
"Oh.." ucap pak Kuncoro lalu diam berpikir
Nona muda berdiri dan berkata
"Ini semua salah papa, papa telah menghancurkan semuanya" ucap nona muda memarahi pak Kuncoro lalu berjalan meninggalkan mereka semua menuju kamar
"Ci, dengarkan dulu, Ci" teriak bu Anita kepada nona muda yang meninggalkan tempat duduknya. Setelah nona muda tidak terlihat batang hidungnya, pak Kuncoro lalu berbicara
"Biarkan Patricia tenang dulu ma, baru kita berbicara dengannya" ucap pak Kuncoro
"Enak sekali Anda, Anda telah merusak kehidupan anak kita dan dengan gampangnya Anda bilang begitu" ketus bu Anita kepada pak Kuncoro
"Iya ma, aku ngaku salah. Maafkan aku ma" jawab pak Kuncoro. Bu Anita diam dan membuang pandangannya terhadap pak Kuncoro
Situasi pun kembali hening
Arifbol berkata, keheningan pun hilang
"Vit" panggil Arifbol kepada Vita
__ADS_1
"Iya mas" jawab Vita menatap Arifbol
"Aku akan menikahimu setelah anakku lahir karena didalam Islam nikah waktu hamil itu tidak boleh karena akan timbul fitnah" terang Arifbol "Kamu setuju kan Vit?" tanya Arifbol
"Ehm.." gumam Vita melihat ke bawah sambil berpikir
"Tetapi akta kelahiran calon anak kita, atas nama kita kan mas?" tanya Vita melihat Arifbol dengan senyum kecil. Pak Kuncoro dan bu Anita membiarkan Arifbol dan Vita berdiskusi dulu tentang masalah ini
"Iya Vit, sekarang kamu tidak usah bekerja, duduk dirumah saja. Aku akan mencukupi kebutuhanmu dan gizi didalam kandunganmu" jawab Arifbol membuat bu Anita meninggalkan Vita, Pak Kuncoro, dan Arifbol menuju ke kamar nona muda untuk memberitahu ucapan suaminya barusan
"Ya udah mas, aku pulang" ucap Vita seraya menyangklungkan tasnya
"Hati-hati Vit" ucap Arifbol kepada Vita yang mau berdiri dari duduknya
"Iya iya mari" jawab pak Kuncoro. Vita pun pergi dan pulang ke rumahnya
Nona muda dan bu Anita keluar kamar, kembali ke ruang depan
"Mana Vita mana?" tanya nona muda kepada pak Kuncoro dan Arifbol dengan nada keras
__ADS_1
"Vita udah pulang Ci" jawab Arifbol
"Kata mama, kamu akan menikahi Vita setelah Vita melahirkan? apakah betul mas yang dikatakan mama?" tanya nona muda menatap Arifbol tetapi Arifbol tidak menatap nona muda, pandangannya lurus ke depan
Arifbol pun berdiri dan berkata
"Iya, aku akan menikahi Vita dan sekarang, aku akan mencukupi kebutuhannya" ucap Arifbol bertatap badan dengan nona muda lalu meninggalkan nona muda, bu Anita, dan pak Kuncoro menuju kantornya alias kembali ke PATV
Nona muda menjatuhkan dirinya dan menangis sekencang-kencangnya, bu Anita menenangkan putrinya yang dilema besar, sedangkan pak Kuncoro masih duduk sambil memandanginya didalam hati, pak Kuncoro menyalahkan dirinya dan teriris hatinya melihat putrinya seperti ini
"Tenanglah nak, kamu duduk disofa" ucap bu Anita membawa nona muda duduk disofa
"Ini.. minum dulu" ucap bu Anita sambil memberikan minuman kepada nona muda lalu nona muda pun meminumnya
"Lihat kan pa, hasil cinta butamu kepada anakmu? lihat gimana putrimu sekarang! putrimu sangat kacau sekarang gara-gara ulahmu!" bu Anita memarahi pak Kuncoro, pak Kuncoro hanya diam dan meratapi kesalahannya
Situasi pun tenang sesaat
"Pa.. ma.. aku ingin menenangkan diriku dulu, aku mohon, papa dan mama pulanglah" suruh nona muda kepada bu Anita dan pak Kuncoro
__ADS_1
"Tapi nak.." jawab bu Anita
"Tolonglah ma.." ucap nona muda kembali. Pak Kuncoro berdiri dan mengajak bu Anita untuk pulang, dan mereka pun pulang. Setelah pak Kuncoro dan bu Anita pulang, nona muda lalu mengunci pintunya dan kembali ke kamar untuk menenangkan dirinya dan pikirannya dengan cara tidur.