Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 14


__ADS_3

Sampailah Arifbol dan nona muda direstoran


"Mas, mbak, mau pesen apa?" tanya salah satu pegawai restoran sambil memerikan buku menu ke Arifbol


"Em" Arifbol melihat-lihat buku menu "Aku mau pesen ini dan minuman ini" Arifbol menunjuk makanan dan minuman dibuku menu sambil menunjukkannya ke pegawai restoran itu


Pegawai restoran itu mencatat pesanan Arifbol


Arifbol memberikan buku menu itu ke nona muda


"Kalau aku yang ini dan yang ini" nona muda menunjuk makanan dan minuman dibuku menu sambil menunjukkannya ke pegawai restoran itu


Pegawai restoran itu mencatat pesanan nona muda


Nona muda mengembalikan buku menu itu ke pegawai restoran


"Ditunggu ya mbak!" ucap pegawai restoran dan kembali ke tempatnya


Sambil menunggu pesanan, mereka ngobrol


"Gimana restorannya?" tanya Arif


"Restorannya bagus kok" jawab nona muda dengan senyum kecil dipipinya


"Kamu happy ya aku ajak ke restoran?" tanya Arifbol


"Kata siapa aku happy?, aku biasa-biasa saja, aku sering meeting dengan klien direstoran. Mangkanya jangan berpikir yang aneh-aneh tentangku!" judes nona muda


"hahahahaha" Arifbol tertawa pelan, nona muda melihat Arifbol tertawa pun marah


"Kenapa kamu tertawa? ha, apa ada yang lucu dariku?" ketus nona muda sambil memelototi Arifbol

__ADS_1


Pesanan pun datang


Pegawai restoran tersebut menghidangkan pesanan mereka diatas meja dan kembali.


Sambil makan, mereka ngobrol


"Kamu hamil sudah berapa bulan sih?" tanya Arifbol dengan pelan


"Sudah 7 bulan" jawab nona muda dengan pelan


"Oh"


"Kamu dulu punya pacar atau enggak?" tanya nona muda


"Tidak, aku tidak punya pacar atau mantan pacar!"


"Maklum sih, kamu kan punya penyakit kejang" nona muda senyum kecil dengan nada menghina Arifbol


"Tutup mulutmu!" ketus nona muda


Arifbol tidak menjawab nona muda karena takut dia marah dan dilihat banyak orang. Arifbol memilih untuk melanjutkan makannya


Setelah selesai makan, Arifbol berjalan ke kasir dan diikuti nona muda dari belakang


Setelah membayar, mereka keluar dari restoran. Arifbol dan nona muda masuk mobil dan Arifbol mulai melajukan mobilnya


Diperjalanan, Arifbol masuk ke gang kecil


"Kita tadi kan tidak lewat sini?, kenapa kamu melewati gang ini?" tanya nona muda dengan hati biingung


"Sudah, diamlah!" bentak Arif

__ADS_1


Nona muda pun kaget dibentak Arifbol dengan keras


Arifbol melihat dari mobil ada satu orang yang digang sana. Setelah mobilnya sudah dekat dengan orang itu, Arifbol menghentikan mobil didepan orang itu


"Kenapa kamu berhenti?" tanya nona muda dengan tatapan bingung


Arifbol tidak menjawab, dia memakaikan sarung tangan ditangannya kemudian mengambil pistol dibelakang kursi


"Itu pistol?" tanya nona muda dengan menoleh dikursi belakang saat Arifbol membalikkan tubuhnya ke kursi belakang untuk mengambil pistol


Arifbol hendak keluar dengan memakai sarung tangan dan membawa pistol


"Kamu, jangan keluar ya. plis!" nona muda memegang tangan Arifbol dan menatapnya dengan tatapan memohon


"Diamlah, kamu jangan keluar!" bentak Arifbol sambil melepaskan tangannya yang dipegang nona muda


Arifbol keluar dari mobil, nona muda juga keluar dari mobil.


Arifbol berjalan mendekati orang tersebut, nona muda mengikutinya dari belakang.


Setelah dekat, Arifbol langsung menembak orang itu dengan 3 tembakan. Orang itu pun langsung meninggal


Kemudian Arifbol berbalik badan dan memegang tangan kanan nona muda dan mengajaknya berlari menuju mobil


Saat berlari, nona muda menoleh ke orang itu terus, kemudian Arifbol membuka pintu mobil


"Ayo masuk!" Arifbol memasukkan nona muda dikursinya kembali dan menutup pintunya


Arifbol lalu masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya mundur, keluar dari gang tersebut. Kemudian pulang menuju rumah


Nona muda termenung dengan perasaan yang campur-campur melihat suaminya membunuh orang itu.

__ADS_1


__ADS_2