Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 41


__ADS_3

Tubuh wanita itu masih bergetar takut, dahinya bahkan sudah berbanjiran keringat dingin dan turun membasuh sekitar wajahnya. wajah wanita itu sudah memucat ketakutan.


Dadanya berdengung kencang, kakinya bahkan sudah tidak mampu menopang tubuh lemasnya.


Raut wajah pias dan rasa takut mendominasi wanita itu. lidahnya bahkan keluh, air matanya sudah mengenang di netra coklat terangnya.


"L-lepas aku, Kim … please." lirih Lotte tergagap.


"Kim, … kumohon." pinta Lotte, bertambah pias saat kuku-kuku Kim turun menyesuri bagian leher panjang Lotte.


"Akhh." pekik kesakitan Lotte, ketika kuku Kim tertancap dengan cantik di ceruk leher wanita menyedihkan itu.


"Kenapa, kau berteriak Lotte, … bukankah kau menyuruhku berterimakasih? dan beginilah caraku berterimakasih, sayang.!" bisikan Kim begitu mengerikan di balik telinga Lotte, membuat Lotte terisak takut.


"Seharusnya, kau merasa bangga bukan. kenapa kau malah berteriak menangis.?" tanya Kim dengan jari-jari kukunya masih menari-nari di leher panjang Lotte.


"Akhh." pekik Lotte kembali.


"S-sakit." cicit Lotte dengan wajah memohon.


"Kimberly."


"Hentikan Kim." sentak Jenny, menghampiri Kim dan berusaha menghalangi Kim berbuat nekat lagi.


"Stop it, Kim.!" perintah jenny, yang masih menarik tangan Kim yang melingkar di leher panjang Lotte.


"Kimberly. hentikan, kau bisa membunuhnya." pinta jenny yang kebingungan Bagaimana melepaskan lilitan tangan Kim di leher Lotte.


Lotte sudah merasakan akan bertemu ajalnya saat, lilitan tangan Kim makin erat di lehernya.

__ADS_1


Wajahnya sudah membiru dan matanya melotot sambil mencoba mengelekkan kepalanya lemah, mulutnya sudah terbuka memperlihatkan lidahnya yang sudah keluh.


"Kimberly ligh lepaskan."


"Bugh."


Tangan Kim pun terlepas dari leher Lotte, ketika dengan terpaksa jenny memukul tengkuk Kim. dan wanita mengerikan itu tumbang seketika.


Lotte terbatuk-batuk dan berusaha meraup udara sebanyak-banyaknya. ia memegang lehernya yang terasa sakit dan perih secara bersamaan.


"Pergilah." perintah jenny dingin.


"PERGILAH!! teriak jenny, saat Lotte hanya bergeming di tempatnya dengan menatap Kim begis.


Dengan tubuh lemasnya, Lotte bangkit dan berjalan tertatih kearah tangga meninggalkan Kim di sana.


"Ck. Kau selalu saja mudah terpancing. kau tau dia itu hanya ingin memancing mu, untuk berbuat kasar dan dia akan mengambil keuntungan dari perbuatanmu, bisa saja dia kembali mencobloskan mu ke penjara atau merusak reputasi mu. apa kau tau itu, Kimberly." Jenny mengerutut dan membantu Kim berbaring di sofa.


"Sebaiknya, aku mengantar mu kekamar dan istirahatlah." ujarnya dan terus berbicara sendiri.


Jenny lalu membangunkan Kim dan memapahnya kedalam kamar Kim.


"Tidurlah, besok kita ada pertemuan penting dengan klien dari Dubai." ucapnya pada Kim, yang sudah terlelap di ranjang.


Jenny memastikan Kim tertidur, setelahnya ia pun meninggalkan kediaman Kim.


Dia harus menyiapkan berkas-berkas untuk kliennya dari Dubai.


*

__ADS_1


*


*


"Bukankah, aku sudah memberimu peringatan agar tidak mencari masalah dulu pada, Kim.!" Mogan mengomeli Lotte dan mengobati luka bekas kuku runcing Kim dan juga bekas lima jari Kim disana.


Mogan meringis ngilu, melihat luka bekas kuku-kuku Kim dan juga leher Lotte yang sudah membiru.


"Dia sangat mengerikan." cicit Mogan sambil bergedi.


"Stth, sakit." ringis Lotte.


"Ck, makanya jangan membuat masalah dengan wanita psikopat itu. lihatlah." Mogan menunjuk leher Lotte yang penuh bekas luka.


"Aku, tidak peduli. dan suatu hari aku pasti bisa membalas wanita gila itu." sarkas Lotte.


"Terserah." ujar Mogan menyerah untuk mengingat Lotte.


"Kita, cebloskan lagi wanita gila itu." saran Lotte sambil menatap Mogan yang menyesap minuman merahnya.


"Ck. kau pikir Malvin akan tinggal diam." cibir Mogan sambil mendecakkan lidahnya.


"Apa maksudmu, Mogan.?" tanya Lotte dengan geraman.


"Kau, kira Malvin akan tinggal diam, mengetahui kau mencobloskan istri gilanya lagi. bisa-bisa kau akan di lempar keluar dari hidupnya." jawab Mogan sinis.


Lotte terdiam dan memegang leher terlukanya.


Yang dikatakan Mogan benar, pasti Malvin akan kembali menggila.

__ADS_1


"Jadi, akau harus berbuat apa.?"


"Bermain cantik."


__ADS_2