
Dua manusia beda usia itu kini saling menatap dalam diam dan saling menimbulkan senyum miring, yang menyerupai seringai.
Kini di atas meja bundar dengan lapisan emas itu sudah tersaji berbagai macam makan malam yang siap di santap. Kim menelisik satu persatu makanan mewah yang ada di atas meja. Ia hanya meyakinkan kalau keselamatannya aman. Kim sangat mengenal wanita paruh baya di depannya, wanita yang memiliki kelicikan yang tidak boleh diremehkan.
Seorang pelayan ingin melayani Kim untuk mengambil makanan, tapi dengan sigap Kim menghalangi pelayanan wanita itu.
"Jangan khawatir, Keponakan ku. Makanan ini aman dan tidak sedikit pun racun di dalam makanannya." Ujar nyonya Carol dengan santai. Ia mulai menyantap makan malamnya dengan gaya elegan.
"Tidak ada salahnya aku waspada." Sahut Kim.
"Berarti kau menganggapku penjahat dan licik.!"
"Bukankah, itu dirimu? Wanita rubah dan licik." Cibir Kim.
Nyonya carol hanya bisa menahan geramannya dan mengepalkan tangannya di kedua benda yang ada di tangannya.
"Kau tidak takut pada ku.? Sela nyonya Carol.
Kim mengerutkan alisnya dan menatap wanita yang sangat mirip dengan mommynya.
"Tidak! Sahut Kim santai.
"Kau keturunan Hugo. Pasti kau tidak memiliki rasa takut." Sambung nyonya Carol dan menatap Kim penuh arti.
"Apa yang kau rencanakan.!" Kim bertanya sambil memakan makanannya.
"Apa kau yakin, makanan itu tidak memiliki racun.?" Tanya nyonya Carol dengan senyum miring.
"Tidak! Kau tidak akan berani membunuhku nyonya, Karena aku adalah kunci menuju impian yang kau inginkan, sehingga kau tega melenyapkan nyawa saudaramu sendiri. Pungkas Kim dengan tatapan yang mulia nyalang.
"Kau.! Geram nyonya Carol dengan genggaman tangannya kuat di antara pisau yang iya pakai dan juga garpu.
"Aku, tau semuanya, nyonya Carolina.!" Ucap Kim sambil mengelap pinggir bibirnya dengan sebuah tissue.
"Apa yang anda inginkan.?! Tanya Kim langsing pada intinya, Setelah terdiam lama
Nyonya Carol ikut menyudahi makan siangnya. Ia kini menelisik penampilan Kim.
"Aku menginginkan suami mu. Tinggalkan dia maka aku akan mempertemukan mu dengan kakak kandung mu.!
Perkataan nyonya Carol membuat Kim bergeming dan tertegun di tempatnya.
Kim menatap nyonya Carol tajam dan menelisik wajah wanita paruhbaya itu. Ia melihat ada sebuah rencana jahat yang wanita ini rencanakan.
Senyum miring Kim terlihat dan ia menatap remeh kearahnya nyonya Carol.
"Kalau aku menolak.!" Jawab Kim tenang.
"Maka kakakmu akan tinggal nama.?" Baks nyonya Carol dengan wajah pongah dan sombongku.
Kim terlihat menggakuk- angguk sambil memangku dagunya sendiri. Ia seperti memikirkan tawaran nyonya Carol.
"Maka lakukanlah. Apa yang ingin kau lakukan pada kakakku." Sahut Kim Santai.
Membuat nyonya Carol menganga tidak percaya apa yang wanita ini ucapakan.
"Kau tidak ingin bertemu saudara mu.?
"Tidak! Itu tidak penting bagiku.!"
"Jadi kau menolak tawaran ku.?!
"Yap. aku tidak akan membiarkan suamiku disentuh oleh orang-orang hina seperti kalian."
__ADS_1
"Apa maksud mu, sialan.?"
"Apa anda tidak pernah merasa hina.?
"Meskipun anda sering berbuat dosa dan perbuatan kejahatan.?"
"Tutup mulutmu.!"
"Ini adalah mulut ku jadi aku punya hak untuk berbicara semau diriku."
"Kau.!!
Nyonya Carol mengebrak meja makan yang ada di hadapannya. Amarahnya terpancing akan ucapan enteng Kim padanya.
Ternyata mulut keponakan nya ini sangatlah tajam.
Nyonya Carol menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya secara berlahan juga.
"Katakan kenapa kau begitu menginginkan suami ku.?"
"Karena dia adalah milik anakku sejak dulu."
"Tapi dia suamiku.?!
"Maka lepaskan suami mu. Maka kakak mu selamat."
"Lakukanlah! Karena aku tidak perduli."
"Oh yah. Kau yakin tidak perduli pada kakak mu.?
"Tidak!
"Kenapa.?
"Karena Arthur suamiku. Tidak akan aku biarkan satu wanita pun menyentuhnya. Karena aku tidak suka."
"Yah!
"Apa kau yakin.?"
"Yakin. Sangat yakin." Jawab Kim enteng.
"Apa kau melakukan ini demi anakmu yang gila itu.?
"Jangan ucapanmu.!"
Why? Tanya Kim dengan alis terangkat.
"Bukankah putri mu itu memang sudah gila, nyonya.?"
"Gila karena obsesinya sendiri. Sungguh malang sekali nasib anak anda."
"Tutup mulutmu, sialan.!" Hardik nyonya Carol.
"Terus aku harus menyebut apa? Anak anda yang ketawa dan bicara sendiri.?"
"Kau.! Bentak nyonya Carol, sambil melemparkan Kim sebuah pisau daging yang ada di bekas piring makanya.
Kim yang dapat membaca gerak-gerik nyonya Carol dengan gesit menghindari serangan nyonya Carol. Sehingga pisau kecil itu melewatinya. Kim yang mau tinggal diam. Langsung menusukkan sebuah garpun ke tangan nyonya Carol mengunakan sebuah garpu.
"Akhh! Pekik kesakitan nyonya Carol. Saat garpu itu menusuk daging di telapak tangannya.
"Itu hadiah pertemuan kita, bibiku yang licik." Ujar Kim.
__ADS_1
"Dasar jaaalang.! Pekik nyonya Carol.
"Itu cocok sebutan buat anda nyonya.!
"Kau! Bentak nyonya Carol sengit.
Nyonya Carol ingin kembali menyerang Kim, tapi gerakannya lebih lincah dari seorang Kim yang Kembali menghadiahi nyonya Carol sebuah pisau makan di telapak tangan kanan nyonya Carol.
"Akhh! Teriak nyonya Carol kesakitan.
"Aku rasa ini belum seberapa dengan yang kau lakukan pada kedua orang tuaku." Ujar Kim dingin.
Kim mencabut kembali pisau itu dan menusukan kembali ke telapak tangan nyonya Carol.
Wanita itu hanya bisa berteriak sakit. Pelayan yang ada di sana hanya bisa terdiam. Mereka takut ikut campur saat menatap wajah mengerikan Kim.
"Sakit, nyonya Carol.? Tanya Kim dingin dan menekan pisau itu kembali.
"Lepaskan sialan.!" Umpat nyonya Carol sambil menahan sakit di telapak tangannya.
"Tidak. Sebelum aku melenyapkan mu.!" Bisik Kim.
Nyonya Carol hanya bisa menahan rasa sakitnya. Ia tidak boleh mati konyol di tangan Kim.
"Lepaskan aku.!
"Kalau tidak, aku bersumpah kau tidak akan bertemu kedua orang tua mu.
Kim kembali bergeming saat mendengar sahutan nyonya Carol.
"Apa maksudmu.!" Tanya Kim pelan.
Nyonya Carol tersenyum puasa saat melihat reaksi Kim.
"Lepaskan aku dulu."
"Apa maksudmu? Tentang kedua orang tuaku.?
"Lepaskan aku dulu,! Perintah nyonya Carol dengan ringisan.
"Aku tidak akan melepaskan mu, nyonya Carol dan aku juga tidak peduli soal orang tua ku. Ujar Kim dingin.
"Malam ini aku pastikan. Kau mati ditangan ku.!" Bisik Kim sarkas.
nyonyan Carol tiba-tiba saja menjadi pucat dan gemetar saat mendengar bisikan mengerikan dari Kim. ia yang setengah mati ingin memencet sebuah alarm di bawah mejanya. Kim yang mengetahui itu segera mengikat kedua tangan nyonya Carol.
"lepaskan aku jaaalang.!" amuk nyonya Carol.
"tolong ... tolong ... tolong ....!" teriak nyonya Carol dengan wajah ketakutan.
" kau takut nyonya.?!
"bukankah kau tadi begitu, sombong ingin memisahkan aku dengan suamiku.?"
"di mana keberanian anda tadi dan juga sifat sombong anda.?"
"apakah hanya segini keberanian anda, nyonya."
" Anda memang seorang pengecut.!"
"lepas.!" lirih nyonya Carol.
"no! sebelum aku bermain-main dengan mu.!"
__ADS_1
"akhh!
"mommy.!!