
"Apa kau tidak papa" ujar hanan sambil menatap Imam. "Aku tidak apa-apa" jawab bima seraya memegang dengkulnya. "Aku belikan kamu minuman dulu ya" ujar hanan
"Aku ikut, kan kita sudah pacaran" jawab bima. "Oke" ujar hanan. Hanan pun mendorong kursi roda Imam untuk ke kantin kampus. "Kita masih jadi pacar kan?" tanya Imam sambil duduk dikursi roda
"Iya masih" jawab hanan seraya mendorong hanan menuju kantin kampus. Mereka berdua pun duduk pesan makanan dan minuman, "Siapa yang membayar ini?" tanya Imam sambil melihat pesanannya
"Aku, aku yang membayarnya semua" jawab hanan. "Silahkan dimakan" ucap hanan. "Makasih" jawab Imam. "Kamu berangkat ke kampus sama siapa?" tanya hanan sambil memakan rotinya
"Aku berangkat sendirian" jawab Imam sambil minum botol aqua. "Dimana tempat tinggalmu?" tanya hanan. "Aku dikost yang dekat dengan kampus ini" jawab Imam. "Kamu punya keluarga atau tidak?" tanya Hanan
"Aku tidak punya siapa-siapa" jawab Hanan. Hanan pun divideo call sama nona muda. "Hanan, pria itu siapa?" tanya nona muda. "Ini prianya" ujar Hanan seraya menghadapkan hpnya ke Imam. Imam pun langsung merampas hp Hanan dari tangan hanan
__ADS_1
"Halo, aku pacarnya Hanan tante" ujar Imam seraya video call dengan nona muda dihp Hanan. "Kamu nanti ke rumahku ya bareng Hanan" ujar nona muda. "Iya tante, makasih" ujar Imam seraya mengembalikan hpnya Hanan
"Nanti, bawa pacarmu ke rumah ya Hanan, mama dan papa ingin bertemu!" ujar nona muda lewat video call. "Iya ma" jawab Hanan. Lalu nona muda pun mematikan telponnya
"Kamu kok mau jadi pacarku sih Hanan, perasaan kamu itu kasihan ke aku atau cinta ke aku?" tanya Imam dengan raut wajah serius. "Aku mau jadi pacarmu itu biar kamu semangat buat belajar berjalan, dan kamu bisa berjalan lagi" ujar Hanan
"Oh, kalau seandainya aku bisa berjalan, lalu kamu tinggalin aku, iya?" tanya Imam. "Biarin waktu yang menjawab, fokuslah pada kesembuhanmu dulu" ujar Hanan.
"Iya, kamu akan ku perkenalkan ke orang tuaku, mereka sangat baik!!" ujar Hanan seraya mendorong kursi roda Imam menuju ke kelas. "Iya, anaknya aja baik sekali" jawab Imam "Makasih Imam" jawab Hanan seraya tersenyum
Waktu pulang pun tiba, "Ayo kita ke rumahku!!" ujar Hanan sambil berhadapan dengan Imam. "Iya, aku sudah siap" jawab Imam. Lalu, Hanan mendorong kursi roda Imam menuju mobilnya. "Apa kamu bisa Mam" ujar Hanan seraya melihat Imam berusaha masuk mobil depan.
__ADS_1
"Bisa kok Nan" jawab Imam seraya masuk mobil Hanan. Imam pun sudah masuk mobilnya Hanan sedangkan Hanan memasukkan kursi roda Imam ke kursi belakang mobilnya
"Apa kamu siap Mam" ujar Hanan seraya meliha wajah Imam yang berada disampingnya. "Siap nona" jawab Imam. "hahahaha" Hanan tertawa kecil seraya memegang setir mobil bersiap untuk jalan
"Kau, mau enggak jadi istriku?" tanya Imam. "Kita fokus kuliah dulu" jawab Hanan sambil nyetir. "Kamu bisa kuliah juga meskipun kamu jadi istriku" ujar Imam seraya melihat wajah Hanan
"Ini kita mau sampai ke rumahku" ujar Hanan dengan tujuan mengalihkan pembicaraan. Tibalah mereka ke rumah Hanan. Nona muda dan Arifbol langsung keluar rumah, penasaran dengan siapa pacar Hanan.
Hanan keluar dari mobilnya dan mengambil kursi roda yang dibelakang mobilnya, nona muda dan arifbol pun terkejut melihat hal itu. Hanan membuka pintu mobil dan Imam pun keluar dengan dibantu Hanan.
Hanan mendorong kursi roda Imam menuju rumahnya, nona muda dan arifbol hanya bisa diam melihat anaknya pacaran dengan seseorang yang cacat.
__ADS_1
"Ayo ma pa, kita masuk" ujar hanan didepan pintu. "Iya nak" jawab arifbol. Mereka semua pun masuk ke rumah "Ayo nan, bawa pacarmu dikursi makan, mamamu sudah membeli makanan dan menyiapkan makanannya diatas meja" ujar arifbol seraya berjalan. "Iya pa, makasih" jawab hanan seraya mendorong kursi roda Imam meenuju meja makan.