Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 72


__ADS_3

Sebuah mobil Lamborghini berwarna pink, terparkir dengan elegannya di sebuah parkiran luas di salah satu apartemen mewah di kota, Los Angeles. Apartemen mewah dan terkenal di kota metropolitan terpadat di dunia itu.


Sesosok pria tampan dengan tubuh tinggi dan kekar, yang terlihat begitu maskulin dan macho turun dari mobil mewah itu dengan kacamata hitam melingkar di kedua mata tajamnya. Pria dengan kemeja hitam yang lengannya di gulung hingga bawah siku, yang memperlihatkan tangan kekar berkulit eksotis itu. Kaki panjangnya mengelilingi mobil pink itu, hingga berhenti di samping pintu mobil satunya. Pria itu membuka pintu mobil dan nampak seorang wanita cantik dan manis dengan baju pink, rambut blonde berwarna coklat di biarkan tergurai indah yang, di hiasi sebuah cepitan yang terbuat dari berlian yang membuat wanita itu terlihat mengemaskan dan cute.


Dengan sikap manis pria keturunan Amerika- Jepang itu, membantu sang kekasih turun dengan melindungi kepala kekasihnya agar tidak terbentur oleh bagian atas mobil.


"Terimakasih, honey." Ucap wanita manis nan cute itu, yang memperlihatkan lesung pipi di kedua pipinya.


"Sama-sama darling. Oh, Tuhan. Kau begitu mengemaskan." Balas pria maskulin itu, sambil mencubit kedua pipi kekasihnya.


"Sakit, honey,!" Rengek sang wanita dengan bibir yang mengerucut.


"Oh, darling. Jangan memojongkan bibir mungilmu seperti itu, aku tidak bisa menahannya untuk mencium bibir mu." Seru pria dengan manik coklat nan tajam khas keturunan Jepang itu.


"Maka, ciumlah,!" Balas sang kekasih dengan bibir yang sudah manyun meminta sang pria untuk mengecup bibirnya.


"No, darling. Disini terlalu terbuka." Tolak pria tinggi itu sambil mengusap pipi wanitanya dengan lembut.


"Ist, menyebalkan." Cebik sang wanita.


Pria itu hanya terkekeh melihat tingkah mengemaskan sang kekasih.


"Apa kau suka dengan hadiahnya, darling.?" Pria dengan senyum menawan itu bertanya sambil melirik mobil sport mewah yang berwarna pink itu, ia khusus memesan mobil yang di inginkan sang kekasih. Mobil sport mewah dengan Limited edition yang hanya ada 100  saja di seluruh dunia. Dan kekasihnya itu merengek  dan merajuk ingin memiliki mobil dengan harga selangit tentunya.


Demi kebahagian dan kesenangan sang kekasih, pria itu dengan iklas membelikan untuk wanitanya yang sangat ia cintai. Wanita yang merupakan cinta pertamanya dan ia ingin sang wanita menjadi wanita terakhir untuknya, karena hanya wanita yang berada di sampingnyalah, yang bisa membuatnya berbunga-bunga.


Pria itu rela mengeluarkan uang banyak berapapun demi kebahagian sang wanita, membelikannya apartemen mewah, mobil, barang-barang mewah dan menanggung kehidupan sehari-hari sang wanita.


Meskipun ia harus mendapatkan kemarahan sang mommy tercinta.


"Mommy, maafkan Athur," batin pria tampan itu.


"Aku suka, sangat, … suka. Terimakasih, honey." Balas sang wanita dan langsung mencium rahang kokoh pria itu, yang tiba-tiba merona.


"Ini, adalah mobil semua impian para wanita, dan aku beruntung memilikinya, terimakasih, honey." Ucapnya kembali dan dia mengikis jarak di antar mereka. Wanita itu mendongak menatap wajah maskulin pria di depannya dan memajukan wajah imutnya kepada pria yang hanya bisa membeku di tempatnya.

__ADS_1


"A-ap yang ingin kau lakukan, darling." Tanya pria rupawan itu dengan wajah gugup.


Wanita itu tidak menjawab, ia berjinjit dan meraih tengkuk leher panjang pria yang kini memucat. Saat wanita itu ingin mencium bibir pria tinggi di hadapannya, tiba-tiba suara panggilan dari ponsel pria rupawan itu membatalkan niat wanita imut mengemaskan untuk mencium bibir kekasihnya.


"Menyebalkan." Decak malas wanita dengan rambut sebahu berwarna coklat terang.


"Maaf, darling, aku angkat panggil dari mommy dulu." Ujarnya dan menjauh dari sang wanita yang hanya bersungut-sungut.


"Dasar, wanita tua menyebalkan. Selalu saja mengangguku untuk bersenang-senang dengan anaknya, apa kurangnya coba aku. Dia terlalu posesif kepada putra payahnya itu. Tapi masa bodohlah, yang penting aku sudah bisa memiliki mobil mewah ini," gumam wanita itu dengan tersenyum senang.


"Oh, Athur Cedrik Kato, kau memang ATM berjalan ku yang sangat baik." Girang wanita itu sambil membelai super car mewah berwarna pink itu.


"Halo, mommy."


"Puuuuulllaangg." Suara lengkingan di seberang sana membuat telinga Athur mendenging.


"Sebentar, mom-." Ucapan Athur terjeda, saat sang mommy kembali berteriak sa seberang sana.


 "Arthur Cedrik katooooo, pulanggggg." Pekik sang mommy kembali.


Arthur hanya bisa menghela nafas dan memang wajah sendu, susah di pastikan sang mommy akan memarahinya dan memberikannya sebuah kata-kata yang dari A hingga Z.


Athur berjalan kembali kearah wanitanya, yang tersenyum sendiri sambil memandangi mobil pemberiannya.


"Darling, maaf aku har-." Belum selesai pria itu berbicara sang kekasih langsung menyelanya.


"Pulanglah." Jawab sang wanita yang masih pokus memandangi mobil mewah yang menjadi miliknya sekarang.


"Maaf, darling. Aku tidak bisa menemanimu makan siang, mom-." Kembali lagi ucapannya terputus.


"Tidak apa-apa, pergilah." Jawab wanita itu dengan nada cuek.


Athur menarik nafas dan membuangnya dengan elegan. Dia mengusap pucuk kepala wanitanya yang bernama Calista itu.


"Aku, pergi dulu." Pamit Athur dan mencium pipi sang kekasih sayang.

__ADS_1


"Hm," gumam Calista acuh.


Athur pun melangkah pergi dari area parkiran apartemen itu, ia mendekati mobil mewah yang terparkir di luar area apartemen, yang sejak tadi menyemputnya atas perintah sang mommy.


"Cih, dasar anak, mommy." Cebik Calista kesal.


"Seandainya, aku tidak mengejar uangnya, aku tidak bakalan mau dengan pria manja dan lemah seperti dia." Sungut Calista dan dia maraih ponselnya untuk menghubungi seseorang di seberang sana.


"Halo, sayang." Sapa Calista manja.


" …


"Aku, merindukan mu, sayang."


" …


"Datanglah dan kita bermain sepuasnya."


" …


"Baiklah, sayang aku merindukanmu."


"Tut."


"Maaf, Athur sayang, aku harus mengkhianati mu, karena aku juga butuh kehangatan dan kau tidak bisa memberikan itu padaku. Jadi jangan salahkan aku bila mengkhianati mu, Honey." Gumam Calista dengan senyum seringai liciknya.


"Tapi, aku sangat sayang padamu, apalagi harta mu." Gumam Calista lagi dan kali ini ia tertawa lepas.


"Dasar pria manja bodoh."  Maki Calista dan melangkah memasuki lift yang langsung membawanya ke unit mewah miliknya yang berada di lantai paling atas.


Calista dan Athur sudah menjalin hubungan selama 1 tahun dan selama itu juga gadis itu mendapat kemewahan dan kekayaan dari sang kekasih. Calista yang notabene-nya adalah wanita yang terlahir dari keluarga dengan kehidupan sederhana akan tetapi memiliki selera tinggi dalam bergaul.


Calista yang tinggal di pinggiran kota Los Angeles, lebih memilih meninggalkan keluarganya dan hidup di kota metropolitan itu dan bekerja sebagai pelayan di salah satu cafe. Sehingga dia di pertemukan dengan sosok Arthur, yang kala itu sedang meeting dengan kliennya, Calista yang langsung terpesona oleh sosok Arthur, yang hanya di balas sikap biasa oleh pria arogan yaitu, Arthur Cedrik kato. Pria pengusaha muda sukses dan pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di kota metropolitan itu.


Calista yang tau dengan status Arthur, berusaha mendekati pria dengan wajah tampan dan kaya itu. dan berusaha melakukan cara apapun untuk mendapatkan seorang Arthur Cedrik kato, sang pengusaha sukses.

__ADS_1


__ADS_2