Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 117


__ADS_3

"sayang! kemarilah.!" Kim yang begitu berbinar kagum, saat melihat penampilan sang suami yang terlihat santai tapi, itu membuat Kim melonyot kagum.


Arthur dengan patuh mendatangi, istri impiannya dan menyambut pelukan istrinya.


Kim yang begitu terpesona dengan tampilan keren suaminya, segera memeluknya dan menghirup wangi lembut sang suami.


"Kau tampan sekali hari ini, sayang ku." puji Kim yang kini sudah berada di pangkuan, Arthur.


"Bukankah aku memang sudah terlahir tampan.?" sahut Arthur dengan wajah pongah.


"cih! Kim berdecih, ia juga membenarkan ucapan narsis sang suami. " tapi pagi ini kau terlihat berbeda, sayang." ucap Kim sambil menelisik wajah maskulin suaminya, apalagi wajah oriental suaminya kini mulai di tumbuhi tunas-tunas cambang.


"aku suka penampilan mu pagi ini, sayang." ujar Kim dengan binar kagum.


"baiklah, mulai sekarang aku akan berpenampilan seperti ini. aku hanya ingin mendapatkan pujian dari Istri ku dan aku hanya ingin tampil sempurna di depan istriku." sahut Arthur dengan jari-jari panjangnya yang menari-nari di sekitar tubuh sang Istri.


"Sayang. kondisikan jari-jari mu." perintah Kim.


"Aku suka jari-jari ku menari-nari di sekitar sini."


sahut Arthur, yang kini jari-jari terampilnya sudah berjalan-jalan kearah gunung kembar, rasa mochi kesukaannya.


"sepertinya, ada yang merindukannya, okusan.?" bisik Arthur dengan nada suara serak dan berat.


"kau membuat ingin memakan mu, sayang." Kekeh Kim.


"Dengan senang hati aku menyerahkan tubuh dan raga ku, untuk menjadi kebuasan mu, okusan." jawab Arthur dengan wajah mesum.


"Kenapa kau begitu mesum." balas Kim sambil mencubit pipi suaminya gemes dan memberikan kecupan bertubi-tubi.


"Kenapa berhenti. ayo cium aku, okusan. aku sangat suka kau menciumiku berulang kali." ujar Arthur manja.


"Kau begitu manis." balas Kim dan mengecup bibir suaminya berkali-kali.


"Lagi."rengek Arthur saat istrinya itu berhenti mengecup bibirnya.


"cup!


"lagi!


"cup."


"lagi okusan.!


"cup, cup, cup."


"astaga, aku belum puas."


"sabarlah, sayang.!"


"tapi aku mau lagi,"


"Kita lakukan di mansion, oke.!"


"baiklah, perintah mu adalah, titah emas buatku."


"Kau memang suami ku tersayang dan paling manis, cup," bonus."


"aku mau bonusnya banyak, okusan."


"tenanglah, aku akan memberikan mu bonus plus-plus di kamar kita."


"janji.!


"hum."


"baiklah aku menunggunya."


"Dasar, suamiku mesum."


Kim masih duduk dipangkuan suami, polosnya yang kini berubah nama menjadi suami manis mesum. mereka sedang duduk di sofa dikamar rawat Kim. menunggu jemputan. karena hari ini Kim sudah diperbolehkan pulang. kondisi Kim sudah dinyatakan pulih dan bisa melakukan pengobatan di rumah saja.


"kemana anak itu.?" gumam Arthur pelan sambil memejamkan mata sipitnya, ketika sang istri masih memainkan wajah tampannya. ia hanya bisa menikmati belaian tangan halus Kim di wajahnya, sambil memejamkan mata. Kim bahkan sesekali mengecupi bibir tipis suaminya yang berwarna merah alami yang sangat menggoda. menyesaap nya pelan, melumut nya berlahan atau ia akan mengigit gemes bibir yang begitu membuatnya candu.

__ADS_1


"aww. sakit honey." ringis Arthur manja, saat Kim mengigit bibirnya dan menariknya kuat.


Kim hanya menyengir, " bibirmu sangat manis dan itu membuatku gemes." sahutnya dan kembali memberikan kecupan bertubi-tubi di bibir tipis suaminya. Arthur kembali memejamkan mata, sambil menikmati kegiatan istri cantiknya dengan tangan kekarnya memeluk erat pinggang Kim.


Arthur menahan belakang leher Kim, disaat Istrinya masih memainkan bibirnya. ia yang sudah merasa tidak tahan segera memperdalam ciuman bibir mereka. sekarang giliran Arthur yang memimpin kegiatan tabrak- menabrak bibir penuh panas tanpa, ada rasa bosan. kegiatan tabrak-menabrak bibir mereka harus terjeda saat sebuah suara decakan kesal mengudara di kamar rawat Kim.


"Dasar pasangan tidak tahu di tempat." Decak Natan mendelik kearah pasangan suami-istri yang sedang mengatur nafas mereka.


"Bisakah kalian menghargai jiwa Casanova kesepian ku ini." cibirnya tajam.


"Kalian selalu saja menodai mata polos ku dan juga mata keranjang ku, lama-lama mata bathin ku juga ikut meronta melihat kegiatan kalian." celutuk pria bermata empat itu.


"Bisakah, kalian menghargai pria polos ini, yang kurung akan belaian seseorang mahluk indah yang bernama wanita.?" ujar Natan lagi penuh nada yang dramatis.


"Kalian memang ... sungguh terlalu.!!!! lirih pria bermata empat itu.


"Tak usah bersedih dan risau, sayang. ada aku yang akan membelai mu dan membuatmu tidak polos lagi.!" sela suara khas melambai datang dari arah pintu kamar.


Natan, Kim dan Arthur mengalihkan pandangan mereka kearah pintu.


"glek!


"owek!


"hahah.!


mereka bertiga pun mengeluarkan reaksi mereka masing-masing. Natan tiba-tiba gugup, Arthur tiba-tiba mual, dan Kim yang tertawa renyah melihat wajah para pria tampan itu.


"Oh pangeran ku! mau kah, dirimu menerima ku menjadi cinderalamen mu.?" ujar Julia yang berperan sebagai cinderalamen yang sedang kasmaran.


"glek! Natan hanya bisa meneguk ludahnya sambil bergeming. ia bergedik jijik membayangkan dirinya dan diri Julio menjadi pasangan romantismen sejati.


"owek! tiba-tiba perut rata nya terasa diaduk-aduk.


"OH Tuhan. aku baru mengatakan cinta padamu dan lihatlah kau sudah hamil."


"owek!


"Kalau aku diam siapa yang akan memuji ketampanan mu, honey."


"owek!


"owek!


Natan dan Arthur bersama mengeluarkan rasa mual mereka. sementara Kim masih tertawa melihat drama pagi ini. antara dua pria macho dan satu pria setengah masak.


Arthur menarik Istrinya mendekat padanya dan menyembunyikan wajahnya di gunung rasa Mochi kesayangannya.


"Berhenti memanggilku seperti itu, pria sialan.!"


"jadi aku harus memanggil mu apa, tampan."


"Jangan menyentuh ku.!"


" upz. maafkan jari-jari indahku ini, tampan.!


"bisakah kau menghilang dari muka bumi ini."


"Tidak bisa tampan, aku tidak bisa jauh dari wajah mu ini."


"jangan sentuh aku.!


"Oh God. seandainya aku bisa meminjam pintu ajaib Doraemon, aku pasti akan mengirim mu ke dunia lain." celetuk Natan sinis.


"aku juga punya pintu ajaib, tampan."


"apa?


"pintu ajaib menuju hati mu.!!


"owek!


"aku rasa kau benar-benar, hamil mendengar ucapan manisku."

__ADS_1


"heh, ... pria setengah jadi, setengah masak. tutup mulut kotor dan hina mu itu." pekik Natan yang seperti seseorang yang memainkan


drama.


"Maka terimalah perkataan cinta ku, agar mulut ku menjadi bersih, tampan.!" sahut Julia sambil mengerlingkan nakal.


"jaga mata mu, sialan.!!


"baiklah demi dirimu, aku akan menjaga mata ku dan juga mata hati ku hanya untuk mu seorang." sahut Julia.


"JULIO!!!!! teriak Natan jengah.


"Julia tampan. J U L I A." sahut Julia sambil mengeja namanya.


"Aku bisa gila.!!


" kau hanya bisa, tergila-gila padaku, tampan.!


Kim masih tertawa lepas, menikmati suguhan drama pagi ini yang menggelitiknya agar tidak berhenti tertawa. tiba-tiba Julia menatap Kim dengan binar bahagia, ia menarik sudut bibirnya tipis Melihat wajah bahagia Kim.


sementara Arthur menatap kagum pada wajah cantik istrinya. ia juga ikut bahagia melihat tawa lepas istrinya itu.


" berhentilah tertawa. kau akan menyakiti perut mu." perintah Arthur sambil menghapus cairan yang ada di sudut mata Kim, akibat tawa istrinya itu.


"mereka sangat lah lucu, sayang.!" sahut Kim.


"apa kau bahagia.?


"hum. sangat bahagia, apalagi bersama suamiku yang manis dan mesum ini."


"syukurlah. aku ikut merasa bahagia kalau kau seperti ini terus."


"sekarang kau adalah kebahagiaan dan kesedihan ku mulai saat ini."


"Kau, manis sekali."


"Aku akan selalu bersikap manis hanya padamu, okusan."


"really!


"hm!


*


*


*


"Kau, siap.?"


"kita pulang sekarang.!"


"pesawat jet tempur, milikku mana.?" tanya Kim penuh harap.


"ada di landasan mansion." sahut Natan malas


"kenapa kau tidak membawanya kemari.?! sela Arthur yang melihat wajah kecewa istrinya.


"eh. bodoh. apa kau ingin membuat huru hara di sini? kau ingin melihat orang sakit berlari sendiri. atau kau ingin melihat mayat bangkit kembali.? cetus Natan.


"why?


"apa kau lupa? yang kau beli pesawat jet tempur.?"


"Yap!


"apa masalah nya, bodoh."


"masalahnya, para penghuni rumah sakit ini akan merasa berada di dunia, game perang-perangan." mereka akan berpikir terjadi penyerangan dan perang dunia ketiga." cerotos Natan.


"Sudahlah ayo pulang. mommy sudah menunggu, kalau kau ingin melihat pesawat mu, maka lihatlah disana." ajak Natan dengan omelan terus-menerus keluar dari mulutnya.


Julia hanya terdiam. perhatiannya hanya tertuju pada wajah Kim yang terlihat ceria dan bahagia. senyum tipis tak hentinya terlihat di bibir pria melambai itu. matanya bahkan sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2