
Bu Anita masuk ke dalam rumah untuk mengambil kopernya yang berisi baju suami dan baju dirinya didalam satu koper. Bu Anita keluar dengan membawa koper menghampiri suaminya
"Sekali lagi cia, kalau kamu ingin kembali ke kita.., kamu harus ceraikan Arifbol lalu kita akan menjodohkanmu dengan teman papa dan kamu boleh memimpin perusahaan lagi. Pintu kita akan selalu terbuka untukmu anakku!" ucap pak kuncoro
"Sekarang, kamu pilih menceraikan Arifbol atau tidak?" tanya pak kuncoro
"Tidak pa, aku tidak akan menceraikan Arifbol" ucap nona muda sambil menundukkan kepala dan memegang tangan Arifbol
"Ya sudah kalau begitu, mulai sekarang, kamu tidak boleh bekerja diperusahaanku. Kau mengerti?" ucap pak kuncoro sambil menunjuk nona muda
"Iya pa, aku mengerti. Dan tolong, maafkanlah keputusanku kalau keputusanku sangat menyakiti hati kalian, sekali lagi tolong maafkan aku dan suamiku" ucap nona muda dengan melihat ke arah bu Anita dan pak Kuncoro secara bergantian dengan tatapan sedih"
"Iya, aku dan mamamu memaafkanmu" ucap pak kuncoro sambil memegang bahu nona muda lalu memeluknya
Pak kuncoro lalu berjalan menuju mobil tanpa melihat Arifbol yang disamping nona muda
"Mama pulang dulu ya nak, maafkan kata-kata papa tadi, jaga dirimu!" ucap bu Anita sambil memegang kedua bahu nona muda
"Iya ma, aku sudah memaafkan papa dan mama. Aku sangat mencintai kalian!" ucap nona muda lalu memeluk bu Anita
__ADS_1
Bu Anita lalu berjalan mendekati Arifbol sambil membawa koper
"Rif, jaga anakku dengan sebaik-baiknya jangan sampai kamu menyakiti hatinya, dia sangat mencintaimu, mulai sekarang, kamu jangan sampai membunuh orang lagi, kalau kamu ingin membunuh orang, kamu harus lawan perasaan itu sampai perasaan itu hilang dan kamu tidak membunub orang lagi, oke rif?" ucap bu Anita sambil bertatapan muka dengan Arifbol
Nona muda melihat mamanya dan suaminya dengan tatapan sedih
"Iya ma" jawab Arifbol singkat
Lalu bu Anita berjalan menuju mobil dengan membawa koper dan kopernya dimasukkan ke kursi belakang lalu bu Anita duduk dikursi depan bersama suaminya
Pak kuncoro dan bu Anita mulai melajukan mobilnya
******
Nona muda masuk ke dalam rumah dengan dipapah Arifbol menuju kamar mereka. Lalu Arifbol melepas papahannya dan mendudukkan nona muda diatas kasur
"Maafkan aku nona muda gara-gara aku, hubunganmu dengan orang tuamu renggang dan kamu sudah tidak jadi pemimpin perusahaan lagi, maafkan aku nona muda" ucap Arifbol sambil berlutut didepan nona muda dan memegang kedua tangannya sambil menatap wajah nona muda dengan tatapan penuh penyesalan
"Aku akan memaafkanmu kalau kamu berusaha menghilangkan sifat membunuh orang, aku sadar kalau kamu membunuh orang dengan tidak sadar, tapi kamu harus menghilangkan sifatmu yang ingin membunuh orang, kalau kamu sudah menghilangkan sifatmu itu, aku akan memaafkanmu!" ucap nona muda sambil menatap wajah Arifbol yang berlutut didepannya, mereka saling bertatapan
__ADS_1
"Iya nona muda aku akan berusaha menghilangkan sifat pembunuh itu dalam diriku!" jawab Arifbol
"Kamu duduklah disampingku" suruh nona muda
"Iya nona muda" Arifbol lalu duduk disamping nona muda
Nona muda lalu duduk bersila dikasur kemudian disusul Arifbol juga duduk bersila dikasur, mereka duduk bersila saling berhadap-hadapan
"Sekarang, kita mulai dari awal, kamu jangan panggil aku nona muda lagi, panggilah aku dengan namaku, aku akan memanggilmu dengan mas Arifbol" ucap nona muda sambil memegang kedua tangan Arifbol
"Iya nona muda, eh iya cia" jawab Arifbol sambil tersenyum lebar
"Aku sekarang tidak bekerja lagi diperusahaan papaku, kamu sekarang harus cari pekerjaan untuk menafkahiku, aku akan jadi ibu rumah tangga mulai sekarang" ucap nona muda yang sudah melepas tangan Arifbol
"Iya, aku besok akan cari pekerjaan dan kamu jadi ibu rumah tangga"
"Hari ini aku akan mengurusmu dan menyiapkan surat lamaranku buat besok"
"Terima kasih suamiku sayang" sahut nona muda
__ADS_1
"Iya sama-sama istriku tercinta" ucap Arifbol dengan senyum tipis kemudian memeluk nona muda dengan erat