
Sampailah Arifbol dirumah
tok..tok...tok
"Iya tunggu bentar" teriak nona muda dari dalam rumah sambil berjalan cepat menuju pintu
Nona muda membukakan pintu
"Loh kok kamu sudah pulang rif?" tanya nona muda dengan membelalakkan matanya dan terkejut
"Buatkan aku teh" ucap Arifbol tanpa ekspresi lalu berjalan masuk rumah
Nona muda menutup pintunya dan berjalan cepat
"Ada apa?, ada masalah apa?" tanya nona muda yang berjalan dengan melihat wajah Arifbol, tidak melihat didepan
"Buatkan aku teh sekarang!" bentak Arifbol dengan keras
Setelah dibentak oleh Arifbol dengan sangat keras, nona muda pun tidak berkata-kata lagi dan berjalan ke dapur untuk membuatkan teh buat Arifbol
Arifbol yang duduk disamping meja makan dan menyandarkan tangan kanannya diatas meja sambil memijat-mijat keningnya yang tidak pusing
Nona muda berjalan dengan membawa teh hangat
"Ini tehmu" ujar nona muda seraya meletakkan teh hangat itu diatas meja lebih tepatnya didepan Arifbol
"Makasih" jawab Arifbol lalu menoleh ke nona muda yang terlihat marah dengannya karena dibentak dengan keras
__ADS_1
"Maafkan aku cia sudah membentakmu dengan keras" ucap Arifbol yang melihat nona muda langsung berjalan meninggalkannya setelah membawakan teh untuknya
"Cia duduklah" teriak Arifbol
Nona muda tidak menghiraukannya dan berjalan masuk ke kamarnya
Arifbol yang melihat nona muda masuk kamar pun berdiri dari duduknya dan membawa tehnya lalu berjalan menuju kamar sambil membawa tehnya
Arifbol masuk kamar dan melihat nona muda duduk dikasur dengan wajah sedih
Arifbol lalu menaruh tehnya dimeja kamar dan duduk dikasur bersama nona muda tapi nona muda membelakanginya dan diam dengan Arifbol
Arifbol yang tahu nona muda marah dengannya lalu bercerita masalahnya
"Aku minta maaf cia, aku stres hari ini" Nona muda tetap membelakangi Arifbol
Nona muda yang menbelakangi Arifbol lalu berbalik badan melihat Arifbol
"Apa? papaku?" nona muda terkejut sambil melihat Arifbol
"Iya, klien Indah juga memberitahuku bahwa papamu menyuruh semua perusahaan dan semua pabrik diIndonesia untuk tidak menerimaku bekerja ditempat mereka, kalau ada yang melanggarnya, papamu akan menghancurkan pabrik atau perusahaan tersebut
"Aku masih tak percaya kalau papaku begitu" ucap nona muda dengan pelan sambil menekukkan kakinya dan menyandarkan kedua tangannya diatas dengkul
"Klien Indah juga meminta maaf kepadamu, sudah mengecewakanmu dan juga minta maaf kepadaku"
Nona muda lalu beranjak dari kasurnya untuk mengambil ponselnya dan menelpon Indah
__ADS_1
tut..tut...tut
"Halo dah" sapa nona muda ditelpon
"Iya ci, kenapa kamu menelponku?"
"Apa benar, papaku menyuruhmu untuk tidak menerima suamiku bekerja ditempatmu?
"Iya benar ci, mas Arifbol sudah cerita semuanya ya ke kamu?"
"Iya, tetapi aku masih tidak percaya dengannya"
"Papamu menyuruh perusahaanku untuk tidak menerima suamimu bekerja ditempatku, kalau aku melanggarnya, perusahaanku akan hancur. Aku tidak mau perusahaanku yang dirintis ayahku ini hancur karena papamu. Sekali lagi, aku minta maaf ya ci kepadamu dan kepada mas Arifbol"
Nona muda diam sejenak, lalu melanjutkan percakapannya ditelpon dengan klien Indah
"Aku kepingin tanya sesuatu dah"
"Iya tanyakan saja ci"
"Apa benar papaku menyuruh semua perusahaan dan semua pabrik untuk tidak menerima suamiku disana, kalau ada yang melanggarnya, apakah papaku akan menghancurkan perusahaan dan pabrik itu?"
"Iya ci, itu sangat benar. Mangkanya, aku terpaksa menolak suamimu bekerja ditempatku. Sekali lagi maafkan aku ci"
Nona muda setelah mendengar ucapan klien Indah menjatuhkan hpnya dan tampak shock
"Halo ci.. halo ci" klien Indah panik dan panggilan pun terputus
__ADS_1
Arifbol langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri nona muda untuk menenangkannya