
"Jleb,"
"Srett."
Kim dan Arthur, kembali menyerang lawan mereka dengan sekali serangan. Kini pasangan suami-istri itu sudah di kelilingi oleh para musuh. Sementara sang sopir melawan tiga orang musuh di belakang mereka.
Kim dan Arthur masing-masing, sudah menumbangkan musuh satu orang.
"Kau, tidak terluka, okusan.?" Bisik Arthur.
"Tidak sayang, tenanglah." Jawab Kim.
Arthur menggakuk dengan sebuah samurai di tangannya yang sudah di lumuri cairan merah.
"Berani-beraninya kalian melenyapkan teman kami." Bentak ketua dari geng pembunuh bayaran itu.
"Cih, kalian pun akan mendapatkan bagian, brengsek." Geram Arthur.
"Kalian tidak akan semudah itu mengalahkan kami." Ujarnya dan pria tinggi besar itu mengeluarkan sebuah senjata api dan mengarahkannya ke kepala Arthur.
"Menyerah lah, kalau tidak peluru ini akan melubangi kepala bodohmu itu." Ejek pria tersebut.
"Ikut kami nona, kalau tidak kami akan menghabisi suami bodoh mu ini." Ancam pria itu lagi sambil menatap sinis kearah, Kim dan Arthur.
"Dalam mimpi mu, jleb," sahut Kim dingin dan melemparkan belati yang ada di tangannya kearah pria sombong itu dan menembus telapak tangan pria itu, seketika senjata api itupun jatuh ke tanah.
Arthur langsung saja melawan musuh yang lain dengan sekali serangan memakai samurai di tangannya. Kim kini melawan dua pria yang mengepungnya. Kim menyoroti mereka tajam dan detik berikutnya Kim memberikan sebuah tendangan di uluh hati pria itu, dan memberi tendangan tepat dirahang pria yang lainnya.
Kim mengambil belati kecil yang ada di saku belakangnya, kembali Kim menyerang mereka kali ini bukan tendengan tapi Sebuah tusuk yang di berikan kepada dua pria itu di masing-masing di bagaian alat vital mereka.
"Buang-buang waktuku saja." Decak Kim malas.
Kim menoleh kearah suaminya, yang masih melawan musuh dengan samurainya. Kim mengambil belati yang menancap di kepala pria tadi dan, " jleb. Kim melemparkan belatinya kearah musuh yang akan memukul suaminya dari belakang.
Arthur menyengit kaget dan menoleh kebelakang dan menatap istrinya yang menyerigai kepadanya. Arthur memberikan kiss jauh untuk istrinya dan di balas sang istri.
Kim mendekati suaminya, untung bergabung mengibas semua musuh yang sudah mengusik mereka.
"Bugh." Kim kembali memberikan tendangan kepada musuh dari arah belakang yang tepat mengenai punggung pria itu. Setelah pria itu jatuh Kim menginjak reher pria itu, sambil memberi pukulan keras pada pria yang mencoba memukulnya.
"Bugh." Kim menginjak uluh hati pria yang ada di bawahnya, hingga pria itu tak sadarkan diri. Kim kembali memberi pukulan bahkan tendangan di tubuh musuh yang menyerangnya.
"Krek." Kim memelintir leher musuhnya hingga pria itu tewas seketika. Kim kembali menendang alat vital musuhnya dan lalu meraih tubuh besar pria itu dan membantingnya ketanah, terakhir Kim menginjak wajah pria itu, hingga tak sadarkan diri.
Kim menghitung lawannya yang tersisa lima orang. Kim bersedekap santai menyaksikan kehebatan suaminya dalam memainkan samurai yang begitu mengkilat di bawah terik matahari.
Sementara Arthur, yang tidak mau membuang waktu banyak, ia lalu menebas semua lawannya dengan serangan gesit. Pria itu tidak memiliki belas kasih untuk membantai para musuh, ia bahkan menghilangkan kedua tangan musuhnya, menusuk, membelah perut musuhnya dan menebas dada musuhnya di atas lapisan jantung pria malang yang menjadi lawannya.
Arthur menyorot dengan mata tajam, musuhnya yang tersisa satu, yang kini gemetar takut dengan wajah yang sudah memucat. Sejak tadi pria itu sudah gemetar saat melihat kegerian pria sipit di depannya, menebas teman-temannya satu persatu.
"A-ampun tuan." Mohon pria itu dengan tubuh gemetaran.
"K-kami hanya di bayar untuk menculik, nona itu." Ungkap pria itu dengan melirik kearah Kim.
Arthur mengarahkan pandangannya ke sang istri yang sedang tersenyum manis yang tak jauh darinya.
"Come on, baby." Panggil Arthur lembut.
Dengan penampilan yang sudah berantakan dan darah yang mengotori pakaiannya tanpa mendapatkan luka sedikitpun, Kim berlari kearah suaminya yang kini merentangkan tangannya.
Arthur menerima tubuh istrinya, saat sang istri meloncat ke atas gendongannya dan memberikan kecupan di seluruh wajah sang istri.
"Aku tidak menyangka kalau istriku ini sangatlah, hebat dan mengerikan melawan musuh. Puji Arthur yang memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
"Sama. Aku juga tidak mengira kalau suamiku yang polos dan manis ini, sangat menakutkan. Oh iya kau begitu lihai dalam memainkan samuraimu sayang, apa kau bisa mengajariku.?"
"Dengan senang hati, okusan. Anggap saja untuk ucapan terimakasih ku, Karena kau sudah mengajariku bermain hebat di ranjang." Bisik Arthur dan diakhiri kecupan di telinga istrinya.
"Ternyata suami polosku sangatlah mesum." Sahut Kim dan terkekeh.
Arthur tersenyum mendengar ucap istri cantiknya yang sangat mengerikan. Tapi sayangnya wanita cantik ini sudah mencuri hatinya.
Kembali mereka saling bercumbu di tengah musuh yang sudah membanjir tempat itu dengan cairan merah yang berbau amis. Ekor mata sipit dan tajam Arthur menangkap pergerakan musuhnya yang masih tersisa. "Sret," Arthur mengarahkan samurainya kearah leher pria yang diam-diam ingin melukai mereka. Pria itupun langsung terkapar dengan cairan merah keluar dari Lehernya.
Kim menyengit dan menatap pria itu yang sudah tewas, dengan mulut terbuka begitupun dengan matanya.
"Kau sangat peka, sayang." Sela Kim sambil bertepuk tangan.
"Karena mereka mempunyai bau yang khas." Jawab Arthur sekenanya.
"Begitukah." Balas Kim, sambil mencoba turun dari gendongan suaminya, tapi pria itu melarangnya.
"Mau, kemana." Bisik Arthur.
"Turun."
"No. Biarkan seperti ini, okusan."
"Tapi aku merasa tidak nyaman."
"Why?
"Benda ajaib mu, membuatku tidak nyaman, honey."
Arthur pun tertawa mendengar celutukan istrinya yang begitu mengemaskan.
"Dia memang sudah terkoneksi oleh tubuhnmu, okusan. Dia akan langsung bangun bila tersentuh sedikit saja oleh kulitmu."
"Turunkan aku." Pinta Kim.
"Tidak." Tolak Arthur sambil menggeleng.
"Sayang."
"No."
"Sebentar, ada yang ingin aku pastikan dulu."
"Apa? Kau ingin memastikan benda ajaib ku akan tertidur bila kau turun dari sini.?"
"Bukan, sayang."
"Cepatlah turunkan aku.!"
"No!
"Sayang,"
"Tidak!" Tolak Arthur dan meletakkan tubuh istrinya di atas kap mobil miliknya dan mencumbuui leher jenjang sang istri.
"Baby," rengek Kim.
"Baby, lepaskan aku dulu, ok." Bujuk Kim sambil menjauhkan wajahnya dari suaminya yang mendadak berubah menjadi mesum ini.
Arthur hanya bisa merenggut dan berdecak malas.
"Tuan.! Suara sopir Arthur menyela berdebatan manis mereka.
__ADS_1
"Ada apa." Sahut Arthur kesal.
"Saya mendapatkan ini, salah satu dari mereka tuan." Lapor sang sopir, sambil menyerahkan sebuah benda pipih ke tuan mudanya.
Kim meraih benda tersebut dan mengotak-atik benda tersebut, sementara Arthur hanya diam memperhatikan istrinya sambil menciumi puncak kepala Kim.
"Apa yang kau temukan, okusan.?" Tanya Arthur penasaran, saat melihat istrinya menyerigai.
"Dalangnya," jawab Kim singkat.
"Siapa.?"
"Nanti juga kau akan tau, Baby." Sahut Kim dengan senyum miring khas-nya.
Benar saja tak lama kemudian ponsel yang berada di genggaman Kim berbunyi dan tertera nomor tanpa nama disana.
Kim menggeser tombol hijau dan juga menghidupkan loudspeaker benda tersebut.
"Katakan, apa kalian berhasil membawa wanita ku.? Terdengar suara berat di seberang sana.
"Katakan bodoh, apa kau berhasil membawa wanitaku.! Hardik pria diseberang sana.
"Bicaralah bodoh." Maki pria itu.
Arthur seketika meradang amarah mendengar perkataan pria di seberang sana atas ucapannya yang mengatakan istrinya adalah wanitanya.
Kim tersenyum miring mendengar ucapan pria tersebut dan dia sangat mengenali suara pria yang, sedang melakukan panggilan diseberang sana.
Arthur meraih benda tersebut dan membentak si pelaku dari kejadian ini.
"Brengsek. Aku tidak akan membiarkan istriku menjadi milikmu brengsek.!! Bentak Arthur dengan wajah yang merah padam.
"Hahaha." Terdengar suara tawa di seberang sana.
"Tapi dia miliki, Mr. Kato." Ujar pria tersebut.
"Tidak akan aku biarkan kau menyentuh istriku, tuan Keanu Andrian Adam.!" Sahut Arthur dengan aurat mematikan.
"Tapi dia akan menjadi milikku dan dia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan pada ku, Mr. Kato." Balas Keanu dengan nada remeh.
"Maka aku akan menghabisi mu,!"
"Tut."
Dengan emosi Arthur mematikan panggil pria gila itu dan melemparkan benda tersebut.
Arthur menatap istrinya dengan tatapan tajamnya, diapun langsung menarik Kim kedalam pelukannya dan merangkulnya erat.
"Kau hanya milikku, Kimberly ligh Hugo, hanya milikku." Racau Arthur.
"Aku tidak akan membiarkan pria sialan itu mengambil mu dariku." Racaunya kembali.
"Kalau itu terjadi, maka aku akan menghabisi pria sialan itu." Geram Arthur.
Kim tersenyum, sambil meraih wajah suaminya dan membingkainya dengan kedua telapak tangannya. Kim memberikan kecupan hangat di kening suaminya dan terakhir di bibir tipis pria bermata sipit di hadapannya.
Arthur menahan bagian belakang kepala Istri dan merapatkan tubuh mereka. Kini pasangan itu saling bercumbu kembali di bawah panasnya terik matahari.
"Wow, aku sangat beruntung menyaksikan adengan keromantisan kalian."
"Ck. Kalian benar-benar pasangan mengerikan."
saya dan segala jajaran novel dari istri tangguh rasa pelakor, memohon dukungan kalian untuk, memberikan, like, komentar, hadiah dan vote.🤣🤣🤣, ngasih like dan komentar ajah akohnya udah senang banget kok gais, tapi kalau kalian ngasih handiah dan vote seikhlasnya juga Alhamdulillah.☺️☺️😁
__ADS_1