Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 104


__ADS_3

Kim dan Arthur kini sedang berdiri di body mobil mewah mereka, dengan raut wajah yang sangat santai bahkan terlihat mengerikan dengan senyum devil terpatri di wajah suami-istri itu.


Kim yang melipat bajunya keatas dan memperlihatkan perut datarnya dan lengan bajunya ia gulung sampai diatas siku. Begitu juga dengan Arthur yang kini hanya mengenakan kemeja saja dengan lengan di gulung keatas, memperlihatkan lengan kekar pria itu. Jangan lupa Arthur juga membuka 2 anak kancing kemejanya dan terlihatlah dada bidang yang begitu seksi.


Kim bersiul sambil menatap kagum pada suami tampannya itu. "Kau begitu seksi, sayang." Ujarnya dan mengecup bibir suaminya."


Arthur tersenyum pongah setelah menerima pujian dari istrinya. "Dan kau begitu, menggoda, okusan." Bisik Arthur.


"Sebelum kita bermain, bisakah aku meminta tambahan imun ku, okusan.?" Pintanya dan menyematkan jemari panjangnya kebelakang tengkuk Kim.


"Aku, hanya meminta ini." Langsung saja, Arthur menarik tengkuk Kim dan menyatukan bibir mereka. Pasangan itu kini saling bertautan bibir sebelum menghadapi musuh mereka.


Arthur menajam pengelihatannya saat beberapa mobil kita mendekat kearah mereka.


"Sepertinya kita akan bermain dengan puas hari ini, okusan." Bisik Arthur di sela cumbuannya diatas bibir Kim.


Kim hanya menyerigai menanggapi bisikan suaminya.


"Bersiaplah, lawan kita ada 20 orang, okusan. Apakah kau sanggup."


"Aku pikir lebih dari itu." Kekeh Kim, saat bibir mereka terlepas.


"Hati-hati, aku tidak ingin kulit indahmu terluka sedikitpun.!"


Kim mengangkuk patuh dan memutar tubuhnya. Maniknya memicing menatap para Pria yang memiliki tubuh tinggi besar.


Manik biru kehijau-hijauannya, menghitung jumlah para pria yang tersenyum mengejek kearah mereka.


Kim memindai penampilan para pria itu, untuk mencari sesuatu di antara para pria yang kini sudah mendekat kearah mereka.


"Ikutlah dengan kami nona." Suruh salah satu dari mereka. Mungkin pria ini adalah ketua kelompok mereka.

__ADS_1


Kim dan Arthur menyengit mendengar perkataan ketua, kelompok para pria tidak tau asal usul mereka itu


"Ikutlah, nona. Atau tidak kami terpaksa menyeret paksa anda." Ujarnya kembali.


Kim mengerutkan hidup tingginya binggung, dengan maksud dari pria tersebut.


Kim tersenyum miring saat sudah mengetahui siapa dalang dibalik semua ini.


Arthur hanya bisa menahan geramannya saat mendengar perkataan pria yang sudah lancang memerintah istrinya.


"Kalian siapa." Tanya Kim dingin.


"Kami, hanya di perintahkan untuk membawa anda, nona. Secara baik-baik atau secara paksa.


"Kalau aku tidak mau, kalian mau apa.?!


"Kami terpaksa menyeret anda dan melemparkan suami anda kedalam sana." Pria itu menatap kearah tebing dan diikuti oleh Kim dan Arthur.


"Jadi mari ikutlah dengan kami, nona."


"Ikut dengan kami, nona." Hardik pria lainnya.


"Hei, … berani-beraninya kau membentak istriku." Hardik Arthur balik, yang siap memberi satu bogeman mentah kearah pria lancang itu, tapi Kim menahan telapak tangan suaminya dan mengedikkan matanya, agar suaminya itu sabar dan tenang.


"Bawa dia.!" Perintah ketua kelompok mereka.


Dua orang pria dengan tubuh tinggi besar berjalan kearah Kim dan Arthur. Mereka merasa puas karena bisa membawa target sasaran mereka.


"Bawa wanita itu, dan lemparkan pria sipit ini ketebing. Perintah pria itu lagi.


Kim dan Arthur pun sopirnya masih terdiam, menunggu para musuh menyerang mereka duluan.

__ADS_1


Dua orang pria itupun kini sudah berada di depan Kim dan bersiap untuk meraih telapak tangan Kim.


"Ayolah nona cantik ikutlah dengan kami," haha." Suruh mereka dengan tertawa mengejek.


"Seharusnya nona cantik ini memilih suami yang berani, bukan memilih suami lemah seperti dia." Ejek mereka dan tertawa.


" nona ikut kami." Celutuk pria lainnya.


Kedua pria meraih tangan Kim dan bermaksud membawa wanita itu pergi dengan tersenyum puas.


Belum juga kaki mereka melangkah, sebuah samurai menyapa tangan salah satu dari pria itu. yang sudah berani memegang tangan istri dari Arthur Cedrik Kato.


"Akhh." Teriak salah satu dari mereka ketika tangan pria itu kini tergeletak di atas tanah, pria itupun tergulai lemas dengan keadaan tangan yang terputus.


Seluruh geng pembunuh bayaran itu, terkejut kaget dan menganga atas apa yang mereka lihat.


Sedang Kim, menampilkan senyum devilnya kepada pria yang sudah memucat di depannya, bagaimana tidak pucat kalau belati yang ada di tangan Kim, kini bermain-main di atas dadanya.


"Kau, tadi mengatakan suamiku lemah, … Hem," bisik Kim.


"Apa kau tidak melihat keadaan temanmu itu? Lihatlah tangannya terputus. Apa kau ingin merasai samurai suamiku." Bisik Kim lagi dan tersenyum kepada Arthur yang juga tersenyum devil padanya.


"Tapi aku ingin, mencoba belati ini. Apakah ini tajam, …" Akkh, teriak pria itu, saat Kim menusukkan belati tersebut tepat di jantung pria malang itu.


"Wow, ternyata belati mu sangatlah tajam, sayang. aku menyukainya."


"berarti dia milikmu, okusan ku."


"benarkah."


"hm."

__ADS_1


"kalau begitu aku akan memakai untuk bermain dengan mereka," ujar Kim dan menatap dua pria tadi sudah terkapar di tanah.


sekarang mereka tinggal mengalahkan 23 orang lagi.


__ADS_2