
"Ahh! Sayang aku sudah tidak tahan." Racau Kim di bawah kuasa sang suami yang sedang menghentaak dengan tempo yang cepat untuk mengejar sang istri mencapai puncak kenikmatan.
Saat Arthur merasakan denyutan pada inti tubuh makhluk yang sangat ia cintai di bawah kuasa itu.
Denyutan yang membuat sang benda ajaib keluar Made in jepang dan diproduksi oleh mesin berkualitas dari Amerika.
Arthur terus menghentaakkan benda ajaibnya kedalam lubang ajaib sang istri yang kini semakin berdenyut dan benda ajaibnya terasa terhimpit dan digelitik di dalam gua sana.
"Honey! Pekik Kim saat sudah tidak bisa lagi mempertahankan ledakan yang kini membuat sekujur tubuh Kim mengejang nikmaat.
Arthur terus menambah tempo hentaakannya dan detik berikutnya ia mampu menyusul sang istri menuju puncak nikmat yang begitu menagihkan.
Arthur menjatuhkan kepalanya di tengah-tengah dua benda kesayangan, dengan deru nafas yang berlomba dengan sang istri.
Kim mengusap kening suaminya yang masih menyisakan sisa-sisa percintaan mereka.
"Sayang! Bisik Kim.
"Hm! Sahut Arthur yang sedang menggenggam salah satu benda kesukaannya.
"Apa kau tidak pernah bosan dengan ku.?" Arthur menghentikan kegiatan tangannya di salah satu dada istrinya.
Arthur memindai wajah Kim dengan lekat dan dalam.
"Apa yang kau tanyakan, okusan.! Arthur membalikkan keadaan dan kini Kim berada dalam kuasa sang suami.
"Tidak ada kata bosan dalam mencintai mu, okusan. Aku hanya lah seorang pria yang begitu sangat menyayangimu dan mencintaimu. Jadi tiada kata bosan dan kata jenuh dalam mencintai mu, okusan ku." Imbuh Arthur dengan tatapan yang penuh cinta yang begitu dalam untuk istrinya itu.
"Aku, mencintaimu dan menyayangimu, okusanku." Ungkap perasaan cinta Arthur, membuat Kim merasa terharu.
Dengan segera Kim menarik tengkuk suaminya dan kembali menyatukan bibir mereka dan saling mengecup dan menyesap penuh kelembutan.
"Aku juga mencintaimu, sayang." Ucap Kim dengan kening mereka yang menempel.
__ADS_1
"Benarkah!? Sahut Arthur dengan wajah yang begitu bahagia.
"Hum! Aku mencintaimu, suamiku, sayang," bisik Kim.
"Oh, okusan. Aku lebih mencintaimu."
"Dan aku sangat mencintaimu,"
"No! Aku yang sangat, sangat, sangat mencintaimu, Okusan ku sayang."
"Love you!
"Love you too, istri ku."
Kembali pasangan suami-istri itu melakukan penyatuan dengan perasaan yang berbunga-bunga penuh cinta dan kebahagiaan.
Penyatuan yang mereka lakukan dengan kelembutan yang memabukkan, yang dilandasi oleh perasaan cinta.
Kim bahkan meledak berulang kali atas permainan lembut sang suami. Sementara Arthur tiada hentinya mengeerang nikmaat dan meracau dengan menyebut nama sang istri.
*
*
*
"Clek!
"Kau? Larry menukikan alis indahnya ketika melihat gadis dengan sebuah nampan, yang terdapat sebuah cangkir beraroma kopi itu.
"Maaf, aku hanya ingin memberikan ini pada anda, tuan." Ungkap Lusi dengan suara pelan.
"Hm!
__ADS_1
"Aku diperintahkan, mommy Gabriela." Ujar Lusi.
"Benarkah?
"I-iya!
Lusi dengan terburu-buru meletakkan cangkir yang berisi kopi hitam itu di atas meja.
"Stth! Desis Lusi. Ketika kopi yang ia letakkan dengan terburu-buru itu mengenai telapak tangannya.
Larry meraih tangan Lusi. Ia mendekatkan telapak tangan Lusi ke bibirnya.
Lusi memejamkan matanya saat merasakan hembusan nafas hangat Larry di telapak tangannya yang mulai memerah itu.
"Kau selalu saja ceroboh." Degus Larry. Pria itu menarik tangan Lusi dengan lembut ke arah wastafel di dalam kamar mandi.
Larry membasuh tangan Lusi yang terkena siraman kopi panas.
"Terimakasih! Lusi menarik tangannya dari genggaman Larry.
"Permisi tuan Larry." Lusi yang jantungnya mulai berdetak kencang itu, cepat-cepat keluar dari kamar orang tua Kim dan Larry.
ia tidak ingin suasana asing ini membuatnya terlalu dalam dan gugup.
"tuan, anda menghalangi jalanku."
"eh!
" Anda mencuri ciuman ku lagi, tuan."
"bibir mu milikku, sekarang."
"bibir manis membuatku, candu."
__ADS_1
"bibir ku bukan permen karet yang membuat anda candu."