Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 51


__ADS_3

"Clek." sebuah pintu kamar rumah sakit khusus VVIP, yang sangat luas menyerupai kamar suite room hotel.


Pria yang terbaring di ranjang pasien itu menoleh dengan tersenyum cerah saat mendengar pintu kamar terbuka. senyumannya langsung pudar, dan wajahnya mengerut kesal saat mengetahui siapa gerangan yang memasuki kamar rawatnya.


Malvin kembali menolehkan wajahnya kearah jendela kaca besar transparan yang memperlihatkan bangunan-bangunan tinggi di kota Paris, apalagi ruangannya terletak di lantai paling atas.


Malvin menarik nafas berat dan mengeluarkannya secara kasar. pria itu masih menerawang jauh, dia berfikir kim-nya yang datang. setelah beberapa kali pria itu mengirim pesan pada istri cantiknya. dan kim-nya mengiyakan keinginannya. sejak tadi Malvin menunggu Kim diatas ranjang, dengan selang infus di tangan kirinya dan pergelangan tangan kanannya di baluti perban bekas sayatan benda runcing kemarin.


"Hai … sayang. sapa Lotte, berjalan kearah Malvin dan meletakkan keperluan ganti suaminya itu, yang tidak peduli sama sekali kehadirannya.


"Kau, sudah makan siang, sayang.?" Lotte bertanya lembut dan duduk di sisa Malvin. 


Malvin tidak mengatakan apapun, dia masih betah terdiam dan menerawang keluar jendela.


"Sayang." seru Lotte, membuat malvin tersendak kaget. Lotte membantu Malvin yang ingin duduk, tapi pria itu terus menolak dan beberapa kali menepis tangan Lotte.


"Menjauhlah." pinta Malvin dingin.


"Diamlah," sentak Lotte dan masih berusaha membantu Malvin.

__ADS_1


"Sekarang makanlah dan kau harus minum obat mu.!" ujar Lotte dan menyiapkan makan siang Malvin.


"Tidak, usah aku tidak lapar." tolak malvin, pria itu mengarahkan tangannya ke bagian pelipisnya dan memijitnya.


"Ayolah, sayang. kau perlu makan." Lotte bersikeras ingin menyiapkan Malvin makan siang.


"AKU, BILANG TIDAK.!! hardik Malvin dan denyutan di kepalanya semakin berdenyut dan sakit.


"Keluarlah, Lotte." pinta pria itu dengan suara mendesis sakit pada kepalanya.


"Ck." decak Lotte.


"Apa, kau sedang menunggu Kim," ck." tanya Lotte dengan decakan mencibir.


"Aku, pastikan dia tidak akan datang, Malvin sayang." cibir Lotte kembali.


Malvin mengalihkan pandangannya dari jendela dan menatap lekat Lotte di hadapannya.


"Dia, tidak akan datang, sayang." sambungannya lagi. kini Lotte sudah berada di dekat Malvin, hingga jarang diantara mereka hilang.

__ADS_1


"Sekarang, hanya aku yang peduli padamu, sayang. Sedangkan, Kim sudah tidak peduli lagi padamu, jadi biarkan aku melayani mu, bukankah aku juga istri mu Malvin? jadi aku mempunyai kewajiban untuk memberimu pelayanan." Lotte mulai membelai dada bidang Malvin. dan membuka satu demi satu anak kancing piyama rumah sakit itu. 


"Izinkan, aku membersihkan tubuhmu, sayang.!?" pinta Lotte. kini tangan Lotte sudah menyusuri setiap cengkal tubuh kekar malvin.


Tangan Lotte turun dan turun, Hingga tangan Lotte berhenti di sebuah benda keramat, yang sudah menegang itu. Lotte tersenyum miring saat wanita itu berhasil menggoda Malvin. 


Malvin mengeerang tertahan, saat Lotte mengeggam alat keramatnya dan meremasnya lembut.


Kepala Malvin mendongakkan keatas dan mulutnya terbuka dan matanya sudah berkilat oleh gaiirah.


Malvin menahan desaahannya, saat Lotte sudah bermain dibawah sana dengan memakai Indra mengecapnya. mengulumnnya dengan rakus dan menjila tiinya.


Malvin hanya bisa mendegus kasar dan mulutnya sudah mengarah keatas dengan terbuka lebar.


Malvin meraih rambut pirang di hadapannya dan mengeggamnya dan menariknya kasar, saat gelombang itu akan tiba. Lotte pun mempercepat gulumaannya saat dia merasa benda keramat itu berdenyut.


Malvin yang tidak tahan  ingin berteriak saat gelombang itu sudah di ujung jalan.


Tapi semua kenik mataan itu gagal saat pintu kamarnya terbuka dan muncullah wanita yang sejak tadi di tunggunya.

__ADS_1


"S-sayang."


__ADS_2