
Nona muda pun sadar, nona muda melihat perutnya yang langsing kembali, berpikir kalau anaknya sudah lahir didunia ini
"Dimana anakku?" tanya nona muda sambil sambil mau bersandar ditempat tidurnya dan ditata bantalnya oleh mamanya
"Jangan banyak gerak dulu ci" saran bu Anita yang menata bantal nona muda
"Pokoknya, gimana anakku sekarang!, aku ingin menggendong anakku" tegas nona muda sambil bersandar
"Kamu keguguran ci, dan dokter sudah membersihkan rahimmu" ucap bu Anita terbata-bata seraya meneteskan air mata
"Apa?, aku keguguran?" tanya nona muda shock dan duduk dengan tegap
"Iya ci" jawab pak kuncoro yang berada dibelakang bu Anita
"Ini semua gara-gara manusia gila ini!" nona muda marah dengan Arifbol sambil mengambil bantal buat sandarannya dan digepukkan ke badan Arifbol berkali-kali yang berada disamping kirinya
"Tenanglah nona muda, tenanglah ini rumah sakit!" ucap Arifbol sambil melindungi dirinya dari gepuk an nona muda
"Iya cia, jangan terlalu banyak bergerak!, ceritakan ke papa, apa yang sebenarnya terjadi" ucap pak kuncoro yang melihat nona muda terus menggepuk Arifbol pakai bantalnya
Sambil menangis, nona muda menghentikan pukulan bantalnya ke Arifbol dan duduk berlunjur
"Ketika kami selesai makan dihotel, kita mau pulang tapi, Arifbol memasukkan mobilnya ke gang kecil dan ingin ngebunuh orang digang itu. Aku berusaha menghentikannya tapi aku disentak i terus dan aku pun ketakutan. Akhirnya, inilah yang terjadi" jelas nona muda terbata-bata sambil menangis dan duduk berlunjur
__ADS_1
"Apa?, Arifbol mau membunuh orang lagi?" bu Anita shock dengan mata terbalak
Pak kuncoro mendekati Arifbol lalu
PLAK
PLAK
PLAK
Pak kuncoro menampar pipi Arifbol 3 kali sampai Arifbol mau terjatuh kemudian pak kuncoro menarik kerah Arifbol dan bertatapan dengannya sambil marah
"Aku akan mengurus perceraianmu dengan anakku, kau mengerti!" pak kuncoro marah sambil memegang kerah Arifbol dengan erat dan dengan tatapan yang sangat tajam
"Oh, tidak bisa pak!" ucap Arifbol dengan menyampeh tangan pak kuncoro yang memegang kerah bajunya
Pak kuncoro sudah tidak memegang kerah baju Arifbol tapi tetap, pak kuncoro tetap berhadapan dengan Arifbol yang didepannya
"Kata siapa tidak bisa?" tanya pak kuncoro dengan keras sambil melotot tajam
"Kataku, kalau pak kuncoro melakukan hal itu, aku akan bilang ke semua orang bahwa nona muda hamil di---"
"Cukup, jangan diteruskan lagi" potong pak kuncoro
__ADS_1
"Kalau kau berani begitu, aku akan menyuruh orang untuk membunuhmu" ancam pak kuncoro
Bu Anita menghampiri pak kuncoro
"Sudahlah pa, tenang saja" ucap bu Anita sambil memegang bahu pak kuncoro
"Tidak, aku tidak bisa diam hari ini. Kalau kau berani bilang begitu, aku akan membunuhmu beserta keluargamu!" ancam pak kuncoro sekali lagi
"Ya sudah pak, siapkan surat perceraiannya, aku akan menanda tanganinya" ucap Arifbol dengan ragu
Nona muda menangis sekencang-kencangnya diranjang rumah sakit, pak kuncoro dan bu Anita pun menghampiri nona muda dan menyuruhnya agar tidak menangis
"Kamu jangan menangisi orang seperti dia" ucap pak kuncoro yang duduk disamping nona muda
Arifbol lalu menghampiri nona muda tetapi pak kuncoro menyuruhnya pergi
"Jangan dekati anakku lagi, pergi kau dari sini, pergi" teriak keras pak kuncoro sambil menunjuk Arifbol dan pintu keluar
"Jangan menangis nak" ucap bu Anita sambil mengelus-elus punggung nona muda
Arifbol pun pergi dari rumah sakit tersebut dan pulang ke rumah nona muda untuk mengambil pakaian dan memasukkannya ke dalam koper
Lalu, Arifbol kembali ke rumah orang tuanya sambil membawa koper yang berisi pakaian dan barang-barangnya
__ADS_1