
Pasangan suami-istri yang merasa dunia milik mereka berdua itu, masih asyik saling bercumbu di atas body mobil mewah mereka. Sementara sang sopir yang merasa hanya menumpang di dunia sepasang, suami-istri itu memilih meninggal kedua majikannya. tidak mungkin ia menyaksikan cumbuan panas tuan mudanya itu yang membuat jiwa perjaka ting-tingnya meronta.
Pasangan itu tidak memperdulikan keadaan sekelilingnya, apa lagi mereka bermesraan di bawah matahari yang begitu panas. Pasangan itu seakan-akan berada di pantai cinta.
Dari jauh beberapa mobil mendekat kearah mereka dengan melaju kencang.
"Cittt." Mobil yang paling depan itu tiba-tiba mengeram tiba-tiba, saat netra biru terangnya menatap pemandangan yang membuatnya menganga. Netra pria tampan itupun berkeliaran mencari seseorang yang membuat dirinya khawatir.
Kini netra biru terang, pria itu menangkap pemandangan membuatnya hanya bisa mendengus dan berdecak kesal.
Ia lalu turun dari mobil sport mewahnya dan sedikit membanting pintu mobilnya, bermaksud menyadarkan pasangan yang makin menggila itu.
"Wow, aku sangat beruntung menyaksikan adengan keromantisan kalian." Cibir Natan kesal.
Pasangan suami-istri itu pun tersadar dan melempaskan tauatan bibir mereka.
"Ck! Decak Arthur.
"Kalian yang melakukan ini,?" Tanya Natan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Mungkin aku sudah berada di dasar tebing, bila mengharapkan dirimu, dasar lamban." Sinis Arthur.
"Benarkah? Tapi kenapa kau masih disini? Seharusnya kau benar-benar berada di dasar tebing, dan aku bersedia dan tulus ikhlas menjadi suami pengantin buat kakak ipar cantik ini." Celutuk Natan dengan tidak tahu malu.
"Dasar Jhonatan sialan, kau ingin aku melemparkan mu ketebing sana.! Pekik Arthur.
Natan hanya mencebikkan mulut dan kembali melihat para mayat yang berlumuran darah di tanah.
"Ck. Kalian benar-benar pasangan mengerikan." Decak Natan sambil menggeleng.
"Hai, kakak ipar," sapa Natan kepada Kim yang masih duduk di body mobil.
Kim tidak menyahuti sapaan Jhonatan dan juga tidak tertarik membalas celutukan pria itu.
"Salam kenal kakak ipar, saya Jhonatan adik sepupu suami mu yang bodoh ini." Ucap Natan dengan cengiran khas.
"Maaf aku tidak tertarik mengenalmu," sahut Kim dingin.
"Aku sepupu suami mu, nona.?" Lanjut Natan.
"Aku tidak mau tau dan itu tidak penting." Sahut Kim tidak acuh.
Natan hanya bisa melongo melihat sikap dingin istri dari sepupu bodohnya itu.
"Wow, bidadari rasa wonder woman yang sangat dingin." Cicit Natan.
"Hanya aku yang bisa menyentuhnya, dude." Sahut Arthur bangga sambil menaik turunkan alis tebalnya.
"Dia wanita yang sangat dingin." Bisik Natan.
"Tidak masalah, dingin diluar tapi hangat di dalam." Jawab Arthur penuh ke ambigoan.
Lagi-lagi Natan hanya bisa melongo mendengar celutukan sepupu sipitnya itu.
"Apa maksud pria bodoh ini." Cicit Natan kembali.
Dia kembali mengamati para korban dari pembantai yang dilakukan sepasang suami-istri itu.
"Kau yang melakukan ini, kakak ipar.?" Tanya Natan sambil menunjuk pria yang di kepalanya tertancap sebuah belati.
"Hum." Jawab Kim cuek.
"Wow. Kau hebat," balas Natan dengan wajah yang shock.
__ADS_1
"Apa kau ingin menguji kehebatan ku.?" Tantang Kim dengan seringai.
"Glek." Natan hanya bisa meneguk ludahnya kasar dan mengelekkan kepalanya.
"Dasar penakut." Sela Arthur, mengejek sepupunya itu.
"Aku bukan takut, tapi kalau aku mati bagaimana para nasib kekasihku." Sahut Natan sendu.
"Kau pria penjahat kelamin juga rupanya," potong Kim, menyela ucapan Natan.
"Aku hanya mencari yang tepat untuk, senjata ku, nona." Jawab Natan.
"Ck! Sama saja. Dasar Casanova culun." Sinis Kim dan masuk kedalam mobil.
"Apa katanya aku culun." Pekik Natan tidak terima perkataan Kim.
"Yang dikatakan istriku benar, kau adalah Casanova culun dan kere." Ejek Arthur juga dan mengikuti istrinya masuk kedalam mobil.
"Urus mereka, buang atau bakar saja jasad mereka. Dan temui aku nanti malam." Perintah Arthur dan tidak memperdulikan wajah masam sepupunya.
"Aku pergi." Pamit Arthur pada sepupunya itu yang menyorotinya tajam.
Arthur hanya tersenyum mengejek kearah sepupunya, yang sedang mengerutut kesal.
"Dasar pasangan gila dan menyusahkan." Gerutu pria tampan itu.
"Apa katanya, aku culun, " cih, mereka belum tau kalau semua wanita tergila-gila padaku." Gerutunya lagi.
"Cepatlah, lemparkan mereka semua kedalam tebing." Perintah Natan kepada anak buahnya.
"Baik tuan," ucap mereka serentak.
"Mereka semua dari geng apa.?"
"Starblack.?"
"Iya, pembunuh bayaran terkenal di kota ini."
"Baiklah, kirimkan tangan ini dan berikan dia pesan.!" Perintah Natan lagi.
"Baik tuan."
Setelah memerintahkan anak buahnya, Natan memasuki mobil sport mewahnya dan melaju untuk mengikuti mobil Arthur dan Kim, yang sudah melaju jauh.
*
*
*
Sementara di sebuah apartemen mewah yang berada di tengah kota Los Angeles, lebih tepatnya di sebuah kamar mewah dan luas itu kini, seorang pria tinggi tegap sedang memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut saat mendengar kabar kalau semua rencananya gagal.
Keanu hanya bisa melampiaskan amarahnya pada barang-barang yang berada di dalam kamarnya, atas kegagalan rencananya yang akan menculik Kim.
Pria itu melupakan siapa Kim sebenarnya, dia masih berpikir Kim dan Arthur adalah pasangan yang lemah dan mudah dikalahkan.
Pria itu kini sedang berpikir, cara apalagi yang akan ia lakukan untuk membuat Kim menjadi miliknya.
Obsesinya dan rasa ingin memiliki seorang Kimberly makin menjadi, saat begitu sulitnya ia mendapat seorang Kimberly.
Dia merasa harga dirinya di permalukan dan tentu saja dia tidak akan menerima semudah itu.
Rasa ingin memiliki itu makin menjadi sampai sekarang. Keanu yakin suatu saat dia akan memiliki Kim dan menjerat wanita itu dalam kehidupannya selamanya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan Kim dia akan menjadikan wanita itu budak nafsunya dan juga mainannya.
Manik Keanu menajam kearah foto Kim yang tergantung indah diatas dinding kamarnya. Ia akan menjadikan foto Kim sebagai pembangkit gairahnya. Dan itu berhasil setiap ia membayangkan Kim berada di bawah kungkungannya maka gairahnya akan bangkit dan begitu juga burung unta miliknya.
Akan tetapi bila ia melakukan kepada wanita bayaran, maka perjuangannya untuk membangunkan sang burung unta akan menjadi sia-sia.
"Kimberly ligh Hugo, kau adalah milikku, sayang."
"Hanya kaulah yang bisa membuat ku bergairah lagi, dan aku bersumpah akan menjadikan mu boneka mainan ku."
"Aku akan melenyapkan suami bodoh mu itu, baby."
"Agar aku bisa menjadikan mu permaisuri hatiku."
"Hahaha."
Keanu begitu tertekan atas kegagalannya mendapatkan apa yang ia inginkan itu. Dia hanya bisa mengamuk dan meracaukam nama Kimberly.
*
*
*
"Kalian baru pulang," sapa mommy Gabriela, yang membuat pasangan suami-istri itu bergeming di tempatnya, saat sang mommy mengejutkan mereka.
Niat hati ingin memasuki mansion dengan diam-diam, agar sang mommy tidak melihat penampilan mereka yang begitu kacau.
Mereka masih terdiam di depan tangga sambil membelakangi, nyonya besar di mansion ini.
"Hei, kenapa kalian diam. Katakan kalian dari mana.?" Tanya mommy lagi yang mengerut kan keningnya ketika kedua pasangan itu hanya terdiam.
mommy yang penasaran pun ingin membalikkan tubuh tinggi putranya, tapi sebuah suara mengelegar mengurungkan niatnya.
"mommy," panggil seorang pria yang begitu mommy kenali.
"mommy, I'm coming." teriak pria itu lagi.
mommy pun keluar mendekati suara yang menganggu pendengarannya.
Kim dan Arthur, secara bersamaan mengintip kebelakang, dan mereka menghela nafas lega bersamaan juga. mereka berdua pun segera berlari menaiki tangga.
"Mommy, aku merindukanmu."
"dasar anak durhaka.!"
"come on, mom. aku baru datang dan kau sudah membuat telinga ku sakit.
"Kau darimana saja baru menemui, mommy."
"sibuk menjelajahi pengunungan kembar, mom."
"Jhonatan.!!!!
"yes, mom."
"dasar anak kurang dihajar."
"no, mom. aku kurang dibelai."
"JHONATAN!!!
__ADS_1