
"Terus, sekarang papa mau apa?" tanya Arifbol kecut
"Kalau anakku lebih memilih kamu.. daripada aku" pak Kuncoro menunjuk dirinya "Aku akan bunuh diri!" ancam pak Kuncoro membuat nona muda dan Arifbol terkejut dan membalakkan matanya
"Papa sudah gila? papa kan tahu, kalau Cia sedang mengandung anakku 3 bulan" ujar Arifbol dengan intonasi agak keras
Nona muda hanya melihat suami dan papa nya saja. Dalam hati, sebenarnya nona muda sangat bingung
"Aku enggak main-main dengan ucapanku!" pak Kuncoro mengeluarkan pisau dari dalam kemejanya yang ditutupi jasnya
Aslinya, pisau itu pisau palsu. Pak Kuncoro melihat video YouTube Marcell Radhival yang membongkar trik sulap kebal dari pisau. Ternyata, pisau itu dibeli pak Kuncoro untuk mengancam nona muda dan Arifbol
Nona muda pun berdiri dari duduknya dan meminta pisau itu dari pak Kuncoro. tetapi pak Kuncoro, tidak mau memberikan pisau itu ke nona muda
"Ayo dong mas, jangan diem aja..." ucap nona muda yang melihat Arifbol diam aja hanya melihat
"Jangan khawatir Ci, itu hanya pisau palsu" ucap Arifbol dengan senyum tipis diwajahnya
"Pisau palsu gimana?" tanya nona muda dengan keras
__ADS_1
Pak Kuncoro mengiris-ngiris meja makan nona muda agar membuktikan kalau pisau itu asli
"Lihat mas, papa enggak main-main" Nona muda melihat mejanya teriris dan berpikir kalau pisau itu asli
"Itu hanya trik sulap Ci, papa mu melihatnya dari channel Marcell Radhival yang membongkar trik Gus Samsuddindan papa mu membeli pisau itu dari marketplace. Mangkanya, kamu jangan terlalu khawatir!" ucap Arifbol membuat nona muda langsung diam dan berpikir
"Kalau kamu enggak percaya, lihat channel Marcell Radhival yang kebal dari pisau!" ucap Arifbol berusaha meyakinkan nona muda dengan tipuan palsu
Pak Kuncoro yang mendengar ucapan Arifbol pun menghentikan aksinya mengiris meja dan membalakkan matanya ke arah Arifbol
"Leh Leh Leh lihat ekspresi papa mu! seperti sudah tertangkap basah aja" Arifbol menunjuk pak Kuncoro
"Jawab dong pa..." bentak.nona muda ke pak Kuncoro
"Iya nak, ini pisau palsu" jawab pak Kuncoro sambil menundukkan kepalanya
"Uhuk" Arifbol batuk sambil tertawa "Benar kan ucapanku Ci?" ucap Arifbol membuat nona muda duduk kembali dan diam sejenak
"Aku enggak menyangka.. papa sampai sebegitu nya berusaha memisahkan aku dengan mas Arifbol" ucap nona muda menundukkan kepalanya sambil memegang keningnya
__ADS_1
"Aku melakukan ini.. demi kebaikanmu nak!" ucap pak Kuncoro membuat nona muda langsung duduk dengan tegap
"Kebaikan yang mana pa? mas Arifbol sudah berubah, tidak seperti dulu. Dan sekarang, aku sedang mengandung anak mas Arifbol" ucap nona muda dengan emosi
"Tenanglah Ci, kandunganmu nanti kenapa-napa.." Arifbol berusaha menenangkan nona muda
"Aku tidak bisa tenang hari ini mas, aku sudah sabar dengan perilakumu pa. Papa suruh Vita, papa akting bunuh diri, nanti apalagi pa?" ucap nona muda dengan penuh emosi membuat pak Kuncoro semakin sakit hati dengan Arifbol. Gara-gara Arifbol, anaknya berani membentaknya dan baru kali ini nona muda membentak pak Kuncoro. Itulah kenapa, pak Kuncoro semakin sakit hati dengan mantunya Arifbol
"Pa.. aku mohon papa pergi dari sini! aku enggak mau, calon bayiku kenapa-napa gara-gara papa!" ucap nona muda
"Kamu mengusirku nak?" tanya pak Kuncoro membalakkan matanya
Nona muda lalu diam
"Ayo mas, kita ke kamar" ajak nona muda ke Arifbol
"Tapi.. gimana dengan makananmu?" tanya Arifbol yang melihat makanan nona muda masih banyak
"Aku sudah kenyang mas" ucap nona muda membuat pak Kuncoro tersinggung dan akhirnya pak Kuncoro memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah nona muda dengan wajah penuh emosi dan hati sangat sakit hati. Karena anaknya yaitu nona muda, berani membentak dan mengusirnya dari rumahnya (Rumah Nona Muda).
__ADS_1