
"Apa yang kau lakukan.?" Tanya Arthur di saat penyatuan tubuh mereka terlepas dan deru nafas mereka kembali normal.
"Apa.?" Sahut Kim yang berbaring di dada bidang suaminya.
"Yang tadi. Saat aku ingin buang air, kenapa kau menahan ku dan membiarkan ku keluar di dalam sini." Ujar Arthur sambil melirik arah bawah istrinya.
Kim hanya menarik nafas. Dan mengangkat kepalanya melihat sang suami polosnya dengan sedikit bumbu oon.
"Kau tau.!?
"Tidak."
"Dengarkan aku dulu." Gemes Kim dan memberi cup*k mematikan kepada suaminya tepat di bibir tipis pria itu.
"O-oke."
Kim membaringkan tubuhnya menyamping dan ia memakai sebelah tangannya untuk mengganjal kepalanya dan menarik sang suami agar menghadap padanya.
Kini mereka saling menatap cukup lama. Kim mengulur tangan lembut dan lentiknya untuk membelai wajah mengemaskan sang suami.
"Yang tadi itu bukan air kemih kamu yang keluar, tapi sekumpulan benih kecebongmu yang memberontak untuk keluar dan tertanam di dalam sini." Ujar Kim sambil membawa tangan suaminya keatas perut ratanya.
"Kau tau yang tadi itu namanya, kl*maks. Kita akan bersama-sama merasakan saat melakukan penyatuan." Ungkap Kim, mengajari suami polosnya.
"Aku tau kalau soal kl*maks, kan itu salah satu pelajaran di sekolah menengah atas." Sahut Arthur.
"Terus tadi kau, …."
"Aku tidak mengerti, soalnya ini hal pertama bagiku." Cicit Arthur malu, dan membuang pandangannya kearah samping.
"Kau, serius." Tanya Kim tidak percaya.
"Hu'um. Aku belum pernah melakukannya."
"Astaga, berarti aku yang pertama bagi mu.?"
"Hu'um. Dan itupun dia terbangun kalau bersamamu." Cicit Arthur Kembali.
"Kau, serius." Pekik Kim, semakin tidak percaya.
"Iya."
"Bukankah kau punya kekasih? Apa kau tidak pernah menyentuh kekasih mu? Atau dia tidak pernah meminta mu.?"
"Tidak. Benda ajaibku tidak tertarik sama sekali, bahkan wanita itu polos di depan mataku dan dia bahkan menyentuhku, tapi benda ajaib ini tidak tertarik. Tapi aku heran, dia akan bangun dan bangkit saat bersama mu atau bersentuhan denganmu." Ungkap Arthur, dengan nada serius.
Kim hanya bisa menganga dan mengerjap-ngerjapkan matanya, tidak percaya.
"Aku, tidak percaya zaman sekarang masih ada yang seperti dirimu."
"Aku juga binggung."
"Tapi, aku sudah merasakannya dan rasanya begitu nikmat dan bikin nambah lagi." Kekeh Arthur dengan menatap Kim mesum.
"Dasar." Kim mendorong kening suaminya.
"Aku, serius. Ternyata begitu enak saat benda ajaib ku masuk kedalam gua ajaib milkimu. Aku merasa tidak mau keluar dan ingin berada di dalam sana terus." Cerotos Arthur tanpa tidak tahu malunya.
Kembali Kim, mendorong kening suaminya, yang kali ini cukup kuat, sehingga Arthur terhuyung diatas bantal.
"Ck. Kau kasar sekali." Decak Arthur kesal.
"Apa kau tau kepalaku ini, isinya sangat langka." Ujar Arthur sombong.
" langka karena oon." Bisik Kim sambil mencebikkan bibirnya.
"Apa, yang kau katakan.?"
"Tidak ada."
"Aneh."
__ADS_1
Mereka kembali terdiam cukup lama. Sampai detik berikutnya Kim menghilangkan kesunyian dikamar itu.
"Aku, ingin bertanya sesuatu padamu. apa boleh.?" Kim melihat dengan serius netra tajam sang suami yang sangat memikat.
"Hm." Gumam Arthur sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa, kau tidak pernah bergaul? Atau memiliki teman-teman untuk berbagi kesenangan dan kesusahan." Tanya Kim penasaran.
"Tidak." Jawab Arthur singkat.
"Jadi kau tidak memiliki sahabat, waktu sekolah dulu.?"
"Punya, tapi hanya beberapa saja. Calista termaksud teman aku dan Mateo. Tapi mereka tega mengkhianati ku." Sahut Arthur dengan nada sendu.
"Jadi kekasih mu selingkuh.?"
"Iya. Dan aku melihat mereka berdua bercinta."
"APA." Teriak Kim.
"Kenapa kau teriak." Protes Arthur.
"Apa yang kau lakukan? Saat melihat kekasih mu dan sahabat mu bercinta didepan mata mu.?
"Tidak ada. Aku meninggalkan mereka."
"Kau tidak menghajar mereka.?
"Tidak. Aku pikir itu tidak perlu."
"Kau terlalu, baik dan polos. Jadi mudah di manfaatkan seseorang."
"Mungkin."
Mereka kembali terdiam lagi, sambil menatap keatas langit-langit kamar yang bernuansa maskulin itu.
"Apa kau tidak pernah melihat film biru.?"
"Film biru, apa.?"
"Apa ada film cara bercinta.?"
"Ada banyak."
"Apa kau mau melihatnya.?"
"Apa, kau punya.?"
"Iya, aku punya,"
"Apa kau ingin melihatnya.?"
"Apa boleh,?
"Boleh,"
"Sebentar." Kim bangkit dari ranjang dengan keadaan polos, dia tanpa malu melewati suaminya tanpa memakai apapun.
"Glek."
Athur hanya mampu meneguk air ludahnya kasar dan dia merasa sang benda ajaib kembali mengembang di balik kain selimut tebal.
Kim kembali keatas ranjang dengan cara kasar, sehingga gunung kembar mochi-nya, bergerak-gerak dengan sangat menggoda.
Arthur hanya bisa melongo dan menelan ludahnya kembali. "Astaga mochi-ku." Lirihnya pelan.
"Kau, mengatakan sesuatu.?" Tanya Kim binggung.
"T-tidak." Sahut Arthur cepat.
"Mendekatlah." Pinta Kim, dari menarik lengan suaminya agar mendekat padanya.
__ADS_1
"Ada apa.?" Arthur bertanya dengan wajah binggung, ketika sang istri sibuk mengotak-atik benda persegi di tangan sang istri.
"Ketemu." Sorak Kim.
Arthur pun mengintip benda pipih yang agak besar dan lebar itu.
"Lihatlah." Pinta Kim, memberikan iPad-nya kepada sang suami."
"Apa." Tanya Arthur binggung, segera pria itu menerima iPad milik Kim.
"Perhatikan dan pelajari baik-baik, video di dalam sana." Perintah Kim.
"Video.?"
"Hm."
"Lihatlah."
Arthur pun menekan tombol play, dan pria itu menaati secara menyeluruh video yang diperlihatkan sang istri. Awal film tidak ada yang aneh, dan Arthur dengan tenang menyimak video itu. Pertengahan video, Arthur mulai gerah saat adengan video di dalam iPad tersebut sedang saling bercumbu. Adengan yang ke 39 menit, Arthur mulai gerah dan kepanasan. Dan mendekati adengan inti, tiba-tiba Arthur berlari kearah toilet dan memuntahkan isi perutnya.
Kim menyengit dan mengambil iPad yang diberikan kepada suaminya. Dan iapun mendadak melotot saat melihat video yang di putar sang suami.
"Astaga, kenapa dia melihat video panas, kakek sigionto." Kim menepuk keningnya dan merebahkan tubuhnya di atas bantal.
"Astaga, kenapa aku harus menghadapi suami yang begitu polos dan sedikit oon." Gumam Kim.
Sementara Arthur masih memuntahkan isi perutnya, yang mendadak mual, saat melihat video panass gadis remaja dan seorang kakek peyok.
"Oh, Tuhan. Itu sangat mengelikan." Owek." Lirih Arthur.
"Kau, tidak apa-apa.?" Kim bertanya kepada suaminya saat pria itu berjalan mendekati ranjang.
"Cih. Video apa yang kau berikan padaku. Itu sangat mengelikan." Sungut Arthur kesal.
Kim hanya tertawa melihat wajah kesal suaminya yang menurutnya sangatlah mengemaskan.
"Kemarilah." Suruh Kim, dan menepuk ruang kosong di sebelahnya.
Arthur dengan patuh mendekati istrinya dan dia menyerukan kepalanya pada leher istrinya, ketika wanita yang menjadi istrinya itu menariknya kedalam pelukannya.
Arthur menghirup dalam-dalam dan rakus aroma tubuh Kim yang sangat menenangkan. Dia memejamkan mata saat tangan lembut sang istri mengusap-usap kepalanya.
"Apa kau ingin lagi.?" Tawar Kim.
"Apa.?"
"Meminum susu rasa mochi." Tawar Kim dengan terkekeh geli.
"Apa boleh.?" Sahut Arthur dengan nada berharap.
"Boleh. Kalau kau ingin bermain di ranjang juga boleh." Ujar Kim membaut Arthur mendongak melihat wajah istrinya.
Kim mengecup sekilas bibir tipis suaminya dan melumuttnya sebentar.
"Apa kau ingin sekarang.?"
Arthur hanya bisa menggakukkan kepalanya dengan senyum bahagia.
"Minumlah."
Segera saja Arthur meraup gunung kembar dengan merek mochi itu kedalam muluutnya, dan menghisapnya seperti seorang bayi yang kehausan.
Kim hanya bisa meremaas rambut suaminya dan mengecup puncak kepala sang suami polos dan sedikit ooon itu.
Apakah mereka akan melakukan cocok tanam, ronde kedua, ketiga atau sampai pagi.?
Atau si Arthur yang polosnya, astaghfirullah, nauzubillah, yang minta di tabok. akan meminum susu yang bermerek dua kembar, rasa mochi, yang sudah berlabel halal itu sampai pagi.?
Entahlah, kita lihat saja. Mudah-mudahan diriku khilaf.
Apakah diri ini bisa meminta like, komen dan hadiah sekuntum mawar merah, kalaupun tidak ada aku hanya mengharapkan like dan komentar kalian.😁😘
__ADS_1
Makasih banyak-banyak atas dukungan kalian.
Lope you tup buat kalian semua😘😘🤣🤣