
Tok... Tok... Tok.....
Arifbol mengetuk pintu yang sudah terbuka lebar karena melihat nona muda dan orang tuanya bermuka serius
Orang tua nona muda dan nona muda menatap Arifbol lalu pak kuncoro beranjak dari kasur sedangkan bu Anita masih duduk bersama nona muda dikasur
"Ada apa rif?, kenapa kamu kesini?" tanya pak kuncoro yang berdiri didepan Arifbol
"Aku ingin mengajak nona muda pergi!" ucap Arifbol sembari duduk dikasur dan mendekat ke bu Anita dan nona muda
"Kamu ikut aku pergi atau kamu dirumah?"
Orang tuanya nona muda menatap Arifbol dengan tajam
"Tidak rif, cia biar disini aja bersama kami" ucap pak kuncoro mendekati Arifbol dan menepuk pundaknya sambil duduk disamping Arifbol
"Tidak pa, aku mau ikut Arifbol pergi" tolak nona muda
"Kamu kan hamil tua, nanti kenapa-napa dijalan gimana?" tutur bu Anita
"Ya sudah, aku pergi sendirian. Dan aku akan membawakan makan malam buat kalian semua!" ucap Arifbol yang beranjak dari kasur sambil menoleh sesaat ke nona muda dan mamanya
"Jangan-jangan, aku ikut!" nona muda langsung berdiri dan mendekati Arifbol dengan tergesa-gesa membuat bu Anita juga berdiri terkejut, pak kuncoro membelalakkan matanya
"Hati-hati dijalan ci" ucap bu Anita
"Iya ma, aku sama Arifbol pergi dulu ya ma" ucap nona muda dengan menoleh ke pak kuncoro dan bu Anita sambil tersenyum sedikit
"Iya nak" jawab pak kuncoro kemudian menelan ludahnya
Mereka pun mulai pergi
*******
Saat diperjalanan
__ADS_1
"Kamu mau mengajakku kemana rif?" tanya nona muda yang berpegangan tangan kirinya dimobil sambil menoleh ke Arifbol
"Kita akan ke hotel!" ucap Arifbol tanpa ekspresi dan fokus menyetir
"Kenapa ke hotel?"
"Karena kita akan makan doang dihotel tapi kita tidak menginap!"
"Terserahlah"
******
Sampailah mereka dihotel
Arifbol dan nona muda pesan makan dan minum juga pesan 2 makanan yang dibungkus
Arifbol dan nona muda makan bersama dihotel
"Hotel ini bagus ya nona muda?" tanya Arifbol sambil melihat sekeliling hotel
"Dasar kampungan!" ejek nona muda sambil makan
"Terserah" jawab nona muda cuek
Setelah selesai makan, tiba-tiba Arifbol memegang kedua tangan nona muda
"Maafkan aku ya nona muda telah membuatmu menangis" ucap Arifbol dengan tatapan sedih
Deg...Deg...Deg
Hati nona muda berdetak kencang tetapi nona muda berusaha tidak menunjukkannya karena gengsi
"Jangan pegang tanganku, najis tanganku nanti" bentak nona muda sambil menyampeh (Aku tidak terlalu bisa bahasa Indonesia) tangan Arifbol
"Tapi, kamu tetap memaafkanku kan?" tanya Arifbol dengan mendekatkan kepalanya ke nona muda
__ADS_1
"Kamu harus janji dulu, kamu tidak akan membunuh orang lagi" bisik nona muda juga mendekatkan wajahnya ke Arifbol
"Iya aku janji"
"Ya udah, aku memaafkanmu" ucap nona muda lalu duduk dengan semula kemudian disusul Arifbol dengan duduk seperti tadi
Arifbol dan nona muda pun beranjak dari duduknya dan Arifbol membayar semua pesanan dikasir sedangkan nona muda mengambil pesanan buat orang tuanya dikasir
*******
Arifbol dan nona muda masuk mobil dan meninggalkan hotel tersebut
Saat diperjalan
"Kita mau kemana rif?" tanya nona muda karena tadi berangkat tidak melalui jalan itu
"Diamlah, dan duduk dengan tenang!" bentak Arifbol dengan kasar
Nona muda mulai ketakutan, takut Arifbol ngebunuh orang
Arifbol memasukkan mobilnya ke gang A, melihat ada salah satu bapak yang duduk disana sambil rokok an
Lalu Arifbol mendekatkan mobilnya didekat bapak itu dan memutar balikkan mobilnya
"Kamu mau ngapain?" tanya nona muda dengan suara ketakutan karena melihat Arifbol mulai mengambil pistol dikursi belakang
"Diamlah!" bentak Arifbol dengan keras sehingga membuat nona muda sangat ketakutan
Setelah Arifbol memasang sarung tangan dan membawa pistolnya, Arifbol membalikkan tubuhnya ke belakang alias balik ke tempat semula
"Aduh ah aduh ah" teriak nona muda dengan memegang perutnya yang kesakitan
Arifbol yang mau keluar dari mobil dengan membawa pistol pun kaget dan bingung
"Aduh rif, perutku sakit sekali!" ucap nona muda dengan terbata-bata dengan ekspresi kesakitan sambil memegang perutnya
__ADS_1
Arifbol melihat nona muda sesaat dan mau keluar dari mobil, tapi nona muda menghentikannya
"Bawa aku ke rumah sakit rif, aku mau ngelahirin" ucap nona muda sambil memegang tangan Arifbol yang hendak keluar dari mobil.