Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 58


__ADS_3

Selang beberapa saat kemudian, nona muda mulai sadar


"Aku.. dimana?" lirih nona muda membuat bu Anita bergegas mendekati nya kemudian disusul dari belakang oleh Arifbol juga pak Kuncoro


"Kamu.. dirumah sakit nak!" ucap bu Anita sedangkan pak Kuncoro berteriak memanggil suster


"Suster... suster" teriak pak Kuncoro. Suster pun datang dan melepas infus dari nona muda dan membangunkan nya untuk duduk


Arifbol pamit untuk beli makanan dan minuman buat semuanya. Setelah pamit, Arifbol keluar dari ruang ICU dan beli makan dan minuman buat dirinya, bu Anita, dan pak Kuncoro. Sedangkan nona muda, nona muda dibelikan bubur


Pak Kuncoro dan bu Anita duduk disamping ranjang nona muda


"Jangan banyak ditanya-tanyai ya bu, karena kondisinya masih lemah" saran suster itu kepada bu Anita


"Iya sus" jawab bu Anita. Suster itu pun lalu meninggalkan nona muda, bu Anita, dan pak Kuncoro


"Kenapa... aku bisa disini ma?" tanya nona muda dengan suara yang masih lemas


"Kamu tadi jatuh Ci dari anak tangga dan kamu pingsan" jawab bu Anita sambil mengelus-elus rambut nona muda


"Hah jatuh?" nona muda terkejut lalu melihat perutnya yang sudah kurusan itu dan mengelus-elus nya

__ADS_1


"Kenapa.. perutku jadi kurus dan dimana anakku sekarang?" tanya nona muda membuat pak Kuncoro dan bu Anita terdiam


"Kenapa papa dan mama diam saja, dimana anakku!?" tanya nona muda dengan suara yang dipaksakan agar menjadi keras


"Anakmu nak... anakmu nak.." jawab bu Anita dengan terbata-bata


"Kenapa dengan anakku ma" tanya nona muda sekali lagi


"Anakmu.. nak anakmu" bu Anita mau menjawab tiba-tiba Arifbol datang dengan membawa makanan dan minuman, jawaban bu Anita ke potong gara-gara kedatangan Arifbol


"Cia..." panggil Arifbol dibawah pintu dengan senyum lebar dipipi nya. Nona muda pun mendongakkan kepalanya ke arah Arifbol, bu Anita juga pak Kuncoro melihat Arifbol


Arifbol pun masuk dengan penuh semangat, membagi-bagikan makanan dan minuman buat dirinya, bu Anita juga pak Kuncoro. Sedangkan nona muda, nona muda dengan kresek yang berbeda


"Dan ini... bubur buat istriku tercinta" ucap Arifbol dengan senyum dan duduk disamping ranjang nona muda disebelah kirinya sedangkan bu Anita juga pak Kuncoro duduk disamping kanan nona muda


"Aku suapin ya?" tanya Arifbol sambil memegang bubur nona muda


"Enggak mas, biar mama aja" jawab nona muda


"Mama mu dan papa mu biar makan" jawab Arifbol membuat nona muda menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Arifbol pun menyuapi nona muda bubur sesekali dia juga memberikan minuman teh hangat buat nona muda. Sedangkan bu Anita dan pak Kuncoro, mereka makan


Setelah nona muda selesai menghabiskan bubur, Arifbol lalu memakan makanannya


Nona muda bertanya lagi dimana anaknya sekarang


"Mama tadi belum jawab, dimana anakku sekarang ma?" tanya nona muda


UHUK.. UHUK..


Arifbol keselek makanannya setelah mendengar pertanyaan dari nona muda lalu minum minumannya


"Anakmu sudah meninggal nak.. Dan kini, anakmu sudah dimakamkan oleh Rumah Sakit" jawab bu Anita


"Mama pasti bohong kan?" tanya nona muda dengan senyum seringai


"Iya nak.. anakmu sudah meninggal dengan pusar masih melekat, rahimmu juga diangkat oleh dokter tadi demi menyelamatkan nyawamu nak" jawab bu Anita


"Tidak.. tidak" teriak nona muda dengan mengkosel-koselkan tubuhnya diatas ranjang dengan bercucuran air mata membuat Arifbol minum lalu menghentikan makanannya


Arifbol, bu Anita, dan pak Kuncoro berdiri dari duduknya dan berusaha untuk menenangkan nona muda

__ADS_1


"Aku.. aku tidak bisa punya anak lagi mas" ucap nona muda menangis dipelukan Arifbol "Iya Ci.. aku tahu, kita akan melewati ini semua.." ucap Arifbol sambil mengelus-elus rambut nona muda


__ADS_2