
Hanan disuruh masuk kursi depan mobil, hanan pun mau, nona muda mengantar hanan ke mall dulu buat beli baju untuk daftar ke kampus
"Tante, nanti aku telat daftarnya lo kalau kita ke mall dulu" hanan dengan wajah kesal tetapi nona muda tetap memaksa hanan untuk masuk mall dan ganti baju yang bagus
"Ini baju bagus untukmu" nona muda seraya memberikan baju itu ke hanan tetapi hanan menolak karena ukurannya terlalu besar. Nona muda pun memilihkan baju lagi dan akhirnya baju pilihan nona muda dipakai hanan dan mereka pun langsung ke kampus
"Kenapa tante belikan baju baru buatku" hanan memandang wajah nona muda yang sedang menyetir mobil. "Iya, aku ingin anak kandungku terlihat wah didepan teman-temannya!" ujar nona muda
"Itu namanya pamer, lain kali tante tidak boleh pamer, karena ALLAH lebih suka dengan orang yang rendah hati" Nona muda mendengar ucapan hanan, dia mulai bangga dan kagum dengan anak kandungnya
__ADS_1
"Kalau dengan nia gimana tante?" tanya hanan. "Biarin aja dia, dia kan bukan anak kandungku" nona muda terlihat tak perduli lagi dengan nia
"Tante enggak punya perasaan apa-apa gitu ke hanan?, aku aja meskipun tahu semua ini, aku tetap menganggap ibu binti dan bapak samuri itu orang tuaku karena dia telah membesarkanku" tutur hanan ke nona muda
"Kamu maunya gimana?" nona muda menengok wajah hanan. "Aku maunya tante tetap menganggap nia sebagai anak tante, aku aja juga sudah dianggap anak oleh bu binti dan bapak samuri" tutur hanan
"Dia punya sifat jelek" Hanan langsung menjawab "Itu kesalahan dalam pendidikan, nia tidak pernah berjuang untuk mendapatkan sesuatu, aku aja setelah tante tahu bahwa aku anak kandung tante, tante membelikan aku baju baru" ujar hanan
Nona muda duduk diluar ketika hanan sudah masuk ke kampus, nona muda pun ikut masuk dan duduk dikursi samping hanan. Didepan hanan dan nona muda ada kepala sekolah kampus UI
__ADS_1
"Pak, kenapa anak saya disuruh masuk ke ruangan sini ya pak, aku lihat siswa siswi yang lain duduk diruang sebelahnya, kenapa anak saya kok dibedakan begitu ya pak?" nona muda dengan suara kesal
"Sudahlah tante, jangan kesal begitu" ucap hanan seraya mengisi formulir dan berkas-berkas yang diberikan oleh kepala sekolah tersebut.
"Bukan maksudku membeda-bedakan para siswa ya bu, anak ibu dapat beasiswa, para murid yang daftar disini karena dapat beasiswa, dia akan masuk ke ruangan sini. Bukan hanya anak ibu doang kok yang masuk kesini, tadi ada 4 orang calon siswa yang masuk ke ruangan sini" tutur kepala sekolah itu
Nona muda pun kagum dengan anaknya. "Oh iya bu, kenapa anak ibu memanggil ibu dengan sebutan tante ya?" tanya kepala sekolah itu
"Saya kan seorang milyarder. Waktu saya melahirkan, anak saya ditukar dengan anak orang lain, ini saya baru ketemu dengan anak saya ini" tangan kanan nona muda seraya merangkul hanan
__ADS_1
"Kok bisa sih bu?" tanya kepala sekolah itu. "Orang tua si bayi itu kepingin anaknya hidup terjamin, ya maklumlah orang miskin" nona muda dengan suara menghina membuat hanan melihatnya dengan tatapan tak suka
Nona muda melihat hanan memandang dengan pandangan seperti itu membuat nona muda terdiam "Oh, begitu ya bu?" tanya kepala sekolah itu. "Iya pak" jawab nona muda