleh cairan bening.
"Percayalah, honey. Aku tidak pernah melakukan itu padanya. Hanya kau satu-satunya wanita yang membuatku jatuh cinta, honey. Aku juga tidak mengenal wanita sialan yang sudah menghancurkan hubungan kita," Larry meracau dengan lelehan air mata yang membanjiri wajahnya itu.
__ADS_1
"Seharusnya, sekarang kau sudah berada di sisiku, honey. Kita seharusnya sudah hidup bersama."
"Ini, semua karena, wanita murahan itu. Yang sudah membuatmu pergi, honey. Aku bersumpah akan membuat wanita jalaang itu menyesal sudah membuatmu pergi dariku. Aku akan membuatnya menderita." Tiba-tiba wajah menyedihkan Larry berubah amarah yang sangat mengerikan.
Larry tidak akan membuat wanita asing itu merasa menang, ia akan berbuat perhitungan untuk wanita murahan yang sudah memisahkan dirinya dengan Lusi.
Ia tidak akan terima dijadikan sebuah tumbal untuk mengakui anak yang ada dalam rahim wanita jalaang itu. Karena ia merasa tidak pernah melakukan hubungan terlarang dengan wanita manapun.
Jadi pertanyaan Larry hanya satu. Apa maksud wanita asing yang sudah menghancur hubungannya dengan Lusi. Dan kenapa wanita itu sangat berani mengakui dirinya adalah ayah dari bayinya.
Apa tujuan wanita asing itu, masuk ke kehidupan keluarganya.
Larry sudah memutar otak untuk mengingat wanita asing itu, tapi hasilnya nihil. Larry tak sedikitpun mengingat dimana ia pernah menghabiskan waktu satu malam penuh peluh dengan wanita murahan itu?
"Yang dikatakan, mommy benar, aku harus mencari tahu tujuan wanita sialan itu. Baru aku mencari tahu keberadaan gadisku," monolog Larry yang kini duduk dengan punggung kokohnya bersandar di belakang ranjang king size miliknya.
Larry kembali mengingat malam pertunangannya dengan Lusi yang tadinya penuh kehangatan berubah ketegangan.
🌹 Flashback on 🌹
Suara riuh tepuk tangan memeriahkan acara penuh sejarah dan membahagiakan untuk pasangan kekasih, Larry light Hugo dan Lusiana killer.
Malam ini adalah acara pertunangan mereka yang diadakan di hotel milik Hugo.
Acara pertunangan yang dilangsungkan begitu meriah dan berkesan mewah dengan hiasan dekorasi yang sangat lah mewah dan glamor.
Disinilah kedua pasangan kekasih itu sekarang. Di tengah-tengah ruangan ballroom hotel Hugo yang sudah disulap layaknya negeri dongeng.
Senyum kedua pasangan itu terus menghiasi wajah mereka. Kini keduanya berdiri dengan tangan kekar Larry merangkul dengan posesif pinggang ramping Lusi. Mereka sedang berpose di depan kamera wartawan sambil memamerkan cincin pertunangan mereka masing-masing.
Setelah melayani keinginan wartawan, Larry lantas membalikkan tubuh mungil gadisnya dan tanpa aba-aba, Larry menyatukan bibir mereka.
Riuh tepuk tangan para tamu undangan mengiringi, suasana romantis mereka.
Larry yang tidak memperdulikan keberadaan para tamu, ciumnya menjadi panas.
Sedangkan Lusi berusaha melepaskan diri dari jerat bibir seksi pria nya itu.
Dengan terpaksa Lusi menggigit bibir Larry, agar pria dengan tubuh tinggi kekar itu, sadar ia mencium kekasihnya di mana.
"Aouw" ringis Larry saat dengan terpaksa melepaskan tautan bibir mereka.
"Honey." Larry melayangkan nada protes kepada gadisnya yang bibirnya kini sudah membengkak dan basah oleh ulahnya sendiri.
Lusi hanya memicingkan matanya ke arah Larry sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
Larry terkekeh dan ia pun mendekatkan tangannya ke arah bibir Lusi dan mengusap bibir basah gadis imun nya.
"Cup." Satu kecupan singkat Larry berikan kening Lusi.
"Aku, malu," Lirih Lusi yang kini sudah berada di pelukan kekasih tampannya.
"Apa yang membuatmu malu, honey," jawab Larry dengan bibirnya yang tak hentinya mengecupi puncak kepala gadis imut kesanggupannya.
Lusi mendongak dengan bibir yang maju tiga centi.
Larry terkekeh ia menggigit kecil bibir mungil Lusi dengan gemes.
"Daddy, menciumku di depan orang banyak," bisik Lusi yang kembali menyembunyikan wajah malunya di dada lebar dan hangat Larry.
"Aku tidak perduli," sahut Larry tidak acuh.
__ADS_1
"Daddy," rengeknya.
"Yes, honey," bisik Larry di puncak kepala Lusi.
"Kau menyebalkan." Lusi yang kesal memukul dada lebar Larry.
"Aku menyayangimu, honey," balas Larry sambil terkekeh.
"Aku, mencintaimu, daddy," cicit Lusi sambil memeluk erat tubuh pria dewasa kesayangannya.
Larry pun membalas pelukan gadisnya tak kalah eratnya dan ia menghujani kepala Lusi oleh kecupan.
Pasangan kekasih ini memiliki umur yang terpaut cukup jauh. Di mana Larry yang sekarang berumur 33 tahun dan Lusi 20 tahun. Jadi jangan heran kalau Lusi memanggilnya daddy atau pria dewasa miliknya.
"Ehem!
Tiba-tiba dua pasangan suami-istri datang menghampiri mereka diikuti mommy Gabriela dan juga kedua orang tua Kim dan Larry.
"Ck! Arthur dan Nathan berdecak kesal melihat tampang Larry yang sangat membuat mereka memutar bola mata keduanya.
"Selamat, kakak." Kim mengucapkan selamat pada Larry dan memeluk kakaknya itu dan Kim juga memeluk Lusi yang akan menjadi kakak iparnya.
Semua anggota keluarga mengucapkan selamat pada pasangan kekasih yang tampak sangat bahagia malam ini.
Para orang tua begitu bahagianya melihat senyum dan tawa anak-anak mereka. Meskipun kedua orang tua Kim dan Larry tidak bisa berbuat apa-apa, tapi mereka hanya bisa ikut berbahagia dalam hati.
Seluruh anggota keluarga hangat itu saling bercengkrama dengan diselingi, canda tawa dan juga perdebatan lucu Antara, Nathan dan Arthur yang di timpali oleh celotehan mommy Gabriela.
Dan kebahagiaan mereka harus, berakhir dan berubah tegang saat seorang wanita datang kepada mereka dengan mengaku sedang mengandung benih, Larry.
Wanita dengan berpenampilan sederhana datang kepada mereka dengan, menangis tersedu-sedu dan bersujud di kaki Larry.
Wanita itu juga membawa sebuah bukti foto dirinya dan Larry yang sedang menghabiskan, satu malam dengan berbagi peluh.
Lusi hanya bisa terdiam dengan derai air mata. Ia melepaskan diri dari pelukan Larry dan menatap Larry tajam dan penuh kekecewaan. Lusi melepaskan cincin pertunangan mereka dan melemparkannya ke arah Larry.
"Aku, membencimu. Kau pembohong." Setelah mengatakan itu Lusi pun berlari pergi dari acara pertunangannya yang berakhir menyedihkan.
dengan perasaan kecewa Lusi terus berlari keluar dari hotel Hugo dengan air mata yang meleleh membasahi wajah imutnya.
"Honey!! Larry yang ingin mengejar Lusi di cekal oleh wanita asing itu dan meminta pertanggungjawaban dari Larry.
"JAALANG" Larry mendorong tubuh wanita itu kasar dan berlari mengejar Lusi.
Tapi sayang Larry kehilangan jejak Lusi dan sampai sekarang Larry tidak bisa menemukan keberadaan Lusi, gadis imut kesayangannya.
Semua anggota keluarga terdiam dengan perasaan penuh tanda tanya. Mereka menatap lekat dan dalam wanita asing itu.
Mereka tidak ada niat pun menolong wanita yang mengaku hamil oleh benih Larry.
🌹 Flashback off 🌹
perhatian-perhatian semua para bestie yang baik hati dan tidak sombong.
kayaknya diriku, ingin membuat kisah Larry dan Lusi. dan tidak bercampur di sini.
takutnya kalian pada bosan.
jadi bijimane, setuju kagak?☺️☺️🤗🥰🥰
oh iya, nitip jempol kalian yang bestie di tanda like dan juga kolom komentar, ☺️☺️🤗🤗
__ADS_1