Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 79


__ADS_3

Tangisan tuan muda di Mansion Kato, masih terdengar nyaring dan memilukan. Tangisan seseorang yang sedang patah hati kini melanda putra satu-satunya keluarga billionaire terpandang di kota metropolitan itu.


Arthur kini sedang terisak di pangkuan sang mommy. Pria itu mengadu dengan tangisannya yang memilukan.


"Mommy, dia tega melakukan itu padaku, akhh." Adu pria bermanik coklat terang itu dengan tangisan yang kembali mengema di seluruh, mansion.


"Oh. anak mommy, yang tampan." Hibur sang mommy sambil mengusap lembut rambut putra tersayangnya yang berada di atas pahanya.


"Aku, melihatnya, mom. Aku melihat semua yang mereka lakukan dan aku mendengar suara-suara ribut mereka, mommy." Aduhnya, sambil menghapus air mata patah hatinya, yang sejak tadi membasahi wajah tanpa tunas jambang itu.


"Apa, yang kau lihat.?" Tanya mommy, dengan kening yang mengerut.


"Aku, melihat mereka saling bergerak sehingga badan mereka di penuhi keringat dan tubuh mereka memerah. Aku juga melihat Calista naik turun sambil berteriak dan berbicara tidak jelas." Ungkap pria berusia 26 tahun itu.


"Oh, Tuhan. Mata sucimu sudah tercemar, son. Kau harus segera melakukan pensucian mata dan pikiranmu. Kalau tidak cahaya positif dari pancaran mata indah berkilau milikmu akan hilang, son." Sahut sang mommy heboh.


"Memangnya, kalau melihat hal seperti itu tidak baik buat mata kita, yah mom? Terus, bagaimana kalau aku melihat wanita cantik dan saat menyentuhnya tubuhku tiba-tiba panas dan benda ajaibku mengembang, mom. Apakah itu semua tidak baik, yah mom." Ungkap Arthur dengan polosnya, sambil mengangkat kepalanya dari paha sang mommy dan menatap, wanita yang berharganya itu.


Sang mommy mengerjapkan mata bulatnya bermanik coklat itu, dan mulut sang mommy terbuka lebar. Mendengar ucapan polos putra manisnya itu.


"Apa yang kau katakan, son.?" Tanya mommy untuk menyakinkan apa yang ia dengar tadi.


Arthur pun dengan polosnya menceritakannya kepada sang mommy tentang pertemuannya dengan, Kim.


" Tadi, tidak sengaja aku menarik telapak tangan seorang wanita yang sangat, cantik. Bahkan sangat cantik. Dia seperti boneka anime Jepang, mom." Lanjut pria itu lagi dengan ungkapan polosnya yang kini raut wajah berubah merah.


"Jadi wanita itu, bisa membuat benda ajaibku berdiri tegak dan menjulang.?" Tanya mommy dengan raut penasaran.


Arthur mengangkuk cepat dengan wajah teduh nan polos plus lugu.


"Berarti, wanita itu mempunyai gua ajaib." Gumam mommy dengan raut wajah yang sedang berpikir.


"Gua ajaib apa, mom.?


"Gua ajaib buat sarung benda ajaib mu." Sarkas mommy enteng.


"Maksud mommy apa.?"


"Astaga, anakku yang tampan. Kenapa dia begitu polos." Gumam mommy sambil menghela nafas panjang.


"Mom. apa maksud, mommy tentang gua ajaib.?" Tanya pria berwajah teduh dan lembut itu.


"Ah, lupakan." Sahut mommy malas.


"Oh iya. Apa yang kau lakukan, saat melihat mereka senam badan diatas sofa." Seru mommy.


"Senam badan." Balas Arthur binggung.


"Iya senam badan, seperti yang kau lihat." Jawab mommy gemes.


"Berarti, gerakan naik turun, Calista senam badan yah, mom.?" Tanya pria yang kira-kira memiliki tingkat kepolosan yang sangat menyebalkan.


"Oh astaga, Tuhan.!" Geram mommy gemes, sambil memijit pelipisnya.


"Next." Ujar mommy.


"Cepat katakan, apa yang kau lakukan saat melihat mereka bergerak naik-turun." Decak mommy."

__ADS_1


"Mengintip dan melihat mereka sebentar. Terus aku pergi, mom." Jawab Arthur tenang.


"Apa kau tidak melakukan apapun pada mereka.?" Sentak mommy.


Arthur menggeleng dengan wajah polos yang pengen di tabok.


"Astaga, kepala pintarku mendadak linglung." Keluh mommy dramatis.


"Kepala mom, kenapa.?" Tanya Arthur panik.


"Next." Sentak mommy kembali.


Alis tebal Arthur menyengit sebelah, yang menandakan pria tampan itu kebingungan.


"Lupakan." Sela mommy.


"Apa kau serius tidak melakukan apa-apa pada mereka.?!


"Tidak."


"Oh, Tuhan. Seharusnya kau memberi mereka pelajaran terlebih dahulu sebelum meninggal mereka." Ucap wanita paruhbaya itu dengan nada yang menggebu-ngebu.


"Pelajaran apa.?"


"Oh iya seharusnya aku memberi mereka pelajaran yang sering mommy ajarkan padaku, iyakan, mom."


"Memangnya mommy, mengajari apa.?"


"Bukankah, mommy sering menasehati ku supaya menjauhi s*k bebas? Kata mommy itu tidak baik dan bisa membuat kita terkena penyakit mengerikan." Ujar pria itu, yang sikap menyebalkannya melebihi sincha.


"Astaga, kenapa aku merasa kerutan ku bertambah." Keluh wanita itu kembali.


"Mom, … mommy." Seru Arthur, mengejutkan wanita berharganya.


"Mom. Tidak apa-apa.?" Tanya Arthur.


" Mom, baik-baik saja." Sahut mommy.


"Son. Ingat kau harus menjauhi wanita liar itu. Apa kau dengar? Mom, cuma takut wanita itu berbuat nekat pada mu, son." Ujar sang mommy dengan raut serius.


"Baik mom." Balas Arthur patuh.


"Kau memang putra ku yang baik hati."


"Apa pria itu calon suami mu.?" Jenny bertanya kepada Kim yang berdiri di sampingnya.


"Entah." Jawab Kim tidak acuh.


"Sepertinya dia sangat manis." Sahut jenny yang sejak tadi memperhatikan, nyonya Gabriela dan putranya.


"Sepertinya dia sangat tampan."


"Mungkin."


"Apa kau tidak penasaran dengan calon suami mu itu.?"


"Tidak. Bukankah besok aku akan bertemu dengannya.?

__ADS_1


"Aku rasa kalian pasangan serasi."


"Lihatlah, dia begitu lembut dan manis. Sedangkan kau begitu kasar dan kejam."


"Itu tidak penting."


"Dasar, kau wanita es."


" Terserah."


Kim yang muak pun meninggalkan jenny sendiri di sana yang masih menyaksikan nyonya Gabriela dan putranya.


*


*


*


Di bagian benua lain.


"Jadi dia sedang berada di Los Angeles.?" Tanya seorang pria berwajah Arab Eropa itu kepada sang asisten.


"Iya, tuan." Jawab Austin.


"Nona Kim, berada di kediaman keluarga Kato, tuan."


" Kediaman Kato.?"


"Iya tuan."


"Mereka melakukan kontrak kerjasama, tuan."


"Brengsek. Berani-beraninya wanita itu menantang ku." Geram Keanu.


"Terus awasi wanitaku. Jangan sampai dia melakukan macam-macam di belakangku." Perintah Keanu.


"Baik, tuan."


"Hm." Gumam Keanu.


Austin pun meninggalkan tuan mudanya dan melakukan perintah big boss-nya itu.


Keanu memgenggam gelas yang berisikan cairan merah.


Pria itu kembali menatap gambar Kim yang terpasang di dinding kamar mewahnya.


Keanu bangkit dan melangkah kearah gambar, Kim yang berukuran besar itu.


"Kau, hanya milikku, Kimberly ligh Hugo."


"Jangan harap kau bisa lepas dariku, sayang."


"Kau adalah wanita ku dan milik ku, Kimberly."


"Tidak ada yang berhak memilikimu selain aku, Kimberly."


Keanu Adrian Adam. Pria berdarah Arab Eropa itu begitu terobsesi kepada Kim. Entah apa yang ia inginkan dari Kim. Antara dendam dan obsesi yang kini melanda pria rupawan itu.

__ADS_1


Obsesinya begitu besar kepada Kim dan tidak akan membiarkan seseorang pun memiliki, Kim selain dirinya.


Pria itu sudah memiliki tekat akan membuat Kimberly ligh Hugo, menjadi miliknya setelah itu dia akan membuat Kimberly menjadi budaknya.


__ADS_2