
Setelah sampai dirumah, nona muda pun bertanya ke Arifbol
"Ngapain kamu ke rumah wanita bayaran itu.. mas?" tanya nona muda dengan suara tinggi. Arifbol hanya diam dan menatap wajah nona muda saja
"Ayo mas, jawab! kamu ngqpain dirumah Vita?" bentak nona muda kepada Arifbol
"Bikinin Aku kopi dulu, baru Aku akan menjawabnya" jawab Arifbol berjalan berpaling dari nona muda lalu duduk disofa, nona muda melihat Arifbol sampai duduk disofa dan memegang kepalanya dengan tatapan tajam
Nona muda pergi ke dapur, membuatkan 2 kopi untuknya dan Arifbol sambil meneteskan air matanya. Saat mengudek-ngudek kopinya, air mata nona muda tambah jatuh deras tetapi nona muda tidak mengeluarkan suara apapun, takut kedengaran Arifbol kalau dia sedang menangis
Nona muda takut dikira wanita lemah sama suaminya, nona muda hanya mengusap-ngusap hidungnya. Saat hendak membawa 2 kopi ke meja sofa, nona muda mengelap air matanya dan mengusap hidungnya biar tidak kelihatan kalau dia sedang menangis
Setelah mengusap air mata dan hidungnya, lalu nona muda berjalan menuju sofa dengan membawa lesernya yang diatasnya berisi 2 kopi dan 1 toples yang berisi biskuit
"Ini mas!" ucap nona muda tanpa ekspresi memberikan 1 kopi dan 1 toples di hadapan Arifbol
"Makasih" jawab Arifbol dengan suara lemas
Lalu, nona muda duduk di sofa didepan Arifbol hanya terhalang oleh meja sofa sambil meletakkan kopi di depannya dan leser di sampingnya
__ADS_1
Arifbol menyeruput kopinya, kemudian nona muda juga menyeruput kopinya
Suasana pun menjadi hening sejenak, Arifbol minum kopi sambil memakan biskuit di toples sedangkan nona muda hanya meminum kopinya
"To the point aja mas" ucap nona muda membuyarkan keheningan diantara mereka "Kamu sekarang maunya apa? Aku capek mas, dengan semua ini!" lanjut nona muda
"Ketika Aku tahu Vita menjalin hubungan dengan pria lain, hatiku cemburu" jawab Arifbol membuat hati nona muda terasa sangat sakit, tetapi nona muda berusaha tegar dihadapan suaminya
"Lalu, kamu kepingin apa sekarang!" tegas nona muda
"Aku..." ucap Arifbol berpikir, takut menyakiti hati istrinya
"Aku ingin menikahi Vita tetapi kamu tidak mengizinkannya" ucap Arifbol "Aku bingung!" lanjut Arifbol dengan suara agak keras sambil mengusap rambutnya dengan kasar
Nona muda tidak tahan dengan semuanya, akhirnya nona muda meneteskan air matanya didepan suaminya dengan deras
"Hey, kamu jangan menangis dong, Aku jadi tambah bersalah..." ucap Arifbol mencoba menenangkan nona muda
"Tidak menangis gimana, suami yang sangat Aku cintai, ingin menikahi wanita lain!" ucap nona muda dengan terisak seraya menghapus air matanya yang berlinang dipipi mulus miliknya
__ADS_1
"Kamu juga tahu kan kalau Aku juga sangat mencintaimu, kamu juga tahu kalau Aku pria yang bertanggung jawab. Aku hanya tidak ingin kalau anakku tidak punya orang tua yang lengkap" ucap Arifbol menjelaskan secara perlahan kepada nona muda maksud menikahi Vita
"Kita kan bisa menjadi orang tuanya, akta kelahirannya kan bisa diganti dengan nama kita!" ucap nona muda dengan terbata-bata dikarenakan masih terisak didalam tangisnya
"Aku juga maunya seperti itu, tetapi Vita? Vita tidak mau memberikan anaknya kepada kita" ucap Arifbol "Aku sekarang, serba salah disini!" lanjut Arifbol
Nona muda membersihkan air matanya dan isak kannya dengan bersih, lalu nona muda jadi tidak menangis lagi
"Apa? kita berikan dia 1 Milyar ya mas?" ucap nona muda sembari berpikir
"Coba aja sendiri" jawab Arifbol santai lalu menyeruput kopinya lagi
Setelah menyeruput kopinya, Arifbol melanjutkan ucapannya
"Kamu kan sudah mencobanya, tetapi Vita? Vita tidak mau memberikan anaknya berapapun yang kamu berikan kepadanya!" lanjut Arifbol membuat nona muda berpikir
"Lalu, lalu apa dong mas solusinya?" tanya nona muda kepada Arifbol
"Pikir aja sendiri" celetuk Arifbol
__ADS_1