
"Pokoknya, cepat ambilkan aku kemeja kantor!" Arif menunjuk nona muda dengan sangat marah. Nona muda yang masih didepannya, tetap tidak mau kalau Arifbol lah yang dikantor. Sedangkan dirinya dirumah menjadi Ibu Rumah Tangga.
"Aku tidak punya kemeja untukmu!" nona muda memasukkan kedua tangannya dibawah ketiak dan memalingkan wajahnya dari Arifbol.
"Kalau tidak punya, aku akan beli diperjalanan nanti. Intinya, aku yang dikantor dan kamu yang jadi Ibu rumah tangga"
"Aku tidak mau, kok kamu berani memaksa ku sih!" nona muda duduk disofa dengan suara manja
"Lagian, kamu sudah hamil tua. Kalau kamu tidak mau, aku akan menyebarkan berita kalau kamu hamil diluar nikah!" Arifbol berjalan mendekati nona muda sambil menunjuknya dan mengancamnya
"Ya sudah, aku yang mengalah. Tapi ingat, jangan sekali-kali membuat namaku dan nama keluargaku tercemar. Kau mengerti?" nona muda berdiri dan menunjuk Arifbol
"Iya iya gitu dong dari tadi" Arifbol memegang tangan nona muda yang menunjuknya dan mengembalikannya
"Ya sudah, aku berangkat dulu ya sayang!" ucap Arifbol sambil memegang kedua pipi nona muda
Nona muda tidak menjawab, dia masih kesal dalam hatinya sama Arifbol dan memalingkan wajahnya ke Arifbol.
Arifbol melangkah keluar dari rumah, akan tetapi dia menghentikan langkahnya dan kembali berjalan menuju nona muda
"Ngapain, kamu kembali lagi, hah?" nona muda dengan menatap wajah Arifbol cuek.
__ADS_1
"Sebelum aku ke mulai ke kantor, kamu harus bilang ke semua karyawanmu bahwa aku yang menjadi pemimpin perusahaanmu mulai sekarang. Soalnya kamu ingin rehat dari kantor karena sudah hamil tua"
"Dan bersiap-siaplah ke kantor denganku, aku juga akan bersiap-siap"
"Aku tidak mau, aku tetap tidak mau" ujar nona muda dengan wajah datar
"Ingat, nama baikmu dan keluargamu ada ditanganku!" Nona muda langsung berjalan sambil menggertak-gertak kakinya dilantai dan menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor
Arifbol juga bersiap-siap, dia mandi dan pakai pakaian bagus dan memakai minyak wangi banyak
"Ayo kita pergi ke kantor!" bentak nona muda yang melihat Arifbol bersiap-siap sangat lama
"Iya bentar" Arifbol masih melihat dirinya dikaca kamar
"Ayo, ayo kita berangkat ke kantor sayang" Arifbol dengan menyodorkan tangan kirinya untuk dipeluk nona muda. Nona muda tidak mau berjalan sama Arifbol dan berjalan duluan.
"Tidak mau ya udah" gumam Arifbol.
Arifbol dan nona muda berjalan keluar rumah menuju mobil diparkiran. Sebelum masuk mobil, Arifbol dan nona muda bingung siapa yang akan menyetir mobilnya
"Siapa yang menyetir mobilnya? kamu? atau aku?" ujar nona muda dengan menunjuk dirinya lalu Arifbol
__ADS_1
"Aku!, kau duduklah disebelahku!" ujar Arifbol dengan nada dingin
"Ini kuncinya" nona muda memberikan kunci mobil ke Arif. Lalu Arifbol memutar mobilnya
"Ayo masuk!" Arifbol memasukkan wajah dijendela disebelah kirinya menoleh ke nona muda
Nona muda pun masuk mobil, nona muda duduk dikursi kiri depan. Sedangkan Arifbol, Arifbol duduk dikursi kanan depan sambil menyetir
Arifbol mulai melajukan mobilnya menuju kantor
"Aku takut Arifbol yang nyetir mobil!" ucap nona muda dalam hati sambil tangan kirinya memegang pegangan yang diatas mobilnya
Nona muda takut Arifbol kejang saat menyetir. Seperti sebelumnya, dia kejang saat menyetir motor dan tertabrak truk
Lalu, nona muda pun ingat kata dokter "Suami mbak sudah hilang kejangnya tetapi dia akan mengalami alter ego atau amnesia"
Nona muda setelah ingat kata dokter, dia tidak pegangan lagi tangan kirinya
"Suamiku sekarang punya kepribadian dua dan hilang kejangnya" pikir nona muda sambil menatap wajah Arifbol
"Kenapa nona muda menatapku seperti itu?" Arifbol melihat nona muda dan bertanya dengan lembut
__ADS_1
"Bukan urusanmu, fokuslah menyetir" bentak nona muda sambil menggerakkan tangan kanannya ke depan.