Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 15


__ADS_3

Saat perjalanan pulang ke rumah


"Apa kau sudah gila rif?" nona muda mengukung Arifbol


"Lepaskan, aku lagi menyetir!"


Nona muda melepaskan kukungannya lalu menidurkan kepalanya dikursi sambil tangan kirinya memegang kening dan menutup matanya


"Huah" nona muda menguap dengan keras


"Tenanglah, besok malam aku akan mengajak kamu membunuh orang lagi" ucap Arifbol dengan santai dan menoleh sesaat ke nona muda


Nona muda duduk tegap kembali


"Apa? besok kamu mau membunuh orang lagi?" nona muda terkejut sambil memelototi Arifbol


"Iya, emang kenapa?


"Kalau kamu tertangkap polisi gimana, gimana?" nona muda mengadahkan tangannya dengan ekspresi takut


"Kalau aku enggak tertangkap polisi gimana?" tanya Arifbol balik


"Besok, aku akan ajak kamu ke RSJ" nona muda menidurkan kembali kepalanya dan tangan kirinya songgohan dikepalanya pusing dengan perilaku Arifbol sekarang


"Kalau kamu memasukkanku ke RSJ, aku akan bunuh kamu dan calon bayimu!" ancam Arifbol

__ADS_1


"Sekarang, kalau aku tidak membunuh orang, aku tidak bisa tidur!" curhat Arifbol


"Ya sudahlah terserah!" nona muda lelah dengan sikap Arifbol sekarang


Sampailah mereka dirumah dan tidur bersama dikamar


******


Pagi tiba


"Selamat pagi istriku yang aku cintai" Arifbol berjalan mendekati nona muda yang sedang menghidangkan makanan diatas meja lalu duduk dikursi


"Kamu masak apa?" tanya Arifbol yang mengambil piring dan sendok didepannya


"Apa kamu tidak bisa lihat ya aku masak apa?" bentak nona muda dengan marah


Nona muda diam dengan raut wajah yang sangat kesal dengan Arifbol dan menuangkan makanan ke piring Arifbol


Setelah nona muda menghidangkan dan mengambilkan makanan ke Arifbol, nona muda mau pergi meninggalkan Arifbol makan


"Nona muda kau tidak mau makan sama aku?" Arifbol menghentikan langkah nona muda yang mau meninggalkannya makan sendirian


Nona muda pun berbalik dan berkata " Apa aku harus makan bersama dengan seorang pembunuh?" ketus nona muda dan melanjutkan berjalannya meninggalkan Arifbol dimeja makan menuju dapur


"Ya sudah, aku makan sendirian aja!" ucap Arifbol dsngan santai lalu memakan makanannya

__ADS_1


Sedangkan nona muda yang didapur, terlihat sedang meneteskan air mata


"Aku sudah baper denganmu kemarin tetapi kamu membunuh orang tanpa sebab, jikalau kemarin kamu tidak membunuh orang, mungkin aku sekarang makan bersamamu dimeja makan!" gumam nona muda sendirian sambil meneteskan air mata


"Istriku istriku" teriak Arifbol


nona muda mengusap pipinya dan bergegas ke meja makan


"Iya ada apa?"


"Hey kamu menangis ya?" Arifbol lalu berdiri dan berjalan mendekati nona muda


"Tidak!, ini cuma air saat aku cuci piring dan kedua pipiku gatal" sangkal nona muda sambil mengusap mata dan pipinya


"Sudahlah, jangan berbohong kepadaku" Arifbol memegang kedua tangan nona muda yang lagi mengusap kedua pipinya dan menatap wajah nona muda


Jantung nona muda berdetak kencang sambil melihat Arifbol dengan sinis


"Jangan pegang aku!" nona muda melepas tangan Arifbol dan mundur berapa langkah


"Dasar pembunuh!" celetuk nona muda


Arifbol tak terima kalau dia dissbut pembunuh


"Apa kau bilang?, aku pembunuh?, kapan aku membunuh orang hah?, kau bilang tadi aku pembunuh dan sekarang, kau bilang lagi aku pembunuh. Apa orang yang mengajak istrinya ke restoran dan makan bersama disebut pembunuh?" kemudian Arifbol mengukung nona muda "Jawab aku!, apa orang yang mengajak istrinya ke restoran disebut pembunuh!" bentak Arifbol membuat nona muda mengeluarkan air mata dengan deras.

__ADS_1


Arifbol kemarin tidak sadar telah membunuh orang, dia ingatnya direstoran bersama nona muda kemudian pulang ke rumah


Efek Alter ego (kepribadian ganda atau lebih)


__ADS_2