
"Akhh! Teriak kesakitan itu masih menggema di ruangan tertutup dan kedap suara. Nyonya Carol kini telah lemas dan tidak berdaya saat, wanita yang jauh lebih muda darinya itu, kini sedang menekan sebuah alat makan yang berujung tajam.
"Teriaklah, bibi! Aku suka mendengarmu berteriak. Aku ingat dulu kau tertawa puas saat kedua orang tuaku disiksa seperti ini. "Akhh.! Lagi-lagi nyonya Carol berteriak saat Kim mencabut benda tersebut dan memberikan luka baru lagi di punggung wanita tua yang merupakan bibi Kim sendiri.
Kim tidak akan memaafkan seseorang yang telah menghancurkan kebahagian keluarganya, meskipun itu keluarganya sendiri. Kim akan memberikan balasan yang lebih mengerikan. Kim sudah mengharapkan kegiatan balas dendamnya sejak dulu. Keinginannya sangat besar untuk membalaskan pada, wanita yang sekarang menjadi target dari seekor predator yang haus akan dendam.
"Tolong … to-tolong, tolong …." Teriak nyonya Carol dengan suara kesakitan bercampur nada gemetar takut.
"Berteriaklah, bibi. Aku merasa puas mendengar mu berteriak putus asa. Seperti mommy ku dulu berteriak seperti mu? Tapi kau malah melukainya seperti ini," akhh, to-tolong hentikan.!" Teriakkan dan permohonan keluar dari mulut sombong nyonya Carol, ketika Kim menggores wajah cantik nyonya Carol itu.
"Bukankah kau juga merusak wajah cantik mommyku? Karena rasa iri dengki mu itu, kau tega menyakiti saudaramu sendiri. KAU SUDAH MEMBUAT MOMMY KU MENDERITA.!!! Teriak Kim penuh amarah dan wajah cantiknya kini berubah suram. Manik yang memabukkan itu kini berubah mengerikan. Dada Kim terlihat naik turun dengan nafas yang begitu menyesakkan. Peristiwa pembunuhan kedua orang tuanya terlintas di dalam ingatannya. Pembantai yang dilakukan oleh keluarganya sendiri. Mereka dengan tidak perikemanusiaan menyiksa dan melecehkan kedua orangtuanya dan Kim menyaksikan itu semua dalam diam. Kim kecil hanya menyoroti wajah, orang-orang yang tertawa dan melecehkan kedua orang tuanya. Dan wajah yang paling Kim ingat adalah nyonya Carol dan suaminya. Dan satu wajah yang paling Kim benci. Yaitu pria yang tega melecehkan mommynya dan membiarkan sang mommy menjadi bahan giliran untuk para kelompok bajingan yang sudah menghancurkan kebahagian keluarga Hugo.
Kim menatap mata mommynya yang berkaca-kaca dengan tatapan kosong. Kim kecil hanya bisa menggigit bibirnya kuat untuk menahan tangisannya. Manik jernihnya menatap sang daddy yang hanya terdiam dengan luka di sekujur tubuhnya, saat harus dipaksa menyaksikan istri tercintanya menjadi korban pelecehan bergilir. Belum lagi sang daddy harus mendapatkan siksaan dan sayatan di tubuhnya. Tapi Daddy-nya hanya terdiam sambil menatap sang mommy yang hanya bisa diam dengan tatapan kosong. Luka sayatan tak sebanding oleh luka sakit hati saat melihat istri yang kita jaga dan cintai menjadi benda yang digilir oleh manusia-manusia menjijikkan.
Kim kecil terisak pelan di dekapan seseorang yang menyelamatkannya. Ia hanya bisa terdiam di tempat persembunyian mereka, di balik dinding rahasia. Kim kecil menandai, para penjahat yang sedang menertawakan keadaan kedua orang tuanya. Setelah itu Kim, melihat mommy dan Daddy-nya di seret layaknya seekor binatang buruan.
Tangis Kim pecah saat, para manusia bejat itu menghilangkan dan membawa pergi, kedua orang tuanya yang sudah tak berdaya.
"Paman, kenapa tidak membantu, mommy dan Daddy." Protes Kim kecil di dalam pelukan asisten setia Daddy-nya.
"Ini adalah perintah tuan, nona muda.?" Jawab asisten setia Daddy-nya yang bernama Robert.
"Tapi, paman lihat sendiri, mereka sudah keterlaluan menyiksa mommy dan Daddy." Tangis Kim kecil makin menjadi.
"Paman, hanya ingin menyelamatkan mu, nak. Dan ini keinginan tuan, Damian.!? Sahut paman Robert sambil mengusap rambut Kim.
"Sekarang, ayo kita keluar dari sini, sebelum mereka membakar mansion kita." Ajak paman Robert.
"A-apa maksud. Paman.?" Cicit Kim kecil bertanya.
"Ayo, nak.!" Ajak paman Robert sambil menggendong Kim kecil yang masih berumur 8 tahun.
"Tapi mengapa mereka ingin membakar rumah ini juga, paman.!? Tanya Kim kecil dengan sisa-sisa tangisan.
"Apa mereka belum cukup membawa mommy dan Daddy? Kenapa mereka ingin membakar rumah ku? Bagaimana nanti kakak Larry? Dia pasti akan mencariku.!" Cerotos kim kecil dengan tangisan pilu.
"Sabarlah, nak. Suatu saat kau pasti bisa membalas mereka semua.!" Ujar Paman Robert.
"Kakak!
"Paman juga tidak tahu, tuan muda, Larry ada dimana.!"
"Jadi sekarang aku sendiri? Sekarang aku tidak memiliki, daddy, mommy dan kakak Larry.?"
__ADS_1
"Sabarlah, nona."
"Aku merindukan mereka."
"Sabar nona."
Paman Robert dan Kim kecil kini berjalan di sebuah terowongan tersembunyi di mansion itu. Sebuah terowongan yang akan membawa mereka keluar dari area mansion Hugo. Paman Robert dan Kim, menatap bangunan megah itu, kini sudah di lahap si jago merah.
Kim kembali menangis melihat, tempat penuh kenangan manis dan kehangatan itu, kini sudah musnah terbakar oleh lautan api.
"Mommy, daddy, kakak.!" Lirih Kim kecil dengan derai air mata.
Sejak kejadian itu Kim kecil dibesarkan oleh paman Robert. Mereka bersembunyi di sebuah pulau rahasia keluarga Hugo. Kim kecil yang dipenuhi oleh dendam itu pun, terus melatih kemampuannya dalam melatih fisik. Ia mempelajari semua alat-alat senjata tajam. Setelah Kim berumur 15 tahun, barulah paman Robert keluar dari persembunyian mereka dan menyembunyikan semua identitas Kim. Paman Robert tidak menyematkan nama Hugo di belakang nama Kim.
Secara pelan-pelan, paman Robert membimbing Kim mengurus usaha keluarga Hugo dalam diam. Oleh sebab itu semua orang tidak mengenal wajah asli sang pemilik hotel dan juga agensi Hugo.
*
*
*
"Akhh! Masih terdengar tangisan dan teriakan di ruangan tertutup tersebut.
Kim tanpa belas kasihan, melukai nyonya, Carol.
Ia bahkan hanya tersenyum puas saat melihat wajah kesakitan nyonya Carol. Kim melampiaskan seluruh rasa dendamnya pada tubuh nyonya Carol, yang kini dipenuhi luka goresan, yang membuat nyonya Carol lemas tidak berdaya
"Sakit.! Lirih nyonya Carol, sambil menatap Kim dengan wajah memohon.
"Kau tau rasa sakit yang aku rasakan, waktu kalian dengan teganya melecehkan mommyku? Mungkin itu lebih sakit daripada luka ini," ahkk.! Lagi dan lagi, Kim menusuk tangan nyonya Carol menggunakan pisau makan.
"Apa kau ingin, merasakannya.?
"Kalau kau ingin, kita bisa menjadikan anak gila mu, alat percobaan." Bisik Kim, membuat nyonya Carol menggeleng cepat.
"Kenapa? Kau tau rasanya seperti apa? Ketika orang yang kita cintai disiksa dan dilecehkan di depan mata kita sendiri.?" Bisik Kim lagi penuh kegerian.
"J-jangan sentuh putriku." Lirih nyonya Carol.
"Tenang saja, aku tidak akan berbuat seperti itu. Aku bukanlah iblis, seperti anda. Dengan tega dan malah tertawa, saat saudaranya sendiri di gilir oleh pria-pria menjijikkan." Bisik Kim geram.
"Aku akan membuatmu menderita nyonya Carol
__ADS_1
? Aku akan membuatmu merasakan sakit yang tiada habisnya. Dan soal anakmu aku tidak menjamin dia akan selamat."
"Jangan sentuh dia. Atau kau akan berusaha dengan suamiku."
"Oh iya, aku lupa suamimu yang sama iblisnya seperti dirimu.
"Dia pasti akan sangat bahagia melihat wajah barumu ini." Kim kembali menyusuri wajah nyonya Carol dengan benda tajam yang digunakan untuk memotong daging steak.
"Akhh! Kim menggores wajah nyonya Carol hingga kearah dagunya. Sebuah hasil karya Kim yang sangat indah yang berbentuk memanjang.
"Akhh! Sakit."
"Mommy."
Sebuah suara mengejutkan Kim dan menghentikan jari-jarinya menari-nari di sekitaran wajah nyonya Carol.
"A-apa yang kau lakukan pada mommy ku.!" Hardik seorang wanita yang terlihat berantakan dan kusut.
Kim hanya tersenyum sinis, menyoroti penampilan Clara yang seperti gembel itu.
"Clara. Pergilah nak." Usir nyonya Carol.
"Tidak mom. Aku tidak akan membiarkanmu sendiri." Tolak Clara dan berusaha mendekati mommynya. Tapi sebuah pisau daging melayang di depannya Hingga menancap di sebuah pajangan.
Clara tersentak dan terhenyak saat benda itu hampir menembus kepalanya.
"Mom-mommy." Clara membeo.
"Pergilah nak. Tinggalkan tempat ini."
"Tapi, mom?! Aku tidak akan membiarkan mommy sendiri."
"Pergilah Clara. Selamatkan dirimu dan minta bantuan kepada daddy.
"Akhh! Mom-mommy."
"Clara.!"
🌹 jangan lupa tinggalkan jejak jari jempol kalian bestie 🌹 juga tulis di kolom komentar. terserah kalian mau komentar apa. yang penting tinggal jejak jari-jari lentik kalian di kolom komentar.
kasih sekuntum mawar hijau, kuning, merah, putih dan ungu juga boleh🤭🤭
lope lope buat kalian🌹🌹🌹🌹❤️❤️❤️
__ADS_1