
Pekerjaan Arifbol sehari-hari adalah menjadi bapak rumah tangga (mencuci, memasak, menyapu dll) sedangkan nona muda menjadi tulang punggung keluarga yaitu bekerja diperusahaannya.
Nona muda memberikan uang 4,7 juta setiap bulannya ke Arifbol biar dia menganggap pekerjaannya adalah menjadi bapak rumah tangga dan gajian. Bukan jadi OB dikantor istrinya.
Hari demi hari pun berlalu, perut nona muda semakin membesar. Semua orang tidak curiga bahwa itu bukanlah anak dari Arifbol. Arifbol ingin membawakan nona muda makanan, Arifbol pun berangkat naik motor sendirian untuk membawakan makanan yang telah dia buat spesial buat nona muda
Ditengah jalan, kejang Arifbol kambuh dan dia ditabrak truk. Polisi dan warga setempat pun membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
Polisi mencari identitas Arifbol dari dompetnya, dan menemukan data-data Arifbol. Polisi pun menghubungi nona muda lewat telepon.
__ADS_1
"Apa ini dari keluarga Arifbol?" tanya polisi itu. "Iya, saya istrinya!" jawab nona muda. "Kalau begitu, datanglah ke RSUD Dr.Soetomo sekarang!" ujar pak polisi. "Emang ada apa ya pak!" tanya nona muda. "Suami mbak, kejangnya kambuh ditengah jalan. Dan dia tertabrak truk, dan saya menemukan dompet dan bekal makanan yang dibawa suami mbak, tolong diambil dompet dan bekal makanannya di rumah sakit" ujar pak polisi itu
Polisi itu pun lalu menutup telponnya. Nona muda shock mendengar Arifbol kecelakaan dan termenung dikursi kerjanya. "Ini gara-gara Arifbol ingin membawakan bekal makanan untukku, kenapa sih rif?, kenapa?. Aku kan tidak menyuruhmu membawakan bekal makanan buatku!" gumam nona muda sendiri.
Air mata pun menetes dari mata nona muda. Lalu nona muda beranjak dari kursinya dan mengelap air matanya biar tidak ada yang tahu bahwa dia menangis.
"Eh mbak!" panggil polisi itu sambil melambaikan tangannya ke nona muda. Nona muda menghampiri polisi itu. "Bapak yang menelpon saya?" tanya nona muda. "Mbak kan istri mas Arifbol?" tanya balik pak polisi itu.
"Iya pak, keadaan suami saya sekarang gimana ya mbak?" ujar nona muda. "Suami mbak lagi ditangani oleh dokter, ini mbak dompet dan bekal makanan mas Arifbol!" ujar pak polisi sambil memberikan bekal makanan dan dompet Arifbol ke nona muda
__ADS_1
"Iya pak makasih" ujar nona muda. "Aku pamit dulu ya mbak!" ujar pak polisi itu. "Iya pak, sekali lagi makasih!" ujar nona muda. "Sama-sama" pak polisi itu pun keluar dari rumah sakit dan kembali bertugas
Nona muda duduk didepan ruangan suaminya dan menunggu dokter keluar. Beberapa saat dokter pun keluar dari dalam ruangan Arifbol. "Apa disini ada keluarga dari pasien yng bernama Arifbol?" tanya dokter itu didepan pintu
Nona muda pun berdiri dari tempat duduknya "Saya dok, saya istrinya" ujar nona muda. "Mas Arifbol, mengalami luka serius dikepalanya. Itu menyebabkan kami mengoperasi otaknya" ujar dokter itu
"Lalu dok?" tanya nona muda. "Kami butuh tanda tangan buat melakukan operasi itu!" ujar dokter itu. "Oke dok, saya akan tanda tangan" jawab nona muda
Dokter itu memberikan berkas yang perlu ditanda tangani nona muda dan nona muda pun menanda tangani berkas tersebut. Lalu Arifbol dibawa ke ruang operasi buat mengoperasi otaknya.
__ADS_1