
"Aku ingin menjadikan Hanan istriku, apakah kamu mau jadi istriku Hanan?" ujar Imam. "Ya ampuuun" ujar Hanan seraya matanya melotot. "Iya tante, aku ingin Hanan menjadi istriku sekarang" ujar Imam.
"Hanan kan baru kuliah, biarin Hanan lulus dulu" ucap Arifbol. "Tenang saja om, Hanan bisa kuliah setelah jadi istriku!" ucap Imam. "Ya ampun, aku enggak pernah menduga ini darimu mam" ujar Hanan seraya tangan kanannya memegang kening
"Kalau Hanan punya anak, gimana kuliahnya?" tanya Arifbol. "Aku akan mempekerjakan baby sitter dan aku sudah punya banyak pembantu dirumahku.
"Tanya ke Hanannya langsung, apakah dia mau jadi istrimu ataukah tidak!" ujar Arifbol. "Maukah kau Hanan jadi istriku?" tanya Imam seraya memegang tangan Hanan.
"Iya aku mau" ujar Hanan sambil matanya mau meneteskan air mata. "Oh iya, siapa yang mengurus perusahaanmu sekarang mam?" tanya Arifbol. "Orang-orang kepercayaanku om" jawab arifbol seraya melepas tangannya Hanan.
"Ya sudah, kapan kalian mau menikah?" tanya Arifbol. "Minggu ini om" jawab Imam. Hanan pun terlihat sangat kaget, tiba-tiba dia mau jadi istri minggu ini. "Kok buru-buru sih mam, minimal 2 minggu. Semuanya kan butuh persiapan" ujar Arifbol
__ADS_1
"Tenang saja om, aku akan menyuruh anak buahku untuk mempersiapkan semuanya" ujar Imam. Om tinggal terima beres saja" ujar Imam. "Berarti anak buahmu akan mempersiapkan dirumahku mam?" tanya nona muda
"Iya tante, kalau dibolehkan" ujar Imam. "Tentu dibolehkan dong" jawab Nona muda. "Berarti kita butuh 5 hari untuk mempersiapkannya" ujar nona muda. "Iya kau benar tante" jawab Imam.
"Meskipun kamu bos yang nyamar, aku enggak mau putriku terburu-buru menikahimu, Hanan harus mengenalmu lebih jauh, aku enggak mau menikahkan orang yang baru dikenal putriku" ujar Arifbol
"Iya pa, aku sangat setuju, aku harus kenal lebih jauh dulu denganmu kalau aku tidak suka padamu, aku tidak jadi menikahimu" ujar Hanan.
"Ya sudah kalau memang itu keputusan yang terbaik, aku menerimanya" ujar Imam. "Tapi mam, kamu tetap ke kampus kan?" tanya Hanan. "Iya, aku tetap ke kampus" jawab Imam. "Aku juga enggak mau putriku turun prestasinya gara-gara kamu, kau mengerti kan apa maksudku!!" ujar Arifbol
"Aku telpon anak buahku dulu ya om, untuk menjemputku disini!" ujar Imam. "Iya silahkan" jawab Arifbol. Imam pun menelpon sopirnya untuk menjemputnya
__ADS_1
"tut tut tut" suara hp Imam. "Halo tuan, ada apa?" tanya sopir Imam. "Jemput aku!, aku akan share lock" ucap Imam. "Iya tuan, tunggu" ucap sopir Imam. "Jangan lama-lama" ujar Imam.
"Siap tuan" jawab sopir Imam. Lalu, Imam pun menutup telponnya. Sambil menunggu sopir Imam datang, Hanan bertanya ke Imam. "Apa kamu tetap pakai kursi roda Mam?" tanya Hanan. "Tidak!!, karena aku sudah mendapatkan kamu" jawab Imam
Arifbol dan nona muda pun hanya bisa tersenyum melihat Imam yang menggoda Hanan. "Kalau aku nanti mencintai orang lain, kamu terus apa?" tanya Hanan.
"Ya aku cari cewek lagi lah, gitu aja kok repot" ujar Imam. "hahahaha, benar sekali kamu mam" ujar Arifbol sambil tertawa. "Berarti kamu enggak berjuang demi mendapatkan cintaku?" tanya Hanan dengan wajah kesal.
"Ya tidaklah, cewek kan diluaran sana banyak, tidak cuma kamu doang, iya kan?, lagi pula bukan maksudku sombong atau takabbur ya cuma sharing aja, aku itu kaya raya dan juga ganteng, masa enggak ada sih cewek yang enggak mau sama aku!" ujar Imam
"Hey mam!, anakku juga kaya raya dan juga sangat cantik, masa enggak ada pemuda yang enggak mau sih sama anakku, dan juga dia berprestasi lagi, dia dapat beasiswa dikampusnya" ujar nona muda
__ADS_1
"Sungguh!, kau dapat beasiswa nan masuk kampus?" tanya Imam dengan wajah tak percaya. "Iya emang kenapa?" tanya Hanan dengan wajah kesal. "Baguslah kalau begitu" ujar Imam.
Sopir Imam pun sudah datang dan Imam pamit ke Arifbol dan Nona muda dan juga Hanan dan Imam pun langsung pulang ke rumahnya.