Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 54


__ADS_3

Suara hantaman dari kepalan tangan yang sedang, mendarat keras di perut seorang pria yang kini mulai melemah dan terkapar di lantai kamar pasien VVIP itu. untung kamar tersebut di lengkapi kedap suara jadi pekikan dan suara hantaman tidak terdengar hingga keluar.


"Dasar pria, brengsek," maki Jenny, sambil memberi bogeman pada wajah Malvin yang kesekian kalinya.


"Akh. lepaskan Malvin, wanita culun," pekik Lotte, wanita itu berlari kearah jenny dan mencoba menarik jenny dari atas tubuh malvin, yang sedang meninju wajahnya.


"Lepas!" pekik Lotte kesekian kalinya.


Kim yang hanya terdiam menyaksikan jenny memukul Malvin yang mukanya sudah tidak berbentuk.


"Kim, hentikan teman sialan mu ini, dia bisa membunuh Malvin," hardik Lotte, dan menghampiri Kim.


Kim menyerigai saat Lotte mendekatinya dan jiwa mengerikannya tiba-tiba muncul. dan itu artinya saatnya Kim bersenang-senang.


"Hei, … Kim sialan, hentikan temanmu, dia bisa membunuh suamiku!" perintah Lotte dengan nada geram.


Kim melangkah sedikit demi sedikit kearah Lotte dan jangan lupa senyum tipis Kim yang sanggup menyeramkan.


"A-apa, yang kau inginkan, menjauhlah!" pinta Lotte, yang sedang memundurkan tubuhnya dengan wajah tegang.


Kim meraih rambut Lotte, saat sudah berada di depannya dan menariknya kasar ke kursi yang berada di samping ranjang.


"Akkhh, sakit sialan!" hardik Lotte, tepat di depan wajah kim.


Kim menghempaskan kasar tubuh Lotte di kursi tersebut dan mendaratkan satu tamparan yang sangat kuat, yang membuat pipi Lotte lecet dan sudut bibirnya mengeluar darah.

__ADS_1


"Plak" wajah Lotte menoleh kesamping, ketika tamparan keras nan kuat itu mendarat cantik di pipinya.


"Stth" keluh Lotte, karena rasa sakit tamparan dan juga tiba-tiba kepalanya menjadi pening.


"Akkh"


"Stthh. S-sakit Kim sialan," ringisnya saat rambut pirangnya di tarik kasar oleh Kim sehingga kepalanya mendongak,dan tidak membuat umpatan berhenti keluar dari mulut Lotte.


Jenny menjeda pukulannya kepada Malvin, yang mulai melemah. wanita yang di katai culun tapi sangat mengerikan itu mendongak kearah Kim, yang sedang menyiksa Lotte.


Kim memberi kode kepada jenny melalui lirikan matanya kearah ranjang. Jenny yang mengerti itu pun meraih kedua sisi bawah lengan Malvin dan menyeret tubuh lemah pria itu. jenny mengangkat tubuh tinggi Malvin keatas ranjang pasien dan menghempaskan dengan kasar.


"Akkh," lirih lemah Malvin di tengah kesadarannya.


"Ikat!" perintah Kim dingin.


Jenny pun mengangguk dan menerima tali yang di lemparkan Kim padanya. lalu wanita itu mengikat kedua sisi tangan Malvin di sandaran ranjang dan kaki panjangnya juga tidak luput dari cengkraman tali. dan kini tubuh lemah Malvin sudah terbaring di ranjang pasien dengan tangan dan kaki terikat di masing-masing sisi ranjang.


Jenny berjalan kearah pintu dan mengunci pintu kamar pasien VVIP itu, jenny merasa kali ini kegilaan Kim tidak bisa di hentikan.


Kim tersenyum miring dan terkekeh mengerikan. Kim meraih benda tajam mengilat dari saku belakang celananya. dan setelah itu kim membalut tangannya dengan sarung tangan. Kim menelisik benda itu di depan wajah Lotte yang sudah memucat.


"A-pa, yang akan kau lakukan, Kim," cicit Lotte dengan suara gemetar.


"Bermain"

__ADS_1


"Kau, tau benda ini memang kecil tapi, … mampu membuatmu terluka dan memotong sesuatu, sekali ..." akkhhh." ucapan Kim berganti teriak Lotte, saat benda kecil nan tajam itu menggores pipi Lotte.


Kim langsung membekam mulut Lotte dengan gumpalan kain yang diberikan jenny, saat wanita itu berteriak.


Kini Lotte hanya mampu menggeleng memohon dengan derai air mata yang bercampur keringat dingin.


"Hey, … kau kenapa, aku baru mulai sobat dan aku rasa kau, memiliki banyak keberanian dan tidak sama sekali memiliki rasa takut atau jerah sedikit pun. dan lihatlah, bukankah luka di lehermu belum hilang, tapi kau sudah membuatku ingin melukai mu lagi. katakan jaalang, di bagian mana lagi aku harus melukai kulitmu?"


"Apa, disini, … disini … atau disini, akkk." Kim menyesuri seluruh kulit wajah Lotte dengan benda tajam itu hingga berakhir goresan di pipi Lotte lagi.


wanita itu hanya mampu berteriak dalam, dekapan kain yang terdapat di mulutnya, air mata kesakitan dan ketakutan sudah membanjiri wajah pucatnya


Malvin membeliakkan biji matanya, saat melihat kegerian istrinya itu. di balik sifat lembut istrinya ternyata tersimpan sisi mengerikan.


"S-sayang," lirih Malvin gugup. mengalihkan pandangan dingin nan mengerikan itu padanya.


Kim tersenyum manis yang membuatnya terlihat mengemaskan. tapi siapa yang menyangka, senyuman itu adalah petaka buat pria yang terbaring dengan kedua kaki dan tangannya terikat kuat.


"Sayang, apa yang akan kau lakukan padaku?" Malvin bertanya dengan suara lemah dan kesakitan.


"Bermain denganmu, suamiku sayang!?"


"Bukankah, kau mengatakan aku jaalang, jadi hari ini aku akan melayani mu. dan aku akan memberimu sesuatu yang tidak akan pernah kau lupakan, honey." Kim mendekat dan berbisik di telinga Malvin dengan benda tajam yang menari-nari di daerah perut kotak-kotak Malvin.


"Akhh."

__ADS_1


__ADS_2