
Nona muda mengambilkan makanan dan minuman buat pak Kuncoro
"Ayo mas, kamu juga makan!" ajak nona muda ke Arifbol yang masih berdiri karena merasa tidak dianggap oleh pak Kuncoro
"Iya, kamu juga makan" Arifbol duduk dikursi berhadapan dengan pak Kuncoro, membuat wajah pak Kuncoro seketika berubah menjadi tidak gembira lagi
Nona muda mengambilkan makanan dan minuman buat Arifbol lalu mengambil buat dirinya sendiri lalu duduk disamping Arifbol
"Ayo pa.. dimakan" ucap nona muda yang bersiap-siap mau makan
"Iya nak" jawab pak Kuncoro menundukkan kepalanya melihat makanan didepannya
"Aku akan makan ke kamar, kalian ngobrol saja!" ucap Arifbol bergegas mau meninggalkan meja makan sambil membawa makanan dan minumannya
Arifbol tahu kalau pak Kuncoro tidak akan makan kalau ada dirinya, mangkanya dia berinisiatif pergi dari meja makan.
"Jangan mas, aku mau kita makan bersama seperti keluarga harmonis" cegat nona muda ke Arifbol yang berdiri belum berjalan meninggalkan meja makan
"Harmonis? hahaha..." gumam pak Kuncoro tertawa sendiri membuat Arifbol tersinggung dan pergi dari meja makan sambil membawa makanan dan minumannya dikedua tangannya
Nona muda serba salah, tetapi nona muda tetap menjaga keadaan agar stabil
"Ayo pa, dimakan" ajak nona muda dengan senyuman palsu
"Kamu juga makan dong nak!" ucap pak Kuncoro dengan senyum tipis dipipi nya
__ADS_1
"Iya pa.." jawab nona muda dengan senyuman palsu. tetapi hatinya sangat sedih melihat suami dan papa nya sendiri tidak akur
Pak Kuncoro dan nona muda pun mulai makan. sambil makan, mereka ngobrol
"Gimana kandunganmu Ci?" tanya pak Kuncoro
"Baik-baik saja kok pa" jawab nona muda
"Sekarang.. berapa usia kehamilanmu sekarang?" tanya pak Kuncoro
"Masuk 3 bulan pa" jawab nona muda
"Kamu enggak lupa kan? sama promil dan susu buat ibu hamil?" tanya pak Kuncoro
"Setiap hari aku mengkonsumsinya pa.." jawab nona muda
Nona muda mau menanyakan tentang Vita dan OB itu
"Pa.. aku boleh tanya gak?" tanya nona muda dengan wajah yang enggak enak, takut papa nya akan tersinggung dengan pertanyaannya
"Iya gak papa dong, kamu kan anakku satu-satunya" jawab pak Kuncoro dengan senyuman dipipi nya sambil mengunyah makanannya
"Kata mas Arifbol, papa menyuruh Vita dan OB itu untuk merenggangkan hubunganku dengan mas Arifbol ya? apa itu benar pa?" tanya nona muda terlihat raut wajahnya yang takut papa nya akan tersinggung dengan ucapannya
Mendengar pertanyaan dari nona muda, membuat pak Kuncoro tersedak dan nona muda memberikan minuman disamping pak Kuncoro ke pak Kuncoro lalu pak Kuncoro pun meminumnya
__ADS_1
Setelah minum, pak Kuncoro berkata
"Panggil Arifbol kesini" ucap pak Kuncoro dengan wajah serius bikin nona muda takut
"Emang kenapa pa?" tanya nona muda sedikit khawatir
"Cepat, panggil Arifbol kesini!" bentak pak Kuncoro dengan keras membuat nona muda berdiri dari duduknya dan berteriak-teriak memanggil Arifbol
"Mas..Mas Arifbol. mas mas Arifbol..."teriak nona muda
"Iya..." jawab Arifbol dengan teriakan dari dalam kamar
Arifbol lalu keluar kamar dengan membawa makanan dan minuman menuju meja makan
"Emang ada apa sih? sampai kamu teriak-teriak begitu?" tanya Arifbol dengan intonasi tinggi sambil meletakkan piring dan gelas yang ada dikedua tangannya dimeja
"Papa menyuruhku untuk memanggilmu" jawab nona muda dengan suara bergetar
"Emang ada apa pa? kamu memanggilku" tanya Arifbol sembari duduk dikursi
Pak Kuncoro lalu diam sejenak dan menatap wajah nona muda
"Kamu pilih siapa Ci? kamu pilih Arifbol atau papa?" tanya pak Kuncoro dengan suara agak pelan dan dengan ekspresi serius
"Ha..." nona muda membalakkan matanya
__ADS_1
"Pa.. masalah ini kan sudah lama pa.. jangan diungkit-ungkit lagi" jawab Arifbol tak suka
"Aku masih sakit hati karena kamu lebih memilih suamimu daripada aku" jawab pak Kuncoro membuat nona muda menundukkan kepalanya sambil menggaruk-garuk kan keningnya yang tak gatal.